Khutbah Jumat 18 September 2026: Hidup Serba Cepat, Jangan Tergesa-gesa dalam Ibadah

Nur Pramudito • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 06:41 WIB
Khutbah Jumat 18 September 2026: Hidup Serba Cepat, Jangan Tergesa-gesa dalam Ibadah
Khutbah Jumat 18 September 2026: Hidup Serba Cepat, Jangan Tergesa-gesa dalam Ibadah

RADARSOLO.COM - Khutbah Jumat 18 September 2026 dapat mengangkat tema tentang kehidupan manusia yang semakin cepat dan penuh tuntutan. Di tengah kebiasaan serba instan, umat Islam diingatkan agar tidak membawa sikap tergesa-gesa tersebut ke dalam urusan ibadah.

Kehidupan saat ini berjalan dengan ritme yang begitu cepat. Hampir semua hal dapat diperoleh secara instan, mulai dari makanan siap saji, informasi yang tersebar secara real-time, hingga berbagai pencapaian yang kerap ditampilkan di media sosial.

Kecepatan memang menjadi bagian dari kehidupan modern. Namun, ada hal yang seharusnya tetap dilakukan dengan tenang dan penuh penghayatan, yakni ibadah kepada Allah SWT.

Melalui Khutbah Jumat 18 September 2026, jamaah dapat diajak untuk kembali merenungkan bagaimana kesibukan dan tuntutan kehidupan jangan sampai membuat ibadah dilakukan sekadar untuk menggugurkan kewajiban.

Salat, membaca Al-Qur'an, berdoa, berdzikir, maupun menjalankan berbagai amal kebaikan membutuhkan ketenangan hati. Ibadah bukan perlombaan untuk menyelesaikan rangkaian gerakan atau bacaan secepat mungkin, melainkan bentuk penghambaan dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Karena itu, kesibukan dunia hendaknya tidak menjadi alasan untuk mengurangi kualitas ibadah. Justru di tengah kehidupan yang serba cepat, seorang Muslim membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak, menenangkan pikiran, dan mengingat kembali tujuan hidupnya.

Tergesa-gesa dalam menjalani kehidupan juga dapat membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk menikmati dan memahami makna dari setiap amal yang dikerjakan. Demikian pula dalam beribadah, ketenangan dan kekhusyukan menjadi bagian penting agar ibadah tidak hanya dilakukan secara fisik, tetapi juga dihayati dengan hati.

Teks Khutbah Jumat 18 September 2026 dengan tema hidup serba cepat dan tidak tergesa-gesa dalam ibadah ini dapat menjadi referensi bagi khatib dalam menyampaikan pesan keagamaan kepada jamaah.

Pesan utama yang dapat disampaikan adalah bahwa cepat dalam menyelesaikan urusan dunia bukan berarti harus terburu-buru dalam beribadah. Ada saatnya seorang Muslim memperlambat langkah, memperbaiki kekhusyukan, serta memberikan waktu yang cukup untuk berkomunikasi dengan Allah SWT.

Semoga melalui khutbah ini, jamaah semakin menyadari pentingnya menjaga kualitas ibadah di tengah kehidupan yang semakin dinamis. Jangan sampai kesibukan mengejar waktu justru membuat kita kehilangan waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Khutbah I

 

الْحَمْدُ لِلَّهِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَمَرَنَا بِالطَّاعَةِ وَالْعِبَادَةِ، وَنَهَانَا عَنِ الْغَفْلَةِ وَالتَّفْرِيطِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ, فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Segala puji dan syukur hanya milik Allah semata. Tuhan yang memberikan kita kenikmatan iman dan Islam sehingga dalam keadaan yakin dan sadar kita berkumpul untuk beribadah shalat Jumat di siang hari ini mengharapkan ridha-Nya.

 

Shalawat beserta salam tak lupa semoga tercurahkan bersama kepada baginda kita, Nabi Muhammad saw, juga kepada para keluarganya, sahabatnya, dan semoga melimpah kepada kita semua selaku umatnya. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Khatib juga tak lupa untuk memberikan wasiat dan mengajak pada jamaah sekalian sekaligus diri pribadi agar selalu meningkatkan takwa kepada Allah Swt dengan cara menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Saat ini kita semua hidup di era yang serba cepat di mana manusia seolah berlomba dengan waktu. Semua hal dituntut instan seperti makanan cepat saji, berita yang muncul secara real-time, hingga pencapaian yang harus terlihat hebat di media sosial. Berangkat pagi, pulang malam untuk bekerja hingga ibadahpun dilakukan dengan tergesa-gesa bahkan mungkin tertinggal.

Sebagai agama, Islam mengajarkan kepada kita untuk selalu hidup moderat dalam segala hal. Termasuk dalam urusan bekerja dan beribadah. Kita perlu untuk bekerja dan mencari nafkah di dunia, namun kita juga perlu untuk menjaga agar ibadah kita tidak tersia-sia karena dilakukan dengan tidak maksimal.

 

Hal ini sebagaimana di ajarkan dalam Al-Qur’an. Allah swt memerintahkan kepada kita untuk moderat dalam bekerja dan beribadah dalam Surat Al-Qashash ayat 77 berikut:

وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ

Artinya: “Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Ayat yang baru saja khatib sampaikan mengandung perintah untuk berlaku moderat dalam urusan dunia dan akhirat. Allah swt memerintahkan kepada kita untuk beribadah kepada-Nya, namun jangan sampai meninggalkan bekerja di dunia. Selain itu, pada ayat di atas Allah juga memerintahkan kepada kita untuk berbuat baik kepada orang lain dan tidak berbuat kerusakan di muka bumi.

Dalam Tafsir Jamiul Bayan ‘an Takwili ayil Qur’an juz 19 hal 524, Imam At-Thabari menjelaskan bahwa ayat di atas merupakan perintah Allah untuk berlaku moderat dalam urusan dunia dan akhirat. Allah memerintahkan kepada umat manusia untuk beribadah kepada Allah swt, namun jangan sampai meninggalkan kehidupan di dunia. Begitupun sebaliknya, jangan sampai urusan di dunia melalaikan kita untuk beribadah kepada Allah swt.

Imam At-Thabari berkata:

 وَلَا تَتْرُكْ نَصِيْبَكَ وَحَظَّكَ مِنَ الدُّنْيَا، أَنْ تَأْخُذَ فِيْهَا بِنَصِيْبِكَ مِنَ الْآخِرَةِ، فَتَعْمَلَ فِيْهِ بِمَا يُنَجِّيْكَ غَدًا مِنْ عِقَابِ اللهِ 

Artinya: “Jangan engkau tinggalkan bagianmu dari dunia, (jangan pula) engkau gadaikannya dengan bagianmu dari akhirat. Maka engkau telah melakukan pekerjaan yang akan menyelamatkanmu esok hari dari siksa Allah.”

Dari penjelasan Imam At-Thabari di atas dapat dipahami bahwa sangat penting bagi kita untuk proporsional dalam urusan dunia dan akhirat. Jangan sampai urusan dunia menggadaikan ibadah kita, begitupun jangan sampai ibadah kita membuat kita tidak mencari nafkah di dunia.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Selain itu, Allah swt juga memerintahkan kepada kita untuk khusyuk dalam beribadah kepada-Nya. Salah satu cara agar ibadah dilakukan dengan khusyuk ialah tidak tergesa-gesa dalam melakukannya. Oleh karenanya, tidak selayaknya bagi seorang muslim untuk terburu-buru saat melakukan ibadah karena akan mengurangi kekhusyukan.

Perintah beribadah khusyuk tersebut di antaranya Allah jelaskan dalam Surat Al-Baqarah ayat 238. Allah swt berfirman:

حَافِظُوْا عَلَى الصَّلَوٰتِ وَالصَّلٰوةِ الْوُسْطٰى وَقُوْمُوْا لِلّٰهِ قٰنِتِيْنَ

Artinya: “Peliharalah semua salat (fardu) dan salat Wusṭā. Berdirilah karena Allah (dalam salat) dengan khusyuk.” (Qs. Al-Baqarah: 238)

 Pada ayat di atas, Allah swt memerintahkan kepada kita untuk menjaga ibadah dengan baik. Salah satu caranya ialah dengan melakukannya secara khusyuk dan tidak terburu-buru. Dalam ayat lain, Allah swt menjelaskan bahwa khusyuk dalam beribadah adalah sebab seorang muslim akan berbahagia. Allah swt berfirman:

 قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَۙ الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلَاتِهِمْ خٰشِعُوْنَ

Artinya: “Sungguh, beruntunglah orang-orang mukmin. (Yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya.” (Qs. Al-Mu’minun: 1-2)

 Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Demikian khutbah Jumat tentang perintah Allah swt untuk moderat dalam beribadah dan bekerja di dunia. Jangan sampai pekerjaan kita menggadaikan ibadah kita kepada Allah, begitupun jangan sampai kita sibuk untuk beribadah namun meninggalkan bekerja mencari nafkah di dunia.
Semoga kita semua bisa mengamalkannya dengan baik, bekerja dengan baik untuk mencari nafkah dan beribadah dengan baik untuk bekal di akhirat. Aamin ya rabbal ‘alamin

 بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ
 

Khutbah II

 الْحَمْدُ لِلَّهِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ الْإِيمَانِ وَالْإِسْلَامِ، وَهَدَانَا إِلَى طَرِيقِهِ الْمُسْتَقِيمِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

 اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

 رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

Editor : Nur Pramudito
Sumber : NU Online
Khutbah Jumat 18 September 2026 teks khutbah jumat ibadah jumatan