Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Tahayul Boneka Arwah

Damianus Bram • Sabtu, 15 Januari 2022 - 18:48 WIB
H. Priyono, Wakil Dekan I Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta.
H. Priyono, Wakil Dekan I Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Oleh: Priyono

JAGAD maya Indonesia beberapa pekan ini dihangatkan dengan kabar sejumlah artis yang mengadopsi boneka yang diperlakukan bak anak sungguhan. Boneka itu disebut sebagai spirit doll atau popular dengan istilah boneka arwah. Sejumlah video dari para orang tua asuh boneka arwah pun bertaburan di medsos dan mengungkapkan keyakinan bahwa boneka arwah bisa mendatangkan kesuksesan, kekayaan, dan keberuntungan.

Keyakinan semacam ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Jawa khususnya. Seorang sopir pribadi dari orang yang buka praktik bisa mengobati segala macam penyakit bercerita bahwa bosnya menggunakan makhluk halus untuk membantu menyembuhkan penyakit maka banyak pasien dari luar daerah berdatangan sampai menginap beberapa hari. Sopirpun meyakinkan kepada saya bahwa cara pengobatan semacam ini tidak rasional tapi bisa menyembuhkan.

Kembali pada boneka arwah, maka keyakinan tersebut membuat orang lain tergiur untuk ikut mengadopsinya. Tak heran jika di sejumlah toko online barang tersebut sedang laris manis padahal harganya tidak murah, mulai ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Orang yang mengadopsi boneka itu merasa memiliki anak sungguhan sehingga memperlakukan spirit doll layaknya bayi manusia dengan mengajak berbicara, bermain, hingga memberi makan dan minum. Para pemiliknya sebagian besar berkeyakinan bahwa ada arwah yang bersemayam di dalam boneka tersebut.

Padahal mempercayai adanya kekuatan gaib pada benda buatan manusia atau benda alam merupakan tahayul. Secara bahasa tahayul diambil dari kata “khayal” yang berarti sesuatu yang terlukis dalam angan-angan seseorang terhadap suatu hal. Kata tahayul ini ada disebutkan dalam Alquran, ketika Allah SWT menceritakan sihir yang dilakukan oleh para tukang sihirnya Firaun, “Berkata Musa: ‘Silakan kamu sekalian melemparkan.’ Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang (yukhoyyal) kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka.” (QS. Thaha: 66)

Setiap mata para penonton telah dikelabuhi oleh tukang sihir Firaun. Seolah mata mereka melihat tali dan tongkat mereka hidup dan berubah menjadi ular. Bahkan termasuk Nabi Musa ikut terbayang dalam diri Beliau bahwa tali dan tongkat itu hidup menjadi ular. Dalam kamus Mu’jam al-Wasith, arti kata takhayyul adalah membayangkan.

Contoh tahayul adalah menyakini bahwa pohon-pohon besar itu ada penghuni (penunggu)nya, percaya kepada benda-benda yang dianggap keramat dan memiliki kekuatan ghaib, percaya bahwa datangnya tamu ketika ada kupu-kupu masuk ke dalam rumah. Jelas bahwa semua kepercayaan tahayul tersebut  tidak selaras dengan ajaran Islam.

Memiliki boneka sebagai mainan sejatinya hukumnya mubah atau boleh, namun jika pemilik spirit dolls adalah umat Islam dan menganggap boneka itu ada “isinya” dan bisa membawa kesialan dan keberuntungan, maka hal demikian telah masuk dalam kategori perbuatan syirik sehingga merusak akidah tauhid sebagai asas keimanan kepada Allah Yang Maha Esa.

Tahayul merupakan bentuk syirik. Sebagaimna sabda Rasulullah dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud, “Tiyarah (tahayul) ialah sejenis syirik”(HR. Tirmizi). Syirik merupakan perbuatan yang paling dibenci oleh Allah SWT. Syirik Zhahir merupakan syirik nyata yang dilakukan oleh seseorang dengan menggunakan benda-benda seperti gelang atau kalung atau boneka ataupun benda lainnya yang digunakan sebagai penangkal bahaya dan atau untuk mendatangkan kesuksesan.”

Kita ini hidup di dunia hanya ibarat mampir ngombe atau mampir minum alias sementara saja. Nanti setelah mati, kita akan hidup kembali untuk selamanya. Hanya ada dua tempat kembali selamanya, yakni surga atau neraka.

”Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada kami, kamu dikembalikan”. Demikian Alloh SWT berfirman dalam Surah Al-Ankabut ayat 57 dan diulang dalam Surah Ali Imran ayat 185. Sedangkan kunci masuk surga adalah lurusnya aqidah, beribadah, berdoa, berusaha hanya kepada Allah SWT tanpa menyekutukan-Nya. Semoga Allah SWT selalu menjaga kita dan keluarga serta anak keturunan kita dari perilaku syirik dan penyimpangan akidah, seperti meyakini boneka arwah itu.

*) Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta

  Editor : Damianus Bram
#Tahayul Boneka Arwah #Priyono #Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta