RADARSOLO.COM — Kabar melegakan bagi ratusan ribu tenaga pendidik berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.
Pemerintah memastikan guru PPPK paruh waktu bakal langsung diangkat menjadi PPPK penuh waktu tanpa perlu melewati ujian atau tes tambahan.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti usai menggelar rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Baca Juga: Soal Aduan Larangan Jilbab oleh Peserta MagangHub , Solo Safari: Itu Miskomunikasi
"Enggak. Kalau yang paruh waktu ke penuh waktu itu tanpa tes," tegas Abdul Mu'ti.
Mekanisme Pengangkatan PPPK Paruh Waktu
Abdul Mu'ti menjelaskan, kementerian saat ini tengah gencar melakukan koordinasi dan pendataan bersama pemerintah daerah (pemda) di seluruh Indonesia.
Langkah ini dilakukan agar seluruh data tenaga honorer dan PPPK paruh waktu terekam rapi menjelang tenggat eksekusi kebijakan.
Pengalihan status secara serentak ini ditargetkan mulai dilakukan pada 1 Januari 2027.
Apa Saja Syarat Pengangkatannya?
Berdasarkan kesepakatan DPR dan pemerintah, kunci utama pengangkatan tanpa tes adalah guru PPPK paruh waktu telah terdata secara resmi dalam pangkalan data pemerintah daerah dan kementerian.
Dengan kepastian itu, maka guru PPPK paruh waktu akan bisa mengikuti pengangkatan status menjadi penuh waktu tanpa seleksi berkas ketat atau ujian CAT baru.
Sementara itu, bagi PPPK penuh waktu yang di kemudian hari berkeinginan menjadi PNS, barulah diwajibkan mengikuti tahapan tes seleksi CPNS sesuai regulasi.
Baca Juga: Link Video A Day in My Life Zaefier Viral di TikTok, Ada Apa Sebenarnya? Cek Fakta Lengkapnya
Kuota 240 Ribu Guru dan Anggaran Rp23 Triliun
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani membeberkan bahwa kebijakan pengangkatan menjadi PPPK penuh waktu ini akan menyasar kurang lebih 240.000 guru di Indonesia.
Guna mendukung pengalihan status ratusan ribu guru tersebut, DPR RI dan pemerintah telah mengetok anggaran fantastis pada 2027.
"Full diangkat tanpa tes, ada sekitar 240.000-an. Paruh waktu menjadi penuh waktu anggarannya sudah kami sepakati sebesar Rp23 triliun mulai tahun 2027 dan berlaku per Januari," pungkas Lalu.
Editor : Syahaamah Fikria