Cara Merawat Tanaman Melon agar Cepat Berbuah, Jangan Lewatkan Tahap Pemangkasan

Nur Pramudito • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 11:31 WIB
Cara Merawat Tanaman Melon agar Cepat Berbuah, Jangan Lewatkan Tahap Pemangkasan
Cara Merawat Tanaman Melon agar Cepat Berbuah, Jangan Lewatkan Tahap Pemangkasan

RADARSOLO.COM - Menanam melon di pot tidak berhenti setelah bibit dipindahkan ke media tanam. Agar tanaman tumbuh sehat dan mampu menghasilkan buah yang berkualitas, perawatan perlu dilakukan secara rutin sejak tanaman mulai berkembang hingga memasuki masa panen.

Melon (Cucumis melo) termasuk tanaman buah semusim dari keluarga labu-labuan. Tanaman ini dapat dibudidayakan di halaman rumah menggunakan pot atau polybag, sehingga cocok bagi masyarakat yang tidak memiliki lahan luas.

Perawatan melon dalam pot juga relatif mudah karena kebutuhan air, pupuk, serta kondisi media tanam dapat lebih mudah dikontrol. Namun, tanaman tetap membutuhkan penyangga, pemangkasan, pemupukan, serta pengawasan terhadap hama dan penyakit.

Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk merawat tanaman melon di pot agar pertumbuhannya optimal.

1. Pastikan kebutuhan air terpenuhi

Penyiraman menjadi salah satu bagian penting dalam perawatan tanaman melon. Tanaman membutuhkan air yang cukup untuk mendukung pertumbuhan batang, daun, dan buah.

Penyiraman sebaiknya dilakukan sesuai kondisi media tanam. Jangan sampai media terlalu kering, tetapi hindari pula penyiraman berlebihan yang dapat menyebabkan air menggenang.

Penggunaan pot justru memudahkan pengaturan air karena kondisi media dapat dipantau secara langsung. Pastikan pot memiliki lubang drainase yang baik agar kelebihan air dapat keluar.

2. Pasang ajir sebagai penyangga

Tanaman melon memiliki karakter pertumbuhan merambat sehingga membutuhkan ajir atau penyangga.

Ajir dapat dibuat menggunakan bilah bambu dengan panjang sekitar 150-200 cm. Tancapkan ajir dengan kuat ke dalam media tanam agar tidak mudah roboh ketika tanaman semakin besar.

Arahkan batang melon untuk merambat pada ajir. Dengan begitu, pertumbuhan tanaman menjadi lebih teratur dan buah tidak langsung menyentuh permukaan tanah.

3. Pangkas cabang yang tidak diperlukan

Pemangkasan diperlukan untuk mengatur pertumbuhan tanaman melon. Cabang yang terlalu banyak dapat membuat nutrisi tanaman terbagi sehingga pertumbuhan buah yang dipilih kurang maksimal.

Calon buah umumnya dapat dipilih dari cabang ke-7 hingga ke-12. Untuk tanaman melon yang ditanam di pot, satu tanaman dapat difokuskan untuk membesarkan satu buah.

Cabang atau bakal buah lain yang tidak dipilih dapat dipangkas secara hati-hati. Dengan cara ini, nutrisi tanaman dapat lebih diarahkan untuk mendukung perkembangan buah utama.

4. Berikan pupuk secara berkala

Selain air, melon membutuhkan nutrisi selama masa pertumbuhan. Pemupukan susulan dapat dilakukan menggunakan pupuk NPK 16-16-16 dan KNO3.

Pupuk dapat ditaburkan di sekitar tanaman atau dilarutkan dengan air sebelum diberikan.

Dalam panduan Cybex Kementerian Pertanian RI, pupuk NPK diberikan sebanyak 10 gram per pot pada 14, 24, 34, dan 44 hari setelah tanam (HST).

Kemudian pada 54 HST digunakan pupuk dengan dosis 1 gram per liter air dan diberikan sebanyak 1 liter larutan per pot.

Pemberian pupuk tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tanaman dan petunjuk penggunaan produk yang digunakan.

5. Letakkan tanaman di tempat yang mendapat cukup cahaya

Tanaman melon membutuhkan lingkungan yang mendukung pertumbuhan. Karena itu, pot sebaiknya ditempatkan di area halaman yang mendapatkan cahaya matahari yang cukup.

Paparan cahaya membantu proses fotosintesis sehingga tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Pastikan pula lokasi penanaman memiliki sirkulasi udara yang baik. Kondisi lingkungan yang terlalu lembap dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit pada tanaman.

6. Periksa tanaman dari serangan hama

Tanaman melon yang ditanam di pot tetap dapat terserang berbagai hama. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan secara rutin dengan memperhatikan kondisi daun, batang, dan buah.

Jika ditemukan tanda-tanda serangan, lakukan pengendalian menggunakan metode yang sesuai. Insektisida dapat digunakan untuk mengendalikan hama apabila memang diperlukan.

Penggunaan produk pengendali hama sebaiknya mengikuti dosis dan petunjuk yang tercantum pada label.

7. Waspadai penyakit pada daun dan buah

Selain hama, tanaman melon juga dapat mengalami gangguan akibat penyakit.

Salah satu langkah penting adalah menjaga kondisi tanaman agar tidak terlalu lembap dan memastikan drainase pot berjalan baik.

Jika penyakit mulai muncul, fungisida yang sesuai dapat digunakan berdasarkan jenis gangguan yang menyerang tanaman. Pada musim penghujan, penggunaan bahan pengendali dapat disertai zat perekat agar lebih mudah menempel pada permukaan tanaman, terutama daun.

8. Perhatikan perkembangan buah

Setelah calon buah dipilih, lakukan pengawasan secara rutin. Pastikan buah berkembang dengan baik dan tidak mengalami kerusakan akibat hama maupun penyakit.

Karena tanaman merambat menggunakan ajir, posisi batang dan buah juga perlu diperhatikan agar tidak membebani tanaman.

Pemangkasan cabang yang tidak diperlukan dapat terus dilakukan untuk membantu tanaman memusatkan pertumbuhan pada buah yang dipelihara.

9. Kenali tanda melon siap dipanen

Perawatan tanaman melon akhirnya akan berujung pada masa panen. Buah sebaiknya dipanen ketika sudah mencapai tingkat kematangan yang sesuai.

Beberapa tanda melon matang dapat dilihat dari perubahan warna kulit buah yang semula kehijauan menjadi kekuningan. Buah juga biasanya mulai mengeluarkan aroma khas melon yang lebih kuat.

Tanda lainnya adalah munculnya keretakan pada bagian ujung tangkai buah.

Jika tanda-tanda tersebut sudah terlihat, melon dapat dipanen dengan memotong tangkainya secara hati-hati.

Merawat tanaman melon di pot sebenarnya tidak membutuhkan lahan luas. Dengan penyiraman yang tepat, pemupukan teratur, pemasangan ajir, pemangkasan, serta pengawasan terhadap hama dan penyakit, tanaman dapat tumbuh dengan baik hingga menghasilkan buah.

Kunci perawatannya adalah konsisten memantau kondisi tanaman dan menyesuaikan perlakuan dengan tahap pertumbuhannya.

Editor : Nur Pramudito
Melon Dalam Pot tanaman melon Merawat Melon Pupuk melon menyiram melon