IWAN ADI LUHUNG, Wonogiri, Radar Solo
DI tengah pandemi Covid-19, warga Desa Lemahbang, Kecamatan Kismantoro, bisa sedikit lega. Setidakya setiap Jumat, mereka bisa mendapat bahan lauk makan gratis. Semua disediakan di warung berkah gotong royong.
Meskipun ada embel-embel warung, jangan kira bentuknya seperti kios di pasar atau warung kelontong di sekitar rumah pembaca. Wujudnya hanya berupa potongan kayu yang disusun sedemikian rupa.
Paku besi digunakan untuk menggantung "dagangan" warung itu. Di sana, ada aneka macam sayuran yang ditaruh di dalam plastik. Mulai dari kangkung, sawi, cabai dan lain sebagainya. Tidak ada penjaga warung di sana. Malah di papan tertulis: “Silakan Ambil 1 Gratissss...!!”.
Kepala Desa Lemahbang Kecamatan Kismantoro Sugito Najib mengatakan, awalnya dia membentuk relawan Covid-19. Para relawan yang peduli terhadap kondisi ekonomi masyarakat di tengah pandemi pun akhirnya bergerak.
“Sebelum ada warung itu, relawan sudah membuat kebun sayur. Warga bebas mengambil sayur di kebun itu,” ungkapnya.
Setelah berjalan beberapa waktu dan melalui evaluasi, ternyata warga yang mengambil sayur di kebun sepi. Mereka sungkan mengambil sayuran di kebun relawan. “Dikiranya mungkin nyuwun sewu, nyolong, kalau ambil di kebun orang. Padahal sebenarnya gratis,” ujarnya.
Akhirnya pada awal Agustus, dibuatlah warung itu. Tak hanya hasil kebun relawan yang dipajang. Tapi warga umum boleh menyumbangkan bahan pangan lain dan ditaruh di papan yang telah disediakan.
Sosialisasi pun digencarkan. Agar warga bisa mengetahui ada warung gratis, dan tak perlu takut dianggap mencuri. “Saat awal launching hanya ada satu warung yang disediakan. Saat ini ada tiga warung serupa di desa kami,” ujarnya.
Dia menambahkan warung itu akan ada setiap Jumat. Dan masyarakat pun dinilai sudah memiliki kesadaran untuk berbagi. ”Awalnya warga malu-malu, tapi saat ini sudah biasa saja. Siapa saja boleh mengambilnya untuk dimasak,” kata dia.
Warga dibebaskan memilih sayur di tempat yang disediakan. Ada yang berupa satu paket sayur, ada pula yang terpisah. Warga diperkenankan mengambil salah satu di antara deretan plastik itu.
Tapi ada syarat khusus yang harus dilakukan warga saat mengambil sayuran di sana. Syaratnya pun tergolong sangat mudah, namun efeknya luar biasa untuk meningkatkan kesadaran warga. Apa itu? Mereka wajib menerapkan protokol kesehatan. Setidaknya harus memakai masker.
Pihaknya juga mengajak warga yang menerima bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten maupun desa agar ikut berbagi lewat warung gotong royong ini. “Kalau memberi uang ke tetangga dengan niat membantu dengan nominal Rp 5.000 kan kelihatannya kurang etis. Maka, kami fasilitasi dengan warung ini. Tapi kami tidak memaksa, itu secara sukarela saja," ujarnya. (*/bun/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra