RADARSOLO.OCM - Siapa Low Tuck Kwong? Pertanyaan tersebut kembali mencuat seiring kabar mengenai Low Tuck Kwong dan keluarganya yang akan melepas sebagian kepemilikan saham di Bayan Resources.
Namun, nama yang dikenal luas sebagai pengusaha batu bara tersebut adalah Low Tuck Kwong, bukan Low Tuck Kwong. Ia merupakan pengusaha kelahiran Singapura yang kemudian menjadi warga negara Indonesia dan membangun bisnis besar di sektor pertambangan.
Low Tuck Kwong dikenal sebagai pendiri Bayan Resources, salah satu perusahaan batu bara besar yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Kabar terbaru menyebut Low Tuck Kwong bersama putrinya, Elaine Low, menandatangani perjanjian bersyarat untuk menjual sekitar 10 miliar saham Bayan Resources. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 30 persen kepemilikan perusahaan.
Saham tersebut akan dibeli Jhonlin Baratama, perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan pengusaha komoditas asal Indonesia, Andi Syamsuddin Arsyad atau yang lebih dikenal sebagai Haji Isam.
Profil Low Tuck Kwong
Low Tuck Kwong lahir di Singapura. Ia kemudian pindah ke Indonesia pada awal dekade 1970-an untuk mengembangkan peluang bisnisnya.
Sebelum membangun kerajaan bisnis pertambangan, Low sudah mengenal dunia usaha sejak masih muda. Ia pernah bekerja di perusahaan konstruksi milik ayahnya di Singapura.
Pada 1992, Low Tuck Kwong memperoleh kewarganegaraan Indonesia. Karier bisnisnya di Indonesia kemudian berkembang dari sektor konstruksi menuju pertambangan batu bara.
Namanya semakin dikenal setelah berhasil membangun Bayan Group menjadi salah satu pemain penting dalam industri batu bara nasional.
Perjalanan Bisnis Low Tuck Kwong
Bisnis Low Tuck Kwong di Indonesia bermula pada 1973 ketika ia mendirikan PT Jaya Sumpiles Indonesia atau JSI.
Perusahaan tersebut bergerak di bidang kontraktor pekerjaan tanah, pekerjaan umum, hingga struktur kelautan. Dalam perkembangannya, JSI kemudian ikut masuk ke sektor pertambangan pada akhir 1980-an.
Langkah penting dalam perjalanan bisnis Low terjadi ketika ia mengakuisisi PT Gunung Bayan Pratamacoal dan PT Dermaga Perkasapratama.
Akuisisi tersebut menjadi salah satu fondasi berkembangnya Bayan Group sebagai perusahaan pertambangan batu bara.
Salah satu aset penting Bayan adalah proyek Tabang/Pakar di Kalimantan Timur. Berdasarkan informasi perusahaan, produksi batu bara dari proyek tersebut meningkat pesat, dari sekitar 1,9 juta ton pada 2014 menjadi sekitar 22,7 juta ton pada 2018.
Pertumbuhan bisnis pertambangan tersebut turut mendorong peningkatan nilai kekayaan Low Tuck Kwong.
Bisnis Low Tuck Kwong Tak Hanya Batu Bara
Meski paling dikenal melalui Bayan Resources, bisnis Low Tuck Kwong tidak hanya berada di sektor batu bara.
Ia juga mengendalikan Metis Energy, perusahaan energi terbarukan asal Singapura yang sebelumnya bernama Manhattan Resources.
Selain itu, Low memiliki kepentingan di sejumlah perusahaan lain, termasuk The Farrer Park Company dan Samindo Resources.
Ia juga tercatat mendukung SEAX Global, perusahaan yang mengembangkan jaringan kabel bawah laut untuk menghubungkan konektivitas internet antara Singapura, Indonesia, dan Malaysia.
Dengan demikian, portofolio bisnis Low Tuck Kwong mencakup sektor pertambangan, energi, hingga infrastruktur digital.
Kekayaan Low Tuck Kwong
Kekayaan Low Tuck Kwong berkembang seiring meningkatnya nilai bisnis pertambangan yang dimilikinya.
Forbes menempatkannya sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. Kekayaannya diperkirakan mencapai sekitar US$16 miliar, meski nilainya dapat berubah mengikuti harga saham dan kondisi pasar.
Sumber kekayaan terbesar Low berasal dari kepemilikannya di Bayan Resources. Berdasarkan data perusahaan per 31 Maret 2026, Low Tuck Kwong tercatat memiliki sekitar 40,22 persen saham dengan hak suara yang sah di Bayan Resources.
Pada Agustus 2024, Low juga mengalihkan saham Bayan yang saat itu bernilai sekitar US$6,6 miliar kepada putrinya, Elaine Low. Pengalihan tersebut menjadi bagian dari perubahan struktur kepemilikan aset keluarga.
Low Tuck Kwong dan Bayan Resources
Bayan Resources menjadi bagian paling penting dalam perjalanan bisnis Low Tuck Kwong di Indonesia.
Perusahaan tersebut berkembang melalui ekspansi dan akuisisi sejumlah aset pertambangan batu bara. Salah satu kawasan yang menjadi andalan adalah Tabang/Pakar di Kalimantan Timur.
Kini, nama Low Tuck Kwong kembali menjadi perhatian setelah muncul kabar mengenai rencana pelepasan sebagian saham Bayan Resources kepada Jhonlin Baratama.
Transaksi tersebut berlangsung di tengah situasi bisnis Bayan yang juga menghadapi persoalan terkait kontrak pasokan batu bara. Perusahaan sebelumnya mengumumkan kondisi kahar atau force majeure yang berkaitan dengan belum disetujuinya revisi kuota produksi pertambangan oleh pemerintah Indonesia.
Dengan perjalanan tersebut, profil Low Tuck Kwong tidak bisa dilepaskan dari perkembangan industri batu bara Indonesia. Dari bisnis konstruksi, ia membangun perusahaan pertambangan berskala besar dan menjadikannya salah satu pengusaha dengan kekayaan terbesar di Indonesia.
Jadi, siapa Low Tuck Kwong? Nama yang dimaksud adalah Low Tuck Kwong, pengusaha kelahiran Singapura yang kemudian menjadi warga negara Indonesia, pendiri Bayan Resources, serta tokoh bisnis yang memiliki portofolio usaha di sektor pertambangan, energi dan infrastruktur.
Editor : Nur Pramudito