
RADARSOLO.COM - Harga BBM hari ini, Jumat (18/9/2026), masih menjadi perhatian masyarakat, terutama setelah adanya perubahan harga sejumlah BBM nonsubsidi dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan daftar harga yang berlaku saat ini, Harga BBM Pertamina hari ini 18 September 2026 belum mengalami perubahan dibandingkan harga yang diterapkan sejak awal September.
Harga BBM subsidi seperti Pertalite masih berada di angka Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar tetap dijual dengan harga Rp6.800 per liter.
Sementara itu, harga Pertamax hari ini untuk wilayah DKI Jakarta tercatat sebesar Rp15.950 per liter.
Selain Pertamax, sejumlah produk BBM nonsubsidi Pertamina juga masih berada pada harga yang sama.
Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 September 2026
Berikut daftar Harga BBM hari ini 18 September 2026 untuk wilayah DKI Jakarta:
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp15.950 per liter
- Pertamax Green 95: Rp19.150 per liter
- Pertamax Turbo: Rp19.600 per liter
- Dexlite: Rp23.700 per liter
- Pertamina Dex: Rp25.200 per liter
Dengan demikian, Harga BBM Pertamax hari ini 18 September 2026 masih berada di level Rp15.950 per liter.
Harga tersebut dapat menjadi acuan bagi masyarakat yang hendak mengisi BBM, khususnya pengguna kendaraan yang menggunakan produk Pertamina.
Pemerintah Pastikan Stok BBM Subsidi Disiapkan
Di tengah perhatian terhadap harga dan ketersediaan BBM, pemerintah memastikan stok BBM subsidi terus disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan hal tersebut setelah mengikuti Rapat Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Bahlil mengatakan pemerintah akan terus memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi, khususnya untuk jenis BBM subsidi.
“Kami, pemerintah akan menyiapkan stok kebutuhan masyarakat, khususnya terkait dengan BBM subsidi,” ujar Bahlil, dikutip dari Antara.
Selain memastikan ketersediaan pasokan, pemerintah juga menaruh perhatian pada distribusi BBM subsidi agar penggunaannya lebih tepat sasaran.
Konsumsi BBM Subsidi Jadi Perhatian
Bahlil sebelumnya menyoroti adanya pergeseran konsumsi setelah harga sejumlah BBM nonsubsidi mengalami kenaikan.
Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi membuat masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi beralih menggunakan BBM subsidi.
Pemerintah mengimbau masyarakat dengan kemampuan ekonomi yang lebih baik agar tidak menggunakan BBM subsidi sehingga kuota tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat yang memang membutuhkan.
Bahlil juga menyinggung penggunaan kendaraan kelas atas oleh masyarakat yang masih memilih BBM subsidi.
Ia meminta masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik untuk ikut menjaga penyaluran subsidi agar tetap tepat sasaran.
Aturan Penyaluran BBM Subsidi Bisa Diperkuat
Selain memberikan imbauan, pemerintah juga mempertimbangkan kemungkinan adanya penguatan regulasi mengenai penyaluran BBM subsidi.
Meski demikian, Bahlil menjelaskan bahwa perubahan regulasi membutuhkan proses. Untuk sementara, pemerintah masih mengedepankan pendekatan berupa imbauan kepada masyarakat.
“Saya akan mempertimbangkan, nanti kita lihat. Tapi, kan saya harus ngomongin dulu, kalau regulasi itu butuh proses. Tapi, imbauan ini penting,” kata Bahlil.
Ia kembali mengingatkan masyarakat yang memiliki penghasilan dan kondisi ekonomi lebih baik agar memberikan kesempatan kepada kelompok yang memang berhak memperoleh subsidi.
Pemerintah pun terus menyiapkan pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sementara dari sisi distribusi, penyaluran BBM subsidi terus diarahkan agar lebih tepat sasaran.
Editor : Nur PramuditoSumber : My Pertamina