Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Tips Memelihara Tarantula Dan Kalajengking

Perdana Bayu Saputra • Minggu, 27 September 2020 - 20:16 WIB
Photo
Photo
Bagi sebagian orang, memelihara kalajengking dan tarantula justru menggemaskan. Padahal dua jenis hewan tidak bertulang belakang ini sering dihandiri manusia karena punya racun berbahaya.

INVERTEBRATE keeper, David Alexander 39 membeberkan bagaimana merawat kalajengking dan tarantula. Sekadar informasi, invertebrate keeper merupakan sebutan pehobi hewan kalajengking maupun tarantula.

David menjelaskan, pada dasarnya, pemberian pakan serta air minum dua hewan ini hampir sama. Yang membedakan hanya jenis habitatnya saja. Ada yang habitat aslinya di hutan (forest), ada yang di gurun.

Untuk pemberian air minum minimal tiga kali sehari maksimal 1 minggu. Pakannya mulai dari jangkrik, kecoa dubai, kecoa turki, dan ulat hongkong. Porsinya harus sesuai dengan ukuran kalajengking dan tarantula.

Sedangkan untuk kandang juga berbeda. Tipe forest lebih baik sedikit lembab, pakai cocopeat atau serabut kelapa. Lalu dicampur daun-daun kering. Kemudian dibikin bioaktif dengan diberikan serangga pengurai seperti isopod dan springtail. Sedangkan untuk tipe gurun kadangnya diberi pasir.

”Pasir apa saja bisa,” bebernya.

JENIS-jenis tarantula seperti Poecilotheria Formosa, Brachypelma Emilia, Caribena Versicolor, Poecilotheria Metalica, P. Murinus, Gramastolla Pulchripes, H. Pulchripes, Brachypema Hamorii, Tliltocatl Albopilosum, Tliltocatl Vagans, S. Angustum, Chromatopelma Cyanopubescens. Yang paling bagus Chromatopelma Cyanopubescens, dan Caribena Versicolor.

Pasokan air harus tetap tersedia agar kandang lembab. Tarantula tipe forest bisa juga cukup di-spray atau semprot sesuai dengan keadaan kandang. Sementara tipe gurun harus lebih diperhatikan kelembaban kandangnya. Dikarenakan dalam pergantian kulit membutuhkan tempat yang lembab supaya mudah dalam pengelupasannya. Suhu udara yang cocok untuk Tarantula di waktu siang sekitar 25-30 derajat. Sedangkan malam 20 derajat.

Tarantula tidak memiliki racun yang mematikan. Namun bulunya bisa membuat gatal-gatal bagi orang-orang yang memiliki sensitif pada kulit. Pada umumnya kalajengking dan tarantula memiliki racun untuk melemahkan mangsanya. Sengatan pada kalajengking dan tarantula dapat mengakibatkan bentol di bagian yang disengat.

Namun sengatan ini pun bisa membuat orang demam selama dua sampai tiga hari. Dikarenakan imunisasi yang dimilikinya rendah. Tapi ada pengecualian untuk kalajengking, dikarenakan memiliki tipe beracun mematikan.

”Tarantula yang rawan adalah bulunya. Jika mengenai kulit sensitif bisa bikin gatel-gatel. Tapi tidak sampai bentol. Kalau kalajengking lebih cari safe-nya saja. Hindari kontak langsung,” bebernya.

SEDANGKAN jenis-jenis kalajengking mulai dari Rhopalurus Junceus, Hottentotta Parthenogenesis, Heterometrus Cyaneus, Parabunthus Transvaalicus, Liocheles Australasia. Yang paling bagus Parabunthus Transvaalicus.

Kalajengking tipe gurun tidak memerlukan air untuk diminum. Mereka mendapat pasokan air dari makanan yang berupa cairan darah. Cukup di-spray atau diteteskan satu sudut bagian 1 minggu sekali. Sementara kalajengking tipe forest membutuhkan minum. Pasokan air sesuaikan dengan ukuran kalajengking.

Lantas bagaimana cara membedakan kalajengking yang beracun. Kalajengking beracun mematikan justru memiliki capit yang kecil. Ada pun kalajengking yang memiliki capit besar racunnya tidak sampai mematikan. ”Disarankan jika ingin memelihara kalajengking yang beracun, jangan sesekali menyentuhnya. Hindari kontak fisik,” jelasnya. (mg2/adi) Editor : Perdana Bayu Saputra
#Tarantula #peliharaan #kalajengking