RADARSOLO.COM - Bawang merah menjadi salah satu bahan penting yang hampir selalu tersedia di dapur.
Selain digunakan sebagai bumbu berbagai masakan, tanaman bawang merah juga dapat dibudidayakan sendiri di rumah, termasuk menggunakan lahan yang terbatas.
Cara menanam bawang merah di rumah bisa dilakukan menggunakan pot maupun polybag.
Metode ini cocok bagi masyarakat yang ingin memenuhi sebagian kebutuhan bawang merah untuk konsumsi keluarga tanpa membutuhkan lahan yang luas.
Selain praktis dan relatif hemat, tanaman bawang merah dalam polybag juga dapat membuat halaman rumah terlihat lebih hijau dan asri.
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan tanaman semusim yang menghasilkan umbi berlapis.
Tanaman ini memiliki akar serabut dan daun berbentuk silinder berongga. Umbinya terbentuk dari bagian pangkal daun yang mengalami pembesaran dan kemudian berkembang menjadi umbi.
Bawang merah termasuk tanaman sayuran yang dapat tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi hingga sekitar 900 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Tanaman ini menyukai kondisi yang cenderung kering, suhu cukup hangat, serta mendapatkan paparan sinar matahari yang memadai.
Karena membutuhkan cahaya cukup panjang, bawang merah akan tumbuh lebih baik jika ditempatkan di area rumah yang terbuka dan mendapat sinar matahari.
Dikutip dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Buleleng, berikut panduan cara menanam bawang merah di rumah menggunakan polybag.
1. Siapkan pot atau polybag dan media tanam
Langkah pertama dalam menanam bawang merah adalah menyiapkan wadah. Anda dapat menggunakan polybag berukuran sekitar 30 cm atau pot dengan ukuran yang sesuai.
Media tanam dapat dibuat dari campuran:
- Tanah yang gembur
- Arang sekam
- Pupuk kandang atau kompos
Gunakan perbandingan 1:1:1 untuk ketiga bahan tersebut. Campurkan hingga merata sebelum dimasukkan ke dalam pot atau polybag.
Media tanam yang gembur akan membantu perkembangan akar dan pembentukan umbi bawang merah.
2. Pilih bibit bawang merah yang berkualitas
Pemilihan bibit menjadi salah satu bagian penting dalam cara menanam bawang merah agar tanaman dapat tumbuh optimal.
Pilih umbi yang masih segar, sehat, tidak terserang hama, serta sudah dibersihkan dari kulit luar yang mengelupas.
Bibit yang dianjurkan merupakan bawang merah yang telah disimpan sekitar 2,5 hingga empat bulan. Pada kondisi tersebut, titik tumbuh umbi diharapkan sudah mencapai sekitar 80 persen sehingga lebih siap ditanam.
3. Potong ujung umbi sebelum ditanam
Sebelum memasukkan bibit ke dalam polybag atau pot, bagian ujung umbi dapat dipotong terlebih dahulu.
Setelah itu, bibit dicampur atau diberi perlakuan fungisida. Diamkan selama beberapa jam sebelum proses penanaman.
Tahapan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan bibit sebelum ditanam pada media yang telah disediakan.
4. Tanam bawang merah di polybag
Setelah bibit siap, buat lubang pada media tanam. Masukkan umbi bawang merah dengan posisi bagian tumbuh menghadap ke atas.
Umbi cukup dibenamkan hingga bagian lehernya. Jangan menanam seluruh umbi terlalu dalam karena dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman.
Setelah ditanam, letakkan pot atau polybag bawang merah di tempat terbuka yang mendapatkan sinar matahari cukup.
5. Berikan pupuk secara rutin
Perawatan menjadi bagian penting setelah menanam bawang merah di rumah.
Pupuk yang dapat digunakan adalah NPK 16-16-16. Larutkan sekitar 1 gram pupuk NPK ke dalam 1 liter air.
Berikan larutan tersebut sebanyak sekitar 200 ml atau satu gelas per polybag setiap minggu hingga tanaman berumur enam minggu. Pupuk diberikan dengan cara dikocorkan di sekitar tanaman.
Ketika memasuki musim kemarau, penyiraman dapat dilakukan hingga dua kali sehari untuk menjaga kebutuhan air tanaman.
Namun, setelah tanaman berumur sekitar 1,5 bulan, penyiraman cukup dilakukan satu kali sehari. Pada tahap ini, tanaman juga dapat diberikan pupuk susulan berupa urea sebanyak 2 gram per polybag untuk membantu perkembangan umbi.
6. Bersihkan gulma di sekitar tanaman
Gulma yang tumbuh di dalam pot atau polybag perlu segera dibersihkan karena dapat mengganggu pertumbuhan bawang merah.
Penyiangan pertama dapat dilakukan ketika tanaman berumur sekitar dua minggu. Cabut rumput atau tanaman pengganggu yang tumbuh di sekitar bawang merah secara hati-hati.
Penyiangan dapat dilakukan satu hingga dua kali sesuai kondisi media tanam.
7. Kendalikan hama dan penyakit
Tanaman bawang merah juga perlu diperiksa secara berkala untuk mengetahui adanya serangan hama maupun penyakit.
Pengendalian hama sebaiknya mengutamakan penggunaan pestisida nabati. Jika serangan sudah melewati ambang batas dan membutuhkan penanganan lebih lanjut, pestisida kimia dapat digunakan sesuai jenis, dosis, dan aturan pemakaian.
8. Panen bawang merah
Bawang merah yang ditanam untuk kebutuhan konsumsi umumnya dapat dipanen ketika berumur sekitar 60 hari.
Beberapa tanda tanaman sudah siap dipanen antara lain:
- Daun mulai menguning dan berguguran.
- Leher batang terlihat mulai kendur.
- Umbi mulai mencuat ke permukaan tanah.
- Sebagian besar tanaman sudah rebah.
Jika bawang merah ditanam untuk dijadikan bibit, waktu panennya dapat dilakukan lebih lama, yakni sekitar 70 hari.
Dengan menggunakan pot atau polybag, cara menanam bawang merah di rumah dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mencoba berkebun meski memiliki lahan terbatas.
Selain relatif mudah dilakukan, hasil panennya juga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bumbu dapur sehari-hari.
Editor : Nur Pramudito