Berkat Program Sekolah Berintegritas, Pemprov Jateng Terima Penghargaan Khusus dari KPK

Tri wahyu Cahyono • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 15:17 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menerima penghargaan dari KPK dalam ajang Apresiasi Komitmen Pendidikan Antikorupsi Tahun 2026 di Gedung Juang KPK, Jakarta, Selasa (6/10/2026). Penghargaan diberikan atas konsistensi penguatan nilai integritas di lingkungan pendidikan melalui program inovatif Sekolah Berintegritas (SBI).
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menerima penghargaan dari KPK dalam ajang Apresiasi Komitmen Pendidikan Antikorupsi Tahun 2026 di Gedung Juang KPK, Jakarta, Selasa (6/10/2026). Penghargaan diberikan atas konsistensi penguatan nilai integritas di lingkungan pendidikan melalui program inovatif Sekolah Berintegritas (SBI).

RADARSOLO.COM-Pemprov Jateng menerima penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam ajang Apresiasi Komitmen Pendidikan Antikorupsi Tahun 2026.

Yakni apresiasi atas konsistensi penguatan nilai integritas di lingkungan pendidikan melalui program inovatif Sekolah Berintegritas (SBI).

Penghargaan tersebut diterima Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam rangkaian acara peluncuran Indeks Integritas Pendidikan Tahun 2026 yang digelar KPK di Gedung Juang KPK, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).

Baca Juga: Tekan Angka Kemiskinan Lewat Sektor Pendidikan, Program Sekolah Kemitraan Pemprov Jateng Tampung Ribuan Siswa

Ahmad Luthfi menyampaikan, penghargaan ini menjadi pemacu semangat dalam memperluas jangkauan pencegahan tindak pidana korupsi yang ditanamkan sejak usia sekolah.

“Pencegahan dini pada anak-anak kita ini sangat penting sekali, ini sebagai upaya membangun integritas secara nasional,” ujarnya.

Luthfi membeberkan, pelaksanaan program SBI menyasar empat pilar utama di sekolah, yakni kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan non-guru, serta murid.

Kepala sekolah diarahkan memperkuat transparansi tata kelola anggaran, guru mengintegrasikan nilai kejujuran dalam pembelajaran, serta siswa dibiasakan tidak menyontek dan menjalankan organisasi OSIS secara jujur.

“Jangan sampai masuk sekolah bayar, kemudian ada pungli dan lain sebagainya. Jadi pendidikan dini ini digunakan untuk upaya pencegahan, bahwa integritas dalam pencegahan tindak pidana korupsi disiapkan dari anak-anak kita,” urai Luthfi.

Program SBI di Jawa Tengah kali pertama diinisiasi pada 2023 dengan melibatkan 104 sekolah.

Baca Juga: Peluang Kerja Terbuka Lebar, Pemprov Jateng Siapkan Pengemudi Andal Penuhi Pasar Jepang

Pada tahun 2025, jangkauannya meluas secara masif hingga mencakup 645 sekolah.

Pada tahun 2026, penguatan dilanjutkan lewat pembentukan 12 Laboratorium SBI di lingkup Cabang Dinas Pendidikan.

Ketua KPK Setyo Budiyanto memuji efektivitas program Sekolah Berintegritas milik Jawa Tengah sebagai praktik baik (best practice) yang layak direplikasi oleh pemerintah daerah lain.

Baca Juga: Mulai 21 September, Pemprov Jateng Bebaskan Denda Pajak Kendaraan dan Pajak Progresif

“Dengan menampilkan nama Sekolah Berintegritas saja, setidaknya auranya itu sudah menyebar ke semuanya. Harapannya ini menyebar ke semuanya,” puji Setyo.

Ketua KPK menegaskan, pemberantasan korupsi tidak dapat hanya mengandalkan aspek penegakan hukum semata, melainkan harus dibentengi melalui pendidikan karakter.

“Secerdas apa pun teknologi, tidak akan bisa menggantikan integritas,” pungkas Setyo. (wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Pemprov Jateng
program sekolah berintegritas penghargaan KPK Apresiasi Komitmen Pendidikan Antikorupsi Tahun 2026 sbi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi