RADARSOLO.COM — Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara, Sirajudin Lasena, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilancarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (21/9/2026).
OTT KPK menyasar total 14 orang di sejumlah lokasi berbeda. Terdiri dari Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, kepala dinas, ASN dan pihak swasta.
Bupati Sirajudin sendiri diamankan saat berada di Jakarta, bersama 4 orang lainnya.
Bupati Bolaang Mongondow Utara dari Partai Apa?
Sirajudin Lasena sejatinya merupakan seorang birokrat tulen yang kemudian terjun ke dunia politik praktis.
Pada ajang Pemilihan Bupati (Pilbup) Bolaang Mongondow Utara 2024, Sirajudin maju sebagai calon bupati (cabup).
Dia berpasangan dengan cawabup Mohammad Aditya Pontoh yang merupakan politikus dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Baca Juga: Benarkah 2 Pria "A Day in My Life" Positif HIV? Produksi 20 Video Mesum Selama 2 Bulan
Pasangan ini sukses memenangkan Pilkada dengan raihan 18.479 suara (34,69% dari total suara sah).
Usai kemenangan tersebut, Sirajudin yang disokong koalisi partai politik resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada 20 Februari 2025.
Profil dan Riwayat Pendidikan
Pria kelahiran Boroko, 8 Januari 1975 ini merupakan anak kedelapan dari sembilan bersaudara pasangan Ismet Lasena (seorang imam besar masjid) dan Dariman Lauma.
Latar belakang pendidikannya terbilang sangat kuat di bidang akuntansi dan administrasi publik:
Pendidikan Dasar dan Menengah: SD Negeri IV Boroko, SMP Negeri 1 Kaidipang, dan SMEA Negeri Palu (lulus 1995).
Baca Juga: Gus Nur Gugat Negara Rp 4,2 Miliar, Ini Alasannya
Sarjana (S1): Jurusan Akuntansi di STIE Panca Bhakti Palu (lulus 2002).
Magister (S2): Ekonomi Pembangunan di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta (lulus 2013).
Doktor (S3): Mengambil program Administrasi Publik di Universitas Negeri Gorontalo (UNG) pada 2020.
Baca Juga: Dua Direktur BUMD Dilantik, Bupati Sragen Dorong Inovasi untuk Dongkrak PAD
Rekam Jejak Karier dan Organisasi
Sebelum menduduki kursi Bolmut-1, Sirajudin meniti karier sebagai birokrat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Pada tahun 2023, ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulut.
Di tahun yang sama, ia juga ditunjuk menjadi Penjabat (Pj) Bupati Bolaang Mongondow Utara.
Di luar panggung pemerintahan, suami dari Ening Sutrisni dan ayah tiga anak ini sangat aktif di berbagai organisasi kepemudaan dan olahraga.
Di antaranya, dia menjadi Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Majelis Pertimbangan BKPRMI (2015), anggota Presidium KAHMI (2016).
Serta pernah menjabat Ketua PTMSI (Tenis Meja) Cabang Bolmut (2022–2024).
Baca Juga: Nasib 2 Pria Pemain Video Mesum A Day in My Life, Ini Kata Polisi
Kronologi Terjaring OTT KPK di Jakarta
Karier politik Sirajudin kini berada di ujung tanduk setelah tim antirasuah menciduknya dalam OTT.
Penangkapan ini dibenarkan oleh Ketua KPK Setyo Budiyanto.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa Sirajudin ditangkap di Jakarta bersama empat orang lainnya.
Secara keseluruhan, ada 14 orang yang diamankan penyidik di tiga lokasi berbeda.
Yakni 5 orang diamangkan di Jakarta, termasuk Bupati Sirajudin Lasena.
Kemudian, 8 orang di Sulawesi Utara (wilayah Bolmut) dan 1 orang di Gorontalo.
Pihak-pihak yang ikut ditangkap meliputi jajaran Kepala Dinas, ASN, hingga kontraktor/swasta.
OTT ini diduga kuat berkaitan dengan praktik suap proyek infrastruktur jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Editor : Syahaamah Fikria