Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Foto Toraks sebagai Metode Pilihan Skrining Kanker Paru

Syahaamah Fikria • Kamis, 23 September 2021 | 22:41 WIB
DR Dr Widiastuti, SpRad (K) TR, Spesialis Radiologi di RSUD Dr Moewardi Surakarta.
DR Dr Widiastuti, SpRad (K) TR, Spesialis Radiologi di RSUD Dr Moewardi Surakarta.
Oleh: DR Dr Widiastuti, SpRad (K) TR, Spesialis Radiologi di RSUD Dr Moewardi Surakarta

KANKER paru merupakan kanker terbanyak kedua setelah kanker prostat pada laki-laki dan kanker payudara pada perempuan. Pada tahun 2018, sebanyak 14 persen kanker paru kasus baru terdeteksi pada laki-laki dan 13 persen pada perempuan di Amerika. Kanker paru merupakan salah satu kanker dengan angka kelangsungan hidup terendah. Hal ini disebabkan salah satunya akibat keterlambatan diagnosis.

Berdasarkan guideline yang ditetapkan oleh Komite Penanggulangan Kanker Nasional Indonesia, pemeriksaan foto toraks untuk skrining kanker paru, menjadi pilihan yang tepat, agar kanker paru dapat terdiagnosis pada fase awal, pada penelitian cohort populasi besar, terdapat penurunan mortalitas sebesar 18 persen. Jika ditemukan lesi yang dicurigai sebagai keganasan, maka diperlukan pemeriksaan CT (Computed Tomography) scan toraks untuk penegakan diagnosis penyakit, staging/stadium dan evaluasi terapi.

Sedangkan pada kecurigaan adanya proses penyebaran sel ganas atau metastasis ke organ tubuh lai nya, maka perlu dilakukan pelacakan lebih lanjut dengan pemeriksaan penunjang radiologis lain, seperti CT scan kepala, USG abdomen/ perut, maupun analisis tulang dengan bone scan atau bone survey. Baku emasnya dengan pemeriksaan sitologi jaringan tumor.

Photo
Photo


Peran skrining menggunakan low-dose computer tomography (LDCT) juga memperlihatkan hasil positif dalam mengurangi mortalitas pasien berisiko kanker paru. Namun, LDCT juga berisiko overdiagnosis, false-positive, dan memiliki tingkat radiasi yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pemeriksaan skrining foto konvensional toraks.

Gold-standart evaluasi kanker paru saat ini masih menggunakan pemeriksaan CT scan. Namun dengan adanya risiko radiasi yang tinggi, MRI sebagai alternatif dapat digunakan pada pasien hamil maupun anak-anak.

Photo
Photo


Pada CT, gambaran yang sering ditemukan pada kanker paru meliputi massa soliter berlobulasi maupun tidak disertai tepi yang  bergerigi atau spikulasi. Penemuan ini juga dapat disertai dengan penyempitan atau sumbatan pada saluran napas bronkhial, menyebar ke pembuluh darah  arteri pulmonal, vena cava, serta efusi pleura maupun nodul pleura. (*)

 

 

  Editor : Syahaamah Fikria
#rsud dr moewardi