REFRESHMENT paling menonjol ada pada kaki-kaki. Maklum, dia ingin menonjolkan konsep stance. Meski terlihat ceper, namun tetap aman dan nyaman digunakan harian.
Beberapa perubahan dilakukan untuk memaksimalkan kesan cepen. Misal fender. Diameter fender depan dipangkas 4 sentimeter (cm). Sedangkan fender belakang dinaikkan 8 cm. “Biar roda berfungsi normal saat berputar dan berbelok arah,” ujar pemilik FND Garage di Kelurahan Kadipiro, Banjarsari ini.
Lekuk bodi mobil ikut diganti untuk memaksimalkan kesan sporty. Dijejalkan bodykit (add on) pada bemper depan. Sementara rear bumper diberi tambahan diffuser. Fungsinya memberikan keseimbangan saat memacu mobil.
“Body work dikerjakan Familia Garage Autowork di Jogja. Seperti penambahan bodykit depan, pemotongan fender depan-belakang, dan penambahan diffuser belakang. Total habis Rp 20 juta,” imbuh Arga.
Tubuh semok itu ditopang kaki-kaki yang elegan dan mentereng. Velg SSR Professor SP3 ukuran 19 inci dengan lebar 9,5 dijejalkan di keempat sisi. Biar bodi mobil lebih dekat dengan aspal, sistem air suspension besutan Airlux lantas diadopsi. “Velg Rp 30 juta. Perombakan kaki-kaki dan air suspension Rp 50 juta,” bebernya.
Tampil stance dan classy di luar, Arga ogah mengubah tampilan di dalam. Interior orisinal dipertahankan. “Sangat nyaman dan aman buat harian. Beda dengan mobikl kontes yang sebatas tampilan pada display, tapi nggak enak buat jalan,” katanya. (mg1/fer) Editor : Perdana Bayu Saputra