Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Deteksi Penyebaran Tumor Ganas Secara Radiologis (1)

Damianus Bram • Sabtu, 17 September 2022 | 01:52 WIB
Dr dr Widiastuti Sp Rad(K) TR, selaku Staf Pengajar Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Dr dr Widiastuti Sp Rad(K) TR, selaku Staf Pengajar Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Oleh Dr dr Widiastuti Sp Rad(K) TR, selaku Staf Pengajar Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

PENYAKIT kanker atau tumor ganas adalah penyakit yang timbul akibat pertumbuhan tidak normal sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Menurut data  Kemenkes 2019, Indonesia menduduki peringkat 8 untuk jumlah penderita kanker di Asia Tenggara dan peringkat 23 di Asia. Data dari laporan Global Burden Cancer (GOBOCAN) pada tahun 2018 terdapat 18,1 juta kasus baru dengan angka kematian sebesar 9,6 juta jiwa, di mana 1 dari 5 laki-laki dan 1 dari 6 perempuan di dunia mengalami kejadian kanker.

Angka kejadian penyakit kanker di Indonesia tercatat 136 per 100.000 penduduk. Kanker paru merupakan penyebab utama kematian tertinggi untuk pria, sedangkan untuk wanita kanker payudara dan leher rahim.

Medical Check up merupakan salah satu upaya skrining untuk deteksi dini, sehingga dapat menurunkan angka kesakitan, kematian dan dapat mencegah penyebaran kalau terdapat tumor ganas. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk membahas gambaran radiologi  penyebaran tumor ganas secara umum. Penyebaran tumor ganas dapat melalui berbagai jalur antara lain melalui darah (hematogen), melalui kelenjar getah bening (limfogen), penyebaran secara langsung (perkontinuitatum).

Untuk mendeteksi adanya penyebaran tumor ganas tersebut, maka banyak modalitas radiologi yang bisa di manfaatkan mulai dari yang sederhana sampai yang canggih. Modalitas radiologi yang dimaksud antara lain: Foto toraks, ultrasonografi (USG), Computed tomography (CT) scan, Magnetic Resonance Imaging (MRI), Positron Emitted Tomography (PET) scan. Dari berbagai modalitas radiologi tersebut akan dibahas secara serial.

Foto toraks merupakan modalitas radiologi yang paling dasar yang dapat digunakan sebagai  skrining awal adanya kelainan baik tumor primer maupun penyebarannya, dengan memakai teknologi sinar X/sinar Roentgen sebagai sumber sinarnya. Penyebaran tumor ganas di rongga dada dapat menyerang antara lain jaringan paru dan pembungkusnya (pleura), jantung dan pembungkusnya (perikardium), dinding dada, dan lain-lain. Pada autopsi, kebanyakan sumber penyebaran berasal dari keganasan payudara, usus besar, ginjal, rahim, prostat dan tumor ganas kepala leher.

Contoh foto toraks normal (gambar A). Berbagai tipe gambaran penyebaran tumor ganas yang bisa dideteksi pada foto toraks antara lain dapat berupa kelainan putih bulat/ nodul tunggal atau jamak dengan ukuran sama atau bervariasi di jaringan paru, berkisar 1-10 cm atau lebih.

Dua pertiga nodul berada di bagian bawah (gambar B), dapat berupa penumpukan cairan di pembungkus paru (efusi) yang pada foto toraks tampak area putih di tepi jaringan paru  kiri yang kadang dapat mendesak jaringan paru ke arah berlawanan apabila jumlah cairan yang terkumpul cukup banyak (gambar C).  Tipe seperti radang paru/ pneumoni (gambar D), dan bercak bercak  kecil putih menyeluruh/ milier seperti penyakit Tuberkulosis (gambar E). Perlu konfirmasi dengan pemeriksaan tambahan secara laboratoris terkait.

Photo
Photo


Imbauan pemerintah untuk pola hidup sehat  dan melakukan cek kesehatan secara berkala,  adalah langkah bijak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tumor ganas dan penyebaran nya, apalagi kalau  didapatkan adanya riwayat keluarga kanker. (*) Editor : Damianus Bram
#Deteksi Tumor Ganas #Dr dr Widiastuti #Deteksi Penyebaran Tumor Ganas Secara Radiologis #Tumor Ganas