PDIP Kibarkan Bendera Setengah Tiang 7 Hari Demi Guruh Soekarnoputra

Syahaamah Fikria • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 15:32 WIB
Guruh Soekarnoputra. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Guruh Soekarnoputra. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

 

RADARSOLO.COM — PDI Perjuangan berduka atas wafatnya Guruh Soekarnoputra di usia 73 tahun pada Sabtu (26/9/2026).

Sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas jasa, karya, serta dedikasi almarhum, DPP PDIP menginstruksikan seluruh jajaran pengurus partai dari tingkat pusat hingga akar rumput untuk mengibarkan bendera setengah tiang selama 7 hari berturut-turut.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto di rumah duka, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Sabtu (26/9/2026).

Baca Juga: Kisah Fatmawati Ibunda Guruh Soekarnoputra: Dari Penjual Kacang Goreng hingga Menjadi Ibu Negara RI Pertama

Hasto menegaskan, sosok Guruh Soekarnoputra bukan sekadar keluarga trah Soekarno, melainkan figur pejuang kebudayaan dan marhaenis sejati yang memberi warna besar dalam sejarah perjalanan PDIP. 

Salah satu warisan terbesarnya bagi partai adalah ciptaan lagu kebanggaan kader, Mars PDI Perjuangan.

"Keluarga besar PDI Perjuangan memberikan penghormatan terbaik melalui protokol partai dan akan mengibarkan bendera setengah tiang selama 7 hari," ujar Hasto.

Baca Juga: Meninggal di Usia 73 Tahun, Guruh Soekarnoputra Akan Dimakamkan di Sebelah Fatmawati, sang Ibunda

Hasto juga membeberkan bahwa sejak almarhum pertama kali masuk rumah sakit, sang kakak, Megawati Soekarnoputri, terus memantau perkembangan kesehatan adiknya dengan penuh kasih sayang.

Bahkan, Ketum PDIP itu terlibat diskusi intensif dengan tim dokter spesialis hingga detik-detik terakhir.

 

 

Isak Tangis dan Suasana Haru Pemakaman di TPU Karet Bivak

Usai disemayamkan di rumah duka, jenazah almarhum Guruh Soekarnoputra diantarkan ke tempat peristirahatan terakhirnya di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, pada Sabtu sore.

Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan sarat emosi. 

Megawati Soekarnoputri tampak didampingi sang adik, Sukmawati Soekarnoputra, berjalan bergandengan tangan menuju pusara almarhum.

Baca Juga: Kapan Laga Panas Timnas Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026? Cek Jadwal Siaran Langsung

Megawati dan Sukmawati menjadi sosok pertama yang menaburkan bunga dan menyiramkan air mawar ke atas makam Guruh.

Didampingi Prananda Prabowo dan Puan Maharani yang turut memberikan penghormatan terakhir bagi paman mereka.

Kenangan Hangat SBY

Tak hanya dari lingkaran internal partai, ungkapan belasungkawa juga mengalir dari tokoh bangsa lainnya. 

Baca Juga: Komitmen Bentuk Karakter Generasi Muda, Pemkab Sragen Lantik 6.081 Pramuka Garuda Secara Serentak

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), turut melayat langsung ke rumah duka di Jalan Sriwijaya.

 

Di hadapan awak media, SBY mengenang momen berkesan saat dirinya masih menjabat sebagai Kepala Negara dan mengundang Guruh secara khusus ke Istana Negara untuk berdiskusi panjang.

"Secara pribadi, saya punya kenangan indah dengan beliau. Waktu saya memimpin Indonesia, secara khusus beliau saya undang ke kantor Presiden. Cukup lama kami berbincang-bincang tentang banyak hal, bukan di bidang politik, tapi apa yang bisa dilakukan bangsa ini melalui pendekatan budaya dan seni. Sangat menarik," kenang SBY.

SBY mengungkapkan, hubungan baik dan tali silaturahmi di antara keduanya tetap terjalin erat bahkan setelah dirinya purnatugas dari jabatan presiden, termasuk saat beberapa kali bertemu di pameran seni lukis.

Editor : Syahaamah Fikria
guruh soekarnoputra megawati soekarnoputra PDIP Perjuangan bendera setengah tiang pdip