Bikin Resah di Tunjungan, Konten Boneka Kini Masuk Radar Polisi

Annas Rohmanda Purbaningrum • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 08:20 WIB
Sejumlah perempuan di kawasan Jalan Tunjungan, Surabaya mengaku mengalami pelecehan berkedok pembuatan konten video menggunakan boneka.
Sejumlah perempuan di kawasan Jalan Tunjungan, Surabaya mengaku mengalami pelecehan berkedok pembuatan konten video menggunakan boneka.

RADARSOLO.COM - Polrestabes Surabaya turun tangan menyelidiki informasi viral mengenai dugaan pelecehan seksual bermodus pembuatan konten boneka di kawasan Jalan Tunjungan. Penelusuran dilakukan setelah sejumlah perempuan mengaku mengalami kejadian yang dinilai membuat mereka tidak nyaman.

Kasatres PPA dan PPO Polrestabes Surabaya AKBP Melatisari memastikan pihaknya kembali mengecek informasi yang beredar di media sosial.

“Kami cek lagi (untuk penyelidikan),” kata Melatisari saat dikonfirmasi pada Senin (21/9/2026).

Baca Juga: Apa Isi Viral Video A Day in My Life hingga Part 4? Konten Mesum Dijual Rp150 Ribu, Kini Pelaku Masuk Penjara

Polisi Belum Terima Laporan Resmi

Meski informasi mengenai dugaan pelecehan tersebut telah ramai diperbincangkan, polisi menyebut belum menerima laporan resmi dari korban.

Sebelumnya, Melatisari mengatakan pihaknya telah mengecek informasi kepada petugas piket. Saat itu, belum ada korban yang datang untuk membuat laporan.

“Mohon waktu cek, info dari (petugas) yang piket belum ada (laporan korban),” ujar Melatisari. Kendati demikian, polisi memastikan informasi yang beredar tetap ditelusuri.

Dugaan tersebut pertama kali ramai setelah unggahan di media sosial memperingatkan perempuan yang sedang berada di Jalan Tunjungan mengenai sekelompok pria yang disebut menawarkan pembuatan konten menggunakan boneka.

Baca Juga: Terekam Kamera Saat Rapat, Ini Kronologi Video Call Moreno Soeprapto yang Bikin Heboh

Dalam modus yang diceritakan, perempuan yang sedang berjalan dihampiri dan ditawari mengikuti video singkat. Mereka disebut diberi tahu bahwa konten hanya berisi adegan sederhana seperti tos dan menerima boneka.

Belakangan, muncul pengakuan perempuan lain yang menyebut dirinya mengalami kejadian serupa. Polisi kini perlu memastikan fakta di balik informasi tersebut serta menelusuri pihak-pihak yang berkaitan dengan konten tersebut.

Polisi Imbau Warga Segera Melapor

Selain melakukan penelusuran, Polrestabes Surabaya mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di ruang publik.

Melatisari meminta masyarakat yang mengetahui ataupun mengalami dugaan kekerasan atau pelecehan seksual untuk segera melapor kepada polisi.

Baca Juga: Moreno Soeprapto Klarifikasi Video Call Saat Rapat DPR, Ternyata untuk Anak

“Lebih jaga diri dan lingkungan sekitar serta tingkatkan kewaspadaan terhadap setiap bentuk perilaku yang mengarah pada kekerasan atau pelecehan seksual. Laporkan jika mengetahui hal tersebut,” tuturnya.

Dengan adanya penelusuran tersebut, polisi masih mengumpulkan informasi untuk memastikan kebenaran dugaan yang beredar. Hingga kini, proses tersebut masih berlangsung dan belum ada laporan resmi dari korban yang diterima kepolisian.

Editor : Annas Rohmanda Purbaningrum
tunjungan konten pelecehan boneka