SEPTINA FADIA PUTRI, Solo, Radar Solo.
SPIRULINA platensis dipilih menjadi bahan untuk membuat suplemen tubuh karena kandungan fitonutrienatau senyawa alaminya sangat lengkap. Di sisi lain, juga dapat menaikkan aktivasi sel makrofag dan produksi sitokin serta menstimulasi antibodi yang efektif untuk meningkatkan respons imun.
“Ini sangat sesuai dengan kondisi dunia yang tengah menghadapi pandemi Covid-19. Di mana tubuh harus mengonsumsi makanan yang mampu meningkatkan dan menyeimbangkan imunitas. Karena penyakit akibat infeksi virus umumnya menyerang tubuh pada kondisi lelah, stres, maupun dengan pola makan kurang teratur,” ungkap Kepala Program Studi Farmasi Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret Anif Nur Artanti kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.
Spirulina platensis ini sangat baik bagi tubuh sebagai makanan super. Mengandung protein 60-70 persen, karbohidrat 20-25 persen, lemak 3-5 persen, mineral dan vitamin 5-8 persen, juga air 2-5 persen. Kandungan-kandungan ini berperan menstabilkan jumlah sel-sel darah merah, sel darah putih, dan hemoglobin.
Selain kandungannya yang sangat baik dari segi keamanan bahan, beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa spirulina platensis merupakan bahan makanan yang aman dan alami dengan dukungan nutrisi terkonsentrasi untuk kesehatan dan kesejahteraan yang optimal.
“Peran multifungsi spesies spirulina platensis menjadikannya obat alami yang ideal untuk tindakan pencegahan (profilaksis) dan terapi dengan manfaat sangat besar,” jelas Anif.
Dilihat dari karakteristiknya, Anif menyebut mikroalga spirulina platensis juga berpotensi sebagai bahan baku sumber senyawa antioksidan. Dapat digunakan untuk bahan kosmetik maupun persediaan farmasi yang bermanfaat bagi tubuh. Tidak hanya Covid-19, beberapa penyakit akibat virus lainnya juga dapat diredakan oleh spirulina platensis.
“Kandungan polisakarida dalam spirulina dilaporkan dapat menghambat replikasi beberapa virus, seperti herpesvirus simpleks, virus influenza, virus campak, virus gondong, cytomegalovirus (CMV), dan human immunodeficiency virus (HIV-1). Bahkan, ekstrak spirulina platensis sangat potensial untuk dikembangkan menjadi salah satu terapi yang dapat membantu pasien AIDS agar hidup normal lebih lama,” bebernya.
Beragam keunggulan tersebut semakin terbukti dengan fakta bahwa spirulina platensis telah dimanfaatkan sebagai bahan pangan sejak 400 tahun lalu dan telah dikembangkan di berbagai negara. Terlebih mudah dibudidayakan dan dipanen serta mudah dicerna oleh manusia.
Kendati demikian, untuk pengembangan yang dilakukan oleh Prodi Farmasi Sekolah Vokasi UNS masih diperlukan penelitian lebih lanjut. “Tujuannya untuk menggali lebih dalam potensi imunostimulator maupun imunomodulator yang dimiliki oleh masing-masing komponen kimia dalam spirulina platensis,” ujarnya. (*/bun/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra