Peluang Kerja Terbuka Lebar, Pemprov Jateng Siapkan Pengemudi Andal Penuhi Pasar Jepang

Tri wahyu Cahyono • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 14:30 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menerima kunjungan audiensi CEO 3EEE Inc Japan Norio Tanaka bersama Head of the President’s Office Hideo Mori di Kota Semarang, Senin (21/9/2026). (DOK.PEMPROV JATENG)
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menerima kunjungan audiensi CEO 3EEE Inc Japan Norio Tanaka bersama Head of the President’s Office Hideo Mori di Kota Semarang, Senin (21/9/2026). (DOK.PEMPROV JATENG)

RADARSOLO.COM-Pemprov Jawa Tengah memperluas peluang penyerapan tenaga kerja ke luar negeri.

Salah satunya dengan melatih dan menyediakan tenaga kerja terampil guna mengisi kebutuhan pengemudi (driver) di Jepang.

Langkah ini merupakan tindak lanjut konkret dari penjajakan kerja sama antara Pemprov Jateng dengan perusahaan asal Jepang, 3EEE Inc.

Baca Juga: 615 Kebakaran Terjadi di Jateng hingga Agustus, Gubernur: Respon Harus Cepat

“Nanti dinas pendidikan dan dinas tenaga kerja akan mendiskusikan dengan 3EEE Inc Japan,” ujar Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menerima kunjungan audiensi CEO 3EEE Inc Japan Norio Tanaka bersama Head of the President’s Office Hideo Mori di Kota Semarang, Senin (21/9/2026).

Ahmad Luthfi menjelaskan, penyiapan calon tenaga kerja profesional tersebut bakal dirintis sejak tingkat pendidikan vokasi dan kejuruan.

Salah satu strateginya yakni membekali siswa dengan kurikulum tambahan bahasa Jepang sesuai standar kualifikasi instansi tujuan.

Pemprov Jateng turut membuka ruang kolaborasi pendidikan bahasa bersama 3EEE Inc, sehingga kualifikasi lulusan dapat diselaraskan dengan kebutuhan industri transportasi di Negeri Sakura.

Di samping penguasaan bahasa, program pelatihan difokuskan pada penguatan kompetensi teknis mengemudi, standar keselamatan berkendara (safety driving), eco-driving, pemahaman regulasi lalu lintas setempat, hingga etika pelayanan terhadap penumpang.

Adapun potensi penempatan pekerja migran asal Jawa Tengah ke Jepang terus menunjukkan tren peningkatan signifikan.

Baca Juga: Pengentasan Kemiskinan di Jateng Sukses Tekan Angka Warga Miskin, Langkah Gubernur Ahmad Luthfi Panen Apresias

Berdasarkan data penempatan, angka keberangkatan melonjak 52 persen dari 3.760 orang pada 2024 menjadi 5.712 orang pada 2025.

Jepang Krisis Tenaga Kerja Akibat Perubahan Demografi

Sementara itu, Head of the President’s Office 3EEE Inc Hideo Mori menggarisbawahi pentingnya keterlibatan jajaran pemerintah daerah agar alur penyiapan hingga penempatan pekerja berjalan legal, jelas, dan memberikan kepastian hukum bagi para calon migran.

“Program seperti ini perlu dijalankan bersama dengan pemerintah. Kalau pemerintah tidak ikut terlibat, akan sulit menentukan aturan atau mekanismenya,” kata Mori.

Mori menegaskan bahwa koordinasi tingkat tinggi ini mendesak untuk direalisasikan mengingat negara Jepang saat ini tengah menghadapi kelangkaan sumber daya manusia di berbagai sektor jasa.

Baca Juga: Jaga Ketahanan Pangan Nasional, Gubernur Ahmad Luthfi Perketat Alih Fungsi Sawah di Jawa Tengah

“Kekurangan tenaga kerja memang merupakan kondisi yang sedang terjadi sekarang. Karena itu, pembahasan seperti ini perlu dilakukan dan diputuskan secepat mungkin,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, CEO 3EEE Inc Japan Norio Tanaka membeberkan bahwa fenomena krisis pekerja ini dipicu oleh pergeseran struktur demografi di Jepang.

Jumlah populasi Jepang yang saat ini berkisar 120 juta jiwa diproyeksikan menyusut hingga di bawah 100 juta jiwa pasca-2040, dengan proporsi kelompok lansia mencapai 40 persen.

Baca Juga: Pengentasan Kemiskinan di Jateng Sukses Tekan Angka Warga Miskin, Langkah Gubernur Ahmad Luthfi Panen Apresias

Melalui program ini, Tanaka berharap para pekerja dari Jawa Tengah tidak hanya memperoleh mata pencaharian, tetapi juga dapat menyerap transfer ilmu teknologi.

“Setelah memperoleh pengalaman di Jepang, mereka dapat membawa pulang pengetahuan maupun praktik maju dari Jepang dan memanfaatkannya untuk pembangunan Indonesia di masa depan,” terang Tanaka. (wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Pemprov Jateng
pengemudi untuk pasar jepang kekurangan tenaga kerja peluang kerja Gubernur Jateng Ahmad Luthfi