Tinjau Murid Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang, Gibran dan Ahmad Luthfi Janji Evaluasi Tata Kelola SPPG

Tri wahyu Cahyono • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 16:29 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mendampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau penanganan kasus dugaan keracunan massal program MBG di Kabupaten Batang, Senin (28/9/2026). (PEMPROV JATENG)
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mendampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau penanganan kasus dugaan keracunan massal program MBG di Kabupaten Batang, Senin (28/9/2026). (PEMPROV JATENG)

RADARSOLO.COM- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau secara langsung penanganan kasus dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Senin (28/9/2026).

Terdapat tiga titik lokasi kunjungan kerja yang ditinjau Gibran dan Ahmad Luthfi.

Meliputi RSUD Limpung, Puskesmas Bawang, serta SD Negeri Pasusukan Kecamatan Bawang.

Baca Juga: Buka Rumah Rakyat untuk Nobar Timnas Indonesia vs Singapura, Gubernur Luthfi Bawa Kebersamaan Warga Jateng

Saat menyambangi Puskesmas Bawang, Wapres menyerap langsung keluhan dan aspirasi dari warga serta keluarga korban.

Berdasarkan data terkini, pasien terdampak yang masih menjalani perawatan inap di Puskesmas Bawang tersisa delapan orang.

Terdiri dari empat pasien dewasa dan empat pasien usia pelajar.

Dari jumlah tersebut, tercatat satu pasien baru masuk penanganan pada Senin (28/9/2026) pagi.

Gibran dan Ahmad Luthfi tiba di Puskesmas Bawang sekira pukul 10.00 WIB usai berdialog dengan para korban di RSUD Limpung.

Didampingi Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, rombongan langsung menuju Ruang Anggrek, Dahlia, dan Mawar untuk memastikan pemulihan korban.

Baca Juga: Sukses Tekan Stunting Hingga 2 Persen, Gubernur Luthfi Minta Daerah Lain Meniru Demak dan Kabupaten Semarang

Usai dari Puskesmas Bawang, Wapres bersama Gubernur Jateng bertolak meninjau dan berdialog bersama jajaran wali murid di SD Negeri Pasusukan.

Dalam ruang dialog tersebut, para orang tua murid tidak menuntut agar program MBG dihentikan total.

Mereka berharap program pemenuhan gizi anak tersebut tetap dilanjutkan dengan catatan perbaikan manajemen dan tata kelola yang jauh lebih profesional.

Salah seorang wali murid, Nuriah, mengutarakan keluhan serta harapannya terkait penyelenggaraan MBG ke depan.

Menurut Nuriah, Wapres Gibran menyampaikan komitmennya untuk membenahi tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khususnya di kawasan Kecamatan Bawang.

Baca Juga: Jaga Ketahanan Pangan Nasional, Gubernur Ahmad Luthfi Perketat Alih Fungsi Sawah di Jawa Tengah

Langkah evaluasi komprehensif dinilai sangat vital agar insiden serupa tidak terulang.

Kendati kondisi anaknya kini telah membaik dan kembali bersekolah setelah menjalani perawatan selama tiga hari di rumah sakit, peristiwa tersebut menyisakan trauma bagi pihak keluarga.

Aspirasi senada diutarakan para siswa SD Negeri Pasusukan yang terdampak, di antaranya Faiz Fatih Ardani dan As'ad Arif Nurul Munji, murid kelas 6.

Keduanya menyatakan kondisinya sudah pulih dan berharap program MBG tetap berjalan dengan perbaikan mutu.

“Semoga itu program MBG bisa diperbaiki dan dilanjutkan,” kata Faiz.

Kronologi dan Data Korban

Baca Juga: Tinjau Kebakaran di TPA Putri Cempo Solo, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Keselamatan Warga Diprioritaskan

Merujuk data resmi SD Negeri Pasusukan, tercatat sebanyak 26 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 menjadi korban terdampak.

Selain itu, terdapat tujuh warga sekolah lainnya yang mengalami gejala keracunan, termasuk kepala sekolah.

Para korban mulai merasakan keluhan fisik secara bertahap sejak Rabu (23/9/2026).

Kepala SDN Pasusukan Maryana mengatakan, gejala dugaan keracunan tidak langsung muncul seketika.

Makanan MBG tiba di sekolah setempat sekira pukul 08.30 dan dikonsumsi para murid saat jam istirahat sekira pukul 09.00 WIB.

Namun, keluhan kesehatan baru merebak beberapa jam berselang.

Baca Juga: Pengentasan Kemiskinan di Jateng Sukses Tekan Angka Warga Miskin, Langkah Gubernur Ahmad Luthfi Panen Apresias

“Kalau untuk anak-anak beragam dari mulai malam. Ada juga yang esok harinya. Enggak sama,” terang Maryana.

Maryana menambahkan, 26 siswa yang sempat terdampak kini telah diperbolehkan pulang.

Sementara satu orang guru masih menjalani perawatan intensif di RSUD Limpung.

Keluhan dominan yang dirasakan para korban adalah mual dan diare.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bawang Ida Suryani menuturkan, penanganan medis dimulai sejak Rabu (23/9/2026).

Akumulasi total warga yang mendapatkan penanganan medis mencapai 597 orang.

Rinciannya, 32 orang rawat inap di puskesmas, 384 orang rawat jalan, serta 182 orang dirujuk ke RSUD Limpung, RSUD Batang, dan Puskesmas Rawat Inap lainnya di Kabupaten Batang.

Rentang usia korban yakni dari balita hingga kelompok lansia.

"Hari ini yang masih dirawat inap di sini ada 8 orang dan kondisinya sudah cukup membaik,” kata Ida.

Baca Juga: Tembus 6,69 Juta Ton hingga Agustus, Gubernur Luthfi Optimistis Target Produksi Padi Jateng Tercapai

Ia menjelaskan, gejala awal yang dialami para pasien saat tiba di puskesmas meliputi mual, sakit perut, muntah, diare, serta demam panas-dingin.

Penyebab pasti keracunan belum dapat disimpulkan secara medis lantaran hasil pengujian sampel laboratorium diperkirakan baru keluar dalam tempo 20 hari.

Menyikapi insiden tersebut, pihak Puskesmas Bawang bakal memperketat pengawasan dan audit laik sanitasi higienis bersama pengelola SPPG setempat.

"Kita juga sudah kerja sama dengan SPPG untuk masalah kelaikan sanitasi higienisnya, puskesmas juga sering meninjau ke SPPG supaya tidak terjadi hal seperti ini lagi. Koordinasi dengan SPPG berjalan," ungkap Ida. (wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Pemprov Jateng
keracunan mbg di batang Wapres Gibran Rakabuming Raka dugaan keracunan MBG Gubernur Jateng Ahmad Luthfi