Tak terhitung lagi berapa medali sudah koleksi di lemari pajang rumahnya. Sudah beberapa kali juga namanya harum di dunia internasional, lewat cabang olahraga taekwondo yang dia jalani. Terakhir kali dia sukses mengalungkan medali perunggu di ajang SEA Games 2019 di Filipina.
Ini tentu jadi pencapaian lanjutan, setelah di ajang SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia dia sukses menyumbang perak untuk Indonesia. Bukan tidak mungkin, namanya bisa kembali jadi kepercayaan Indonesia di ajang serupa ini, yang nanti akan digelar di Hanoi, Vietnam, 2021 mendatang. Emas tentu jadi target utamanya di ajang bergengsi tersebut.
Dara manis asal Bendosari, Sukoharjo tersebut mengakui saat ini tengah fokus untuk bisa membawa emas untuk Jateng di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 di Papua. ”Semoga bisa dapat emas di PON,” ucapnya.
Saat duduk di kelas 2 SMA, Shaleha mencicipi kejuaraan internasional pertamanya. Dia terjun di kelas kyorugi (tarung) untuk nomor -52 kg di Korea Selatan. Bahkan di ajang Jeonju Open International Taekwondo Championship 2015, dia sukses menyumbangkan ema suntuk Indonesia.
“Pada akhir 2016, saya mulai ikut pelatihan nasional (Pelatnas). Semoga bisa dipanggil Timnas untuk ikut SEA Games lagi. Saya juga sangat ingin bisa ikut kejuaraan Olimpiade,” terangnya
Shaleha mengakui emas pertama diraihnya 2010 saat masih duduk di bangku kelas V sekolah dasar (SD). Tepatnya di ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tugu Muda Cup. Bisa sampai menjadi andalan Timnas, ternyata Shaleha mengakui perjalanannya tak mudah.
Dia mengakui terjun di taekwondo sejak kelas II SD. Ia ikut olahraga yang sudah dijalani kakak laki-lakinya.
“Karena waktu itu kakak diantar jemput latihan. Saya penasaran jadi ingin melihat. Sampai sana kok banyak teman, akhirnya saya ingin ikut juga. Sebenarnya tidak direstui oleh bapak dan ibu, tapi karena saya nekat akhirnya didukung sampai saat ini,” ujarnya yang tercatat jadi binaan Dojang DCS Mahameru di Sukoharjo. (ryn/nik) Editor : Perdana Bayu Saputra