Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Cara Sosialita Melepas Lelah setelah Gowes

Perdana Bayu Saputra • Minggu, 27 September 2020 | 20:27 WIB
Photo
Photo
Demam gowes tengah mewabah. Namun, perempuan-perempuan cantik yang tergabung dalam Ladies Harley Davidson Solo punya cara berbeda mengikutinya. Tak perlu jarak jauh, yang penting sudah menemukan spot foto menarik, itu lebih dari cukup.

“Sehat iya, tapi yang penting foto-fotonya bagus. Nggak perlu jauh-jauh,” terang salah seorang anggota Ladies Harley Davidson Solo Maharani Setyawan, kemarin (26/9).

Pengusaha tenun lurik Klaten itu mengaku sudah memiliki hobi bersepeda sejak 2000-an. Jauh sebelum booming gowes seperti sekarang. Bedanya, saat ini lebih banyak teman yang bisa diajak gowes. Di antaranya komunitas istri pemilik motor gede (moge) tersebut.

Perempuan yang akrab disapa Rani mengaku, gowes bersama sosialita dengan latar belakang wiraswasta lebih banyak serunya. Banyak bercanda dibandingkan olahraganya.

Ketika sedang gowes dan menemukan spot foto menarik, mereka langsung berhenti. “Touch up dulu terus langsung foto-foto. Jadi peralatan make-up sudah disiapkan dari rumah, karena itu yang penting,” terangnya.

Menariknya lagi, klub gowes sosialita ini selalu membawa satu mobil yang mengawal di belakang rombongan. Apakah untuk mengantisipasi jika ada anggota yang lelah? Tidak. Apakah untuk mengangkut sepeda yang rusak di tengah perjalanan? Bukan juga.

“Mobil itu isinya tas kami. Jadi sebelum berangkat, tas dikumpulin di mobil. Nanti kalau berhenti diambil. Isinya yang jelas itu tadi, make-up,” ucap Rani sembari terkekeh.

Selain foto-foto di berbagai lokasi, mereka juga wajib nongkrong untuk sekadar melepas lelah sembari makan. Ketika pada umumnya warung soto yang jadi jujukan, Rani dan kawan-kawan lebih memilih ke coffee shop. Alasannya cukup simpel, agar bisa nongkrong lebih lama. “Kalau makan soto kan habis makan langsung pulang, di coffee shop kan bisa cerita-cerita sampai lama,” tandasnya.

Untuk jenis sepeda yang digunakan anggota komunitasnya beragam. Rani memakai merek Brompton senilai Rp 70 juta. Anggota yang lain bahkan menggunakan sepeda dengan harga dua kali lipatnya. (irw/wa) Editor : Perdana Bayu Saputra
#gowes #Ladies Harley Davidson #sosialita