RADARSOLO.COM - Harga bumbu dapur, khususnya bawang merah, sering kali fluktuatif dan bikin pusing emak-emak.
Nah, untuk menghemat pengeluaran dapur, kenapa tidak coba menanam bawang merah sendiri di rumah?
Jangan khawatir kalau Anda tidak punya halaman atau kebun yang luas.
Baca Juga: Cara Menanam Labu Siam di Pot agar Berbuah Besar, Ternyata Kuncinya Ada di 7 Langkah Ini
Bawang merah (Allium cepa var. aggregatum) ternyata sangat mudah dibudidayakan di lahan terbatas.
Anda bisa memanfaatkan barang bekas seperti botol plastik atau menggunakan polybag.
Selain ramah lingkungan, metode ini sangat praktis, hemat biaya, dan bisa diletakkan di teras atau balkon rumah.
Baca Juga: Cara Menanam Kangkung di Botol Plastik Bekas: Cuma 5 Langkah, 3 Minggu Bisa Langsung Panen
Panduan dan Cara Menanam Bawang Merah di Polybag dan Botol Plastik
1. Persiapan Bibit Bawang Merah Berkualitas
Kunci utama keberhasilan panen ada pada pemilihan bibit.
Tidak semua bawang merah yang ada di dapur cocok dijadikan bibit.
Pilih Umbi yang Tepat: Carilah umbi bawang merah yang sudah tua, bentuknya bulat padat, kulitnya mulus, dan tidak ada bercak hitam atau tanda-tanda busuk.
Potong Ujung Umbi: Agar tunas lebih cepat tumbuh, iris sekitar 1/3 bagian pucuk (ujung atas) bawang merah. Hati-hati, jangan sampai memotong bagian bawah (akar) karena dari situlah tanaman akan menyerap nutrisi.
2. Meracik Media Tanam yang Subur
Bawang merah sangat menyukai tanah yang gembur dan kaya nutrisi.
Anda tidak bisa sembarangan menggunakan tanah pekarangan biasa.
Komposisi Ideal: Siapkan campuran tanah gembur, pupuk kompos, dan arang sekam. Campurkan ketiga bahan tersebut dengan perbandingan 1:1:1 (untuk polybag) atau 2:1 (untuk botol plastik).
Diamkan Sejenak: Masukkan campuran tanah tersebut ke dalam wadah (isi hingga 80% penuh).
Sebelum ditanami, siram dengan sedikit air dan biarkan selama 1-2 hari agar semua unsur hara menyatu sempurna.
3. Eksekusi Penanaman: Botol Plastik vs Polybag
Anda bisa memilih wadah mana yang paling sesuai dengan ketersediaan barang di rumah.
- Cara Menanam di Botol Plastik Bekas:
- Siapkan botol air mineral bekas (ukuran 1,5 liter atau 5 liter).
- Potong bagian atas botol atau melubangi bagian sampingnya (seukuran umbi).
- Buat lubang-lubang kecil di dasar botol sebagai saluran pembuangan air (drainase).
- Isi botol dengan media tanam yang sudah diracik.
- Tanam umbi bawang dengan posisi bagian yang dipotong menghadap ke atas. Benamkan setengah bagian umbi ke dalam tanah.
- Cara Menanam di Polybag:
- Gunakan polybag dengan ukuran minimal 30x30 cm. Pastikan polybag sudah memiliki lubang pembuangan air.
- Tanam sekitar 5 hingga 6 siung bibit dalam satu polybag.
- Beri jarak yang cukup antarumbyi (sekitar 8-10 cm) agar pertumbuhannya tidak saling berdesakan.
- Tanam dengan kedalaman sekitar 5-7 cm, lalu tutup tipis dengan tanah.
4. Perawatan Rutin Agar Panen Maksimal
Menanamnya mudah, tapi perawatannya butuh ketelatenan agar umbinya tumbuh besar dan tidak busuk.
Penyiraman: Bawang merah butuh air tapi benci genangan.
Siram secukupnya dua kali sehari (pagi dan sore). Gunakan sprayer (semprotan) agar air tidak merusak media tanam dan mencegah umbi membusuk.
Sinar Matahari: Di hari-hari pertama penanaman, letakkan wadah di tempat teduh.
Setelah tunas mulai muncul, pindahkan ke area yang terkena sinar matahari penuh. Bawang merah butuh banyak cahaya matahari untuk fotosintesis.
Pemupukan dan Pembersihan: Cabut rumput liar atau gulma yang tumbuh di sekitar bawang. Berikan pupuk cair organik seminggu sekali untuk mendongkrak ukuran umbi.
5. Tiba Waktunya Panen
Kesabaran Anda akan terbayar setelah usia tanaman mencapai 2 hingga 3 bulan (60-90 hari).
Bagaimana ciri bawang merah yang siap panen?
Baca Juga: Industri Genting di Jaten Karanganyar Dicoret dari Program Gentingisasi Presiden Prabowo
Daun-daunnya mulai menguning, layu, dan mengering. Jika bagian leher batang ditekan, akan terasa kosong atau kopong.
Umbi bawang akan menyembul ke permukaan tanah dan warnanya berubah menjadi merah tua keunguan.
Tips Pasca Panen
Saat memanen, cabut tanaman secara perlahan beserta daunnya.
Bersihkan sisa tanah, lalu angin-anginkan bawang merah di tempat yang teduh, sejuk, dan kering selama sekitar seminggu.
Hindari menjemur langsung di bawah terik matahari karena bisa merusak tekstur umbi.
Setelah kering, bawang merah siap digunakan untuk memasak.
Editor : Syahaamah Fikria