Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kreasi Mahasiswa di Solo Olah Sampah Daun Kering Jadi Kerajinan Unik

Perdana Bayu Saputra • Rabu, 16 September 2020 | 18:34 WIB
Kerajinan dari bahan daun kering menjadi karya unik.
Kerajinan dari bahan daun kering menjadi karya unik.
Limbah daun kering biasanya hanya berakhir di tempat sampah. Tapi, di tangan empat mahasiswa ini berhasil disulap menjadi produk kerajinan tangan yang cantik, unik, dan bernilai ekonomis.

SEPTINA FADIA PUTRI, Solo, Radar Solo

IDE awal memanfaatkan daun kering ini datang dari Luluk Aristiani. Dia lantas menggandeng rekan-rekannya, Naila Syafi’ina, Fridha Fadhlurrahma, dan Shifa Fauzia Quthrunnada. Semuanya masih satu kampus di Universitas Sebelas Maret (UNS).

“Ini berangkat dari ide untuk mengolah limbah daun kering menjadi suatu produk yang estetik dan bernilai jual,” ujar Luluk.

Luluk melihat selama ini limbah daun kering sangat mudah ditemukan di berbagai tempat dan terkadang menjadi masalah bagi lingkungan. Kalau pun diolah, biasanya hanya menjadi pupuk kompos atau produk pertanian lainnya. “Bukan produk kerajinan tangan,” beber Luluk.

Beberapa produk yang berhasil mereka kreasikan yakni berupa kolase foto, siluet, line art, dan buket frame. Luluk selaku ketua tim menyebut kerajinan yang diberi nama Foliart ini memiliki keunikan tersendiri lantaran dibuat dari limbah daun kering. Sehingga ramah lingkungan dan bahan dasarnya mudah didapatkan.

“Selain itu, adanya Foliart ini dapat menjadi solusi bagi permasalahan lingkungan, yaitu sampah. Produk-produk kerajinan semacam ini juga memiliki prospek yang bagus karena masyarakat kerap menjadikannya sebagai bingkisan hadiah untuk acara wisuda, penikahan, ulang tahun, maupun acara-acara lainnya,” sambungnya.

Luluk dkk tidak kesulitan mendapatkan sampah daun kering. Di wilayah kampus UNS saja banyak tumbuh pohon yang rindang. Setiap hari banyak dijumpai daun kering.

“Lalu, saya dan teman-teman satu tim berpikir mengapa tidak diolah saja menjadi sesuatu yang baru, unik, sekaligus mendatangkan profit,” ujarnya.

Survei yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa orang-orang tertarik dengan produk ini. Ini juga sejalan dengan program pemerintah yaitu meningkatkan ekonomi kreatif bagi masyarakat.

Novita Wahyuningsih selaku dosen pembimbing berharap agar ide kreatif ini dapat mendorong generasi muda lainnya untuk terus berkarya.“Menjadi mahasiswa itu harus peka, peka terhadap lingkungan, peka terhadap bagaimana cara untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan yang dilakukan oleh keempat mahasiswa ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk berwirausaha dengan memanfaatkan potensi sekitar tanpa harus meninggalkan local genius. “Menjadi mahasiswa artinya juga harus siap dengan ide-ide spektakuler yang bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya. (*/bun/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra
#Mahasiswa UNS #kerajinan unik #kerajinan sampah #daur ulang #daun kering #inspirasi #sampah