PULUHAN line-up mejeng di IMX 2019 yang dihelat di Balai Kartini, Jakarta, 28-29 September. Satu di antaranya Jendes milik Hanief Nur Ahsany yang mengusung konsep stance elegant. Sebuah torehan tinta emas. Karena tak sembarang konsep refreshment sanggup menjejali ajang sekelas IMX.
Prosesnya panjang dan rumit. Calon peserta harus melalui tahap kualifikasi. Dari 650 mobil yang ikut kualifikasi, hanya 50 saja yang berhak mejeng di IMX.
“Kontes IMX 2019 merupakan prestasi luar biasa dan membanggakan. Hanya 50 mobil, dan Jendes salah satunya,” ujar Sany –sapaan akrab Hanief Nur Ahsany-.
Si Jendes juga ikut mejeng di ajang The Elite di Jakarta, November 2019. “Prosesnya masuknya juga sama susahnya. Karena ikut kualifikasi. Jurinya selain Indonesia, juga dari luar negeri,” bebernya.
Sany tak setengah-setengah me-refreshment Honda Odyssey RB1 keluaran 2007 tersebut. Agar tampilan sesuai konsep impian, dia harus merogoh kocek sekitar Rp 250 juta. Digarap bengkel modifikasi Absolute Custom & Bodywork di Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, milik Reza Amirul Ikhsan.
Biar Jendes tampil sexy, kaki-kaki dirombak. Dijejali air suspension bikinan Airgen. Plus custom bodykit bumper depan, belakang, dan sideskirt.
Bodi semok Jendes ditopang velg Leonhardiritt Bugel R19 ET 0/-20. “Lebar depan 10,5 dan belakang 12,5. “Velg mobil minus chamber sekitar -8 derajat untuk ban depan dan ban belakang -10 derajat,” sambung Reza Amirul.
Reza mengaku Odyssey tersebut dinamai Jendes karena identik warga ungu candy xyrallic. Dibalut clear coat Diamond HS. “Semuanya pakai Spies Hecker,” imbuhnya.
Perombakan juga menyentuh interior. Sisi depan sampai belakang full retrip. Meliputi dasbor, jok, lantai, atap, door trim, bahkan audio. “All planel konsepnya water transfer printing motif marble yang ditumpuk cat ungu,” bebernya.
“Lama pengerjaan sekitar enam bulan. Paling lama fitting undercariege. Butuh sekitar sebulan. Kalau bodykit, cat, radius, dan wide-body sekitar dua bulan,” ungkapnya. (ryn/fer) Editor : Perdana Bayu Saputra