PERUBAHAN besar-besaran dalam modernisasi fungsi pengelolaan keuangan negara, dilakukan melalui implementasi Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI).
SAKTI secara otomatis menuntut perubahan perilaku dan sikap para penggunanya. Ini merupakan sebuah pesan yang harus dipahami dan dipenuhi. Apakah pesan modernisasi pengelolaan keuangan negara sudah dipahami dan dilakukan oleh para pengguna SAKTI ??!
SAKTI adalah aplikasi yang digunakan sebagai sarana bagi satuan kerja (satker) dalam mendukung implementasi Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negaara (SPAN). Kehadiran SAKTI memodernisasi pelaksanaan fungsi pengelolaan keuangan negara di sisi pengguna anggaran. SAKTI menjadikan pengelolaan anggaran dilakukan secara lebih tertib, transparan, ekonomis, efektif, efisien, dan akuntabel.
Implementasi sakti secara full module pada awal tahun 2022 semestinya tidak hanya dipahami sebatas pada pengintegrasian. Khususnya ke seluruh aplikasi di pengguna anggaran pada satker.
Konsep penggunaan basis data tunggal (single database) mampu meningkatkan integritas data. Informasi transaksi yang disajikan terjaga akurasi dan keandalannya. Konsistensi validitas dan akurasi data dalam menjalankan fungsi penyusunan, pelaksanaan sampai pada pertanggungjawaban dan pelaporan anggaran sangat terjaga. Implementasi Sakti dibagi menjadi sembilan modul. Mulai dari modul administrator, penganggaran, komitmen, pembayaran, bendahara, persediaan, aset tetap, piutang, dan modul GL pelaporan.
Pembagian beberapa modul ini membawa pesan yang harus dipahami bagi semua pengelola keuangan dari level operator, validator sampai pada level approver.
Modernisasi pengelolaan keuangan negara melalui SAKTI membawa pesan yang harus dipahami dan dilaksanakan oleh para penggunanya. Pemenuhan pesan ini akan memberikan penguatan atas kesaktian SAKTI. Kesaktian SAKTI dari sisi pengguna antara lain: (1) Keberadaan data user yang lengkap (NIP, NIK, NPWP, No. HP, e-mail, SK-KPA) dan kewenangan user yang jelas. (2) Penerapan One Time Password (OTP) oleh PPK, PPSPM, Kepala Kantor dan KPA meningkatkan authentication, integrity dan authority. (3) Audit Trail pada setiap tahapan transaksi dan fitur monitoring jurnal untuk tracing transaksi sumbernya. (4) Penerapan fungsi Maker, checker dan approver meningkatkan validitas transaksi keuangan (5) Penerapan single entry point, yang akan menghilangkan redudansi transaksi dan human error atas transaksi yang sama. Penginputan data tidak perlu dilakukan berulang-ulang untuk data yang sama. Satu kali input data maka akan terintegrasi dengan keseluruhan modul terkait, sehingga duplikasi data tidak akan terjadi.
Pemenuhan Pesan Implementasi SAKTI
Pemenuhan pesan modernisasi pengelolaan keuangan negara melalui SAKTI oleh pengguna SAKTI di satker mitra kerja KPPN Surakarta, masih terdapat beberapa satker yang belum memenuhinya. Hasil pantauan data masih ditemukan adanya beberapa transaksi yang tidak sesuai. Termasuk selisih dan belum tuntas pada salah satu tahapan pemegang user dan modulnya. Adanya data SP2D belum dicatat, aset belum diregister, Aset/Persediaan belum didetilkan, Aset belum divalidasi/approve, ketidaksesuaian kode akun dengan kode barang aset/persediaan, adalah sederetan fakta yang menjadi jawaban atas pemenuhan pesan SAKTI oleh pengguna SAKTI. Belum dipenuhinya pesan SAKTI ini terlihat di data berada pada level operator, validator dan approver.
Pesan SAKTI
Moderninsasi pengelolaan keuangan negara melalui SAKTI membawa pesan perilaku bagi para penggunanya. Beberapa pesan yang dapat menjadi perhatian para pengguna SAKTI atau pengelola keuangan antara lain, Pertama, Pengelola keuangan harus sigap dan tanggap untuk segera merespon transaksi yang dalam proses tahapan berada di modul kewenangannya.
Pelaksanaan proses bisnis benar-benar dijaga oleh SAKTI. Proses bisnis di SAKTI seperti ban berjalan. Artinya ketika transaksi terhenti di salah satu modul, akan berakibat transaksi tidak dapat diproses ke modul berikutnya. Ketertiban pengelola keuangan dalam menyelesaikan transaksi yang berada ditahapan kewenangannya menjadi kunci dan sangat penting bagi terselesaikannya transaksi dimaksud sampai tuntas.
Kedua, Pengelola keuangan harus melaksanakan fungsi check and balance pada setiap tahapan transaksi. Profesionalitas para pengelola keuangan dengan kewenangannya di SAKTI sangat dituntut untuk dapat melakukan fungsi check and balance pada setiap tahapan transaksi yang dilakukan. Kewajiban melaksanakan fungsi check and balance difasilitasi dengan penunjukan pemegang user SAKTI berupa peng-gradasian level kewenangan yaitu: kewenangan operator, validator dan approver.
Peran validator dan approver yang pada umumnya dipegang oleh level manajerial harus benar-benar melakukan peran sebagai validator dan approver atas transaksi yang telah diinput oleh operator.
Ketiga, operator harus melakukan pencatatan transaksi di SAKTI secara tertib dan akurat. SAKTI memfasilitasi adanya fitur tutup buku pada periode tertentu untuk modul persediaan, modul aset dan modul pelaporan. Fungsi fasilitas tutup buku ini dengan mengunci data dimaksudkan untuk menjaga stabilisasi akurasi dan keandalan data transaksi pada periode tertentu. Keberadaan menu tutup buku ini harus dipahami pengelola keuangan baik operator, validator dan approver untuk secara tertib menyelesaikan semua pencatatan transaksi yang menjadi peran dan kewenangan yang dimiliki secara tertib dan akurat. Penundaan pencatatan transaksi pada SAKTI merupakan perilaku yang harus dihindari.
Keempat, Pengelola keuangan harus melakukan koordinasi dalam penyelesaian transaksi di SAKTI. Penyelesaian sebuah transaksi di salah satu modul wajib dilakukan, sehingga informasi adanya transaksi sebagai sebuah koordinasi yang dilakukan pemegang user pada modul lainnya, jangan diterima sebagai sebuah perintah, namun harus dipahami sebagai sebuah koordinasi. Koordinasi ini merupakan tuntutan dari karakteristik proses bisnis SAKTI. Karakteristik proses bisnis SAKTI, menunjukkan keterkaitan secara teknis aplikasi antar modul SAKTI. Keterkaitan secara peran dan fungsi berlaku dan harus dipahami bagi para pengelola keuangan sebagai pemegang user SAKTI di masing-masing modul.
Kehadiran modernisasi pengelolaan keuangan negara melalui SAKTI harus diikuti dengan penyesuaian perilaku bagi para pengguna SAKTI. Kondisi ini akan benar-benar mendukung keberhasilan SAKTI dalam mewujudkan pengelolaan keuangan negara dilakukan secara lebih tertib, transparan, ekonomis, efektif, efisien dan akuntabel. Perwujudan laporan keuangan yang andal dan akuntabel. (*)
Editor : Damianus Bram