ANGGA PURENDA, Klaten, Radar Solo
MALAM sebelum Didi Kempot meninggal, Ardha seperti mendapatkan firasat. Dia mengaku tidak bisa memejamkan mata hingga waktu sahur tiba. Padahal, dia tidak merasakan gelisah sama sekali. Ini sempat dia diungkapkan kepada ibunya.
“Padahal perasaannya tidak gimana-gimana. Tapi kenapa tidak bisa tidur. Tidak tahunya mendapatkan kabar jika Pakde (Didi Kempot) meninggal dunia, tentunya sedih,” ucap Ardha ditemui di rumahnya di Klaten, kemarin.
Dia hanya bisa mendoakan dan mengharapkan yang terbaik bagi Didi Kempot yang telah melambungkan namanya seperti saat ini. Terlebih lagi bisa berduet dan menyanyikan lagu-lagu ciptaan dari sang maestro. Salah satu lagu yang dinyanyikan berjudul Tatu hingga kemarin bahkan sudah dilihat 24 juta lebih di akun Youtube Didi Kempot Official Channel.
Ibunda Ardha, Nani Susilowati tampak tidak bisa menyembunyikan rasa dukanya yang begitu dalam. Hingga air matanya tidak bisa tertahankan, mengucur begitu deras. “Pakde bisa mengangkat seorang anak disabilitas (Ardha) hingga seperti sekarang. Kami merasa sangat kehilangan,” ucapnya sambil terisak tangis.
Begitu mendengar kabar Didi Kempot meninggal, Ardha bersama kedua orang tuanya langsung memutuskan pergi melayat ke rumah duka sang maesrtro.
“Semua kenangan bersama Pakde Didi Kempot itu pasti terindah. Bagaimana bisa mengangkat anak disabilitas (Ardha) menjadi seperti saat ini,” ucap Kristianto, 39, ayah Ardha, merujuk kepada anaknya di tengah keterbatasan dalam penglihatan, Selasa (5/5).
Kristianto mengungkapkan, terakhir kali Ardha tampil duet dengan Didi Kempot pada saat konser amal dari rumah pada pertengahan April lalu. Konser itu ditayangkan di salah satu TV swasta untuk penggalangan dana penanganan Covid-19 di Indonesia. Saat itu, Ardha menyanyikan beberapa lagu dengan sang idola, salah satunya Ora Bisa Mulih.
Selepas itu, sebenarnya Didi Kempot tengah menyiapkan lagu kelima untuk dinyanyikan oleh Ardha. Hal itu diketahui pada saat Kristianto menerima pesan singkat melalui SMS dari penyanyi Ambyar itu pada Sabtu (2/5) lalu. Dia diberitahu bila Ardha diminta menyiapkan diri untuk menyanyikan lagu ciptaan Didi Kempot tersebut.
“Sebenarnya lagu itu mau dibuatkan, tapi belum sempat tahu apa judulnya. Juga belum tahu kapan jadwal untuk latihannya. Soalnya Pakde itu kalau memberitahu sering mendadak sehingga kita yang menyesuikan untuk menyiapkan diri,” jelas Kristianto saat ditemui di kediamannya di Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk.
Seperti diketahui, sampai saat ini Ardha telah menyanyikan empat lagu ciptaan Didi Kempot. Mulai dari Tatu, Kagem Ibu, Tulung hingga Ora Bisa Mulih yang populer di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Setiap lagu yang didendangkan Ardha memang begitu populer sehingga sering diajak untuk berduet di sejumlah konser.
Kristianto tak henti-hentinya mengucap syukur atas capaian anaknya sampai seterkenal saat ini. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari tangan dingin Didi Kempot yang membuat karir Ardha begitu melejit. Meninggalnya The Godfather Of Brokren Heart ini menjadi rasa kehilangan yang mendalam baginya.
“Untuk karier Ardha selanjutnya mengalir saja. Tapi yang pasti Didi Kempot memiliki jasa besar bagi anak saya,” ucapnya. (*/bun/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra