RADARSOLO.COM - Menanam melon di pot atau polybag di halaman rumah membutuhkan perawatan yang cukup teliti hingga tanaman menghasilkan buah.
Setelah melalui tahap penyiraman, pemupukan, pemangkasan, dan pengendalian hama, pertanyaan yang sering muncul adalah kapan waktu yang tepat untuk memanen melon?
Memanen melon terlalu cepat dapat membuat buah belum mencapai tingkat kematangan yang optimal. Sebaliknya, jika terlambat dipanen, kualitas buah juga dapat menurun.
Melon (Cucumis melo) merupakan tanaman buah semusim dari keluarga labu-labuan. Tanaman ini dapat dibudidayakan di lahan terbatas menggunakan pot atau polybag, sehingga cocok ditanam di halaman rumah.
Mengutip laman Cybex Kementerian Pertanian RI, kematangan buah melon dapat dikenali melalui sejumlah perubahan pada buah, mulai dari warna kulit, aroma, hingga kondisi tangkai.
Berikut panduan mengetahui waktu panen tanaman melon yang ditanam di pot.
Kapan tanaman melon bisa dipanen?
Waktu panen melon tidak hanya ditentukan berdasarkan umur tanaman. Kondisi buah menjadi salah satu indikator penting untuk menentukan apakah melon sudah layak dipetik.
Buah yang sudah matang sempurna umumnya mengalami perubahan warna pada kulit. Warna yang sebelumnya kehijauan mulai berubah menjadi kekuningan.
Selain perubahan warna, aroma buah juga semakin kuat. Melon yang matang biasanya mengeluarkan aroma khas yang cukup menyengat sehingga dapat dikenali tanpa harus membelah buah.
Tanda lainnya dapat dilihat pada bagian tangkai. Jika mulai muncul keretakan pada ujung tangkai buah, hal tersebut dapat menjadi salah satu indikator bahwa melon telah memasuki tahap matang.
Kenali perubahan warna kulit buah
Salah satu cara paling mudah untuk memantau kematangan melon adalah memperhatikan perubahan warna kulitnya.
Pada awal pertumbuhan, kulit buah umumnya berwarna hijau. Seiring proses pematangan berlangsung, warna tersebut dapat berubah menjadi lebih kekuningan.
Karena itu, pemeriksaan buah sebaiknya dilakukan secara rutin ketika tanaman mulai memasuki fase akhir pertumbuhan. Perubahan warna dapat menjadi petunjuk bahwa waktu panen semakin dekat.
Cek aroma melon sebelum dipanen
Selain melihat warna kulit, aroma juga dapat menjadi petunjuk tingkat kematangan buah.
Melon yang telah matang biasanya mengeluarkan aroma khas yang lebih kuat. Jika aroma tersebut mulai tercium dengan jelas dari buah, tanaman perlu lebih sering diperiksa untuk menentukan waktu pemanenan.
Namun, aroma sebaiknya tidak digunakan sebagai satu-satunya indikator. Perhatikan pula warna kulit dan kondisi tangkai buah.
Perhatikan bagian tangkai buah
Tangkai juga dapat memberikan tanda bahwa melon sudah mendekati masa panen.
Salah satu ciri yang disebutkan dalam panduan budidaya melon adalah munculnya keretakan pada bagian ujung tangkai buah.
Ketika tanda tersebut mulai terlihat dan disertai perubahan warna serta aroma buah yang semakin kuat, melon dapat dipertimbangkan untuk dipanen.
Pastikan tanaman mendapatkan perawatan menjelang panen
Agar buah berkembang dengan baik sampai waktunya dipanen, tanaman melon tetap perlu dirawat.
Jika ditanam dalam pot, pastikan media tanam memiliki drainase yang baik. Penyiraman dilakukan sesuai kondisi media dan kebutuhan tanaman agar tidak terlalu kering maupun terlalu basah.
Pemasangan ajir juga penting karena melon merupakan tanaman merambat. Ajir dapat menggunakan bambu dengan panjang sekitar 150-200 cm untuk membantu menopang pertumbuhan tanaman.
Pemangkasan juga dilakukan untuk mengatur pertumbuhan tanaman. Dalam budidaya melon di pot, satu tanaman dapat difokuskan untuk membesarkan satu buah sehingga nutrisi lebih terarah.
Jangan lupakan pemupukan
Tanaman melon tetap membutuhkan nutrisi selama masa pertumbuhan hingga mendekati panen.
Pupuk susulan dapat menggunakan NPK 16-16-16 dan KNO3 sesuai kebutuhan tanaman serta petunjuk penggunaan produk.
Dalam panduan Cybex Kementerian Pertanian RI, pemberian pupuk NPK antara lain dilakukan pada 14, 24, 34, dan 44 hari setelah tanam (HST), masing-masing sebanyak 10 gram per pot.
Pada 54 HST, pupuk diberikan dengan dosis 1 gram per liter air dan sebanyak 1 liter larutan untuk setiap pot.
Pemberian pupuk perlu disesuaikan dengan kondisi tanaman agar tidak berlebihan.
Lindungi buah dari hama dan penyakit
Menjelang panen, tanaman melon tetap rentan mengalami serangan hama maupun penyakit. Karena itu, kondisi daun, batang, dan buah perlu diperiksa secara rutin.
Jika ditemukan serangan hama, pengendalian dapat dilakukan menggunakan insektisida yang sesuai. Sementara itu, fungisida dapat digunakan apabila tanaman mengalami gangguan penyakit yang memerlukannya.
Penggunaan pestisida harus mengikuti dosis dan petunjuk pada label produk. Pada musim penghujan, bahan pengendali dapat ditambahkan zat perekat sesuai petunjuk agar lebih mudah menempel pada permukaan daun.
Cara memanen melon di pot
Ketika buah telah menunjukkan tanda-tanda matang, proses pemanenan dapat dilakukan dengan hati-hati.
Hindari menarik buah secara paksa karena dapat merusak tanaman maupun buah. Gunakan alat potong yang bersih dan tajam untuk memotong bagian tangkai.
Setelah dipanen, melon dapat diletakkan di tempat yang bersih dan sesuai sebelum dikonsumsi.
Tiga tanda utama melon siap dipanen
Bagi yang menanam melon di halaman rumah, setidaknya ada tiga tanda yang dapat diperhatikan ketika menentukan waktu panen.
Pertama, warna kulit berubah. Kulit buah yang sebelumnya kehijauan mulai berubah menjadi kekuningan.
Kedua, aroma semakin kuat. Buah melon matang biasanya mengeluarkan aroma khas yang lebih menyengat.
Ketiga, ujung tangkai mulai retak. Kondisi ini dapat menjadi salah satu tanda bahwa buah telah mencapai kematangan.
Dengan memperhatikan ketiga indikator tersebut, pemilik tanaman dapat menentukan waktu panen dengan lebih tepat.
Menanam melon di pot memang membutuhkan perhatian sejak tahap pembibitan hingga pembentukan buah. Namun, ketika tanaman mulai menunjukkan tanda-tanda matang, proses perawatan tersebut akan terbayar dengan buah melon yang siap dipanen dari halaman rumah sendiri.
Editor : Nur PramuditoSumber : https://balconygardenweb.com/