Cara Menanam Kangkung di Botol Plastik Bekas: Cuma 5 Langkah, 3 Minggu Bisa Langsung Panen

Syahaamah Fikria • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 19:40 WIB
Menanam kangkung di botol plastik bekas.
Menanam kangkung di botol plastik bekas.

 

RADARSOLO.COM - Mimpi memiliki kebun sayur sendiri kini bukan lagi sekadar angan-angan bagi warga perkotaan yang memiliki lahan terbatas. 

Dengan memanfaatkan botol plastik bekas air mineral, Anda bisa mempraktikkan metode tanam semi-hidroponik yang praktis, murah, dan tentunya menghasilkan sayuran sehat bebas pestisida kimia.

Kangkung air (Ipomoea aquatica) menjadi pilihan primadona bagi para pemula. 

Baca Juga: Cara Menanam Cabai bagi Pemula di Rumah, Panduan Lengkap dari Pilih Bibit Berkualitas hingga Panen Melimpah

Selain daya tahannya yang kuat, tanaman ini tumbuh sangat cepat. 

Hanya dalam hitungan minggu, kangkung segar hasil jerih payah sendiri sudah siap diolah menjadi hidangan lezat di meja makan.

Mengapa Memilih Botol Bekas?

Menggunakan limbah botol plastik sebagai media tanam tidak hanya menekan biaya berkebun hingga nyaris gratis, tetapi juga membawa berbagai keuntungan strategis:

Baca Juga: Cara Menanam Timun di Pot Rumah, Cocok untuk Lahan Sempit dan Mudah Dipraktikkan, Bisa Panen dalam 7–8 Minggu

- Efisiensi Ruang Tinggi: Botol bisa digantung di tembok, disusun di rak vertikal, atau diletakkan berjejer di pinggir teras.

- Hemat Air dan Terukur: Sistem hidroponik sumbu (wick system) memastikan air tidak terbuang percuma ke tanah.

 

- Ramah Lingkungan: Anda secara aktif membantu mendaur ulang limbah plastik rumah tangga yang sulit terurai.

- Praktis Dipantau: Wadah botol yang transparan memudahkan Anda mengecek ketersediaan air dan perkembangan akar kapan saja.

Persiapan Alat, Bahan dan Benih

Sebelum mulai merakit sistem hidroponik mini, pastikan telah menyiapkan bahan-bahan berikut:

Baca Juga: Kapan BSU Rp900 Ribu 2026 Akan Cair? Ini Jadwal dan Syarat yang Wajib Diketahui Pekerja 

1. Botol Plastik Bekas: Ukuran 600 ml atau 1,5 liter (cuci bersih dari sisa minuman manis).

2. Kain Flanel / Sumbu Kompor: Berfungsi sebagai perantara yang menyerap air nutrisi ke atas menuju akar.

3. Media Tanam: Bisa menggunakan rockwool, sekam bakar, atau cocopeat. Pastikan media bersifat gembur dan mampu menahan kelembapan.

Baca Juga: Link BSU 2026, Cek Bantuan Subsidi Upah Rp900 Ribu Apakah Sudah Cair? Ini Penjelasannya

4. Benih Kangkung Unggul: Pilih biji yang utuh. Rendam benih dalam air suhu normal selama 6–12 jam, buang benih yang mengapung dan gunakan benih yang tenggelam karena memiliki daya tumbuh yang baik.

 

 

Cara Menanam Kangkung Hidroponik

Setelah semua bahan siap, proses perakitannya sangatlah mudah dan bisa dilakukan bersama anggota keluarga di waktu luang.

1. Potong Botol Jadi Dua Bagian

Gunakan gunting atau cutter untuk memotong botol plastik air mineral menjadi dua bagian. 

Bagian bawah akan berfungsi sebagai tandon (penampung air nutrisi), sedangkan bagian atas (berbentuk corong) akan menjadi wadah media tanam.

Baca Juga: Bagian Dapur Hangus Dilalap Api, Diduga Berawal dari Bakar Sampah Merembet ke Rumah Warga Cawas Klaten

2. Pasang Sumbu Kapiler

Lepas tutup botol sebelum memasang sumbu.Masukkan kain flanel memanjang melalui lubang leher botol bagian atas. 

Pastikan sumbu menjuntai cukup panjang ke bawah agar nantinya bisa menyentuh dasar tandon air, sementara bagian atasnya menyebar di dasar wadah tanam.

 

 

3. Isi Media Tanam

Masukkan media tanam (seperti sekam bakar atau cocopeat) ke dalam bagian atas botol (corong). Jangan mengisinya terlalu padat agar sirkulasi udara di area akar tetap terjaga.

4. Tabur Benih dan Susun Botol

Letakkan 3–5 butir benih kangkung yang sudah direndam ke atas media tanam, beri jarak agar tidak terlalu berdempetan. 

Baca Juga: 8.889 Pemilih Dicoret dari Data Pemilih Wonogiri, Ini Alasannya

Tutup tipis dengan sedikit media tanam. Setelah itu, letakkan corong (bagian atas botol) secara terbalik ke dalam tandon (bagian bawah botol).

5. Isi Tandon dengan Larutan Nutrisi

Tuangkan air yang telah dicampur nutrisi hidroponik (seperti AB Mix) ke dalam tandon (botol bagian bawah). Pastikan ujung bawah sumbu flanel terendam penuh agar nutrisi bisa merambat naik membasahi media tanam.

Perawatan Rutin Harian hingga Masa Panen

Kangkung merupakan tanaman yang menyukai sinar matahari. 

 

Letakkan botol-botol tanaman di area yang mendapat paparan cahaya matahari langsung minimal 4–6 jam sehari agar daunnya tumbuh hijau segar dan batangnya kokoh.

Periksa ketersediaan larutan nutrisi di tandon setidaknya tiga hari sekali. Jika volume air menyusut karena penguapan atau diserap tanaman, segera tambahkan larutan AB Mix baru. 

Pastikan juga area di sekitar tanaman tidak terlalu lembap agar terhindar dari jamur atau serangan hama kutu daun.

Baca Juga: Unik, Manusia Purba Sangiran Ikut Meriahkan Hari Batik di Sragen

Kangkung yang ditanam dengan sistem hidroponik botol bekas biasanya sudah bisa dipanen pada usia 21 hingga 30 hari setelah tanam.

Tips Panen Berkali-kali:

Alih-alih mencabut tanaman beserta akarnya, pangkaslah batang kangkung menggunakan gunting dan sisakan sekitar 2–3 cm dari pangkal media tanam. 

Sisa potongan ini akan memunculkan tunas-tunas baru yang bisa Anda panen kembali dalam 10–14 hari berikutnya.

Setelah masa produktif tanaman habis (biasanya setelah 2-3 kali pemangkasan), cuci kembali botol bekas Anda dan ganti dengan media tanam serta benih yang baru untuk siklus berikutnya.

 

Editor : Syahaamah Fikria
cara menanam cara menanam kangkung kangkung hidroponik botol bekas