Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Gambaran Radiologis Tuberkulosis Peritoneum (4)

Damianus Bram • Jumat, 30 Desember 2022 | 03:44 WIB
Dr dr Widiastuti Sp Rad(K) TR, selaku Staf  Pengajar Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta
Dr dr Widiastuti Sp Rad(K) TR, selaku Staf Pengajar Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta
Oleh Widiastuti, selaku Staf Pengajar Radiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta

PADA edisi keempat ini akan dikupas tentang Tuberkulosis peritoneum, terutama terkait penyebab, gejala klinis dan gambaran radiologisnya. Tuberkulosis peritoneum merupakan suatu peradangan peritoneum yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis, yang terjadi diluar paru.

Peritoneum merupakan lapisan pelindung perut yang terdiri dari peritoneum parietal  (melindungi dinding dalam perut dan dinding panggul) serta peritoneum visceral (melindungi organ dalam perut). Di antara dua lapisan tersebut ada rongga bernama rongga peritoneal, normal berisi cairan sekitar 50-100 cc, berfungsi sebagai  pelumas, supaya tidak terjadi gesekan saat saling bergerak.

Penyakit TBC ini dapat menyerang seluruh organ perut termasuk peritoneum, dan sistim reproduksi interna, biasanya merupakan kelanjutan dari proses TBC terutama dari TBC paru. Seringkali proses tuberkulosa paru sudah sembuh, namun penyebarannya masih berlangsung di organ lain.

TBC peritoneum merupakan kondisi serius dengan prevalensi yang meningkat pada pasien dengan faktor risiko misalnya penyakit ginjal kronis, sirosis atau pengerasan hati, daya tahan menurun misalnya pada pengidap kanker dan lain-lain. Penyebaran biasanya melalui darah dari TBC paru. Lebih sering pada wanita di banding pria dengan perbandingan 1,5 : 1 terutama di usia 30-40 tahun.

TBC di peritoneum sekitar 2 persen dari TBC  paru dan 59,8 persen dari TBC abdomen atau perut. Perjalanan penyakitnya perlahan-lahan kadang tanpa gejala atau mirip gejala penyakit lain misalnya tumor ovarium,  sehingga diagnosisnya terlambat.

Gejala klinis bervariasi, keluhan secara perlahan kadang sampai berbulan,  nyeri perut lokal maupun umum, terjadi pembengkakan perut oleh karena adanya cairan abnormal di dalam perut atau ascites, tidak ada nafsu makan, batuk dan demam. Pada fase yang lebih lanjut sakit perut bertambah, dapat  disertai gejala sumbatan pada saluran cerna.

Diagnosis TBC peritoneum  ditegak kan dari  gejala klinis, pemeriksaan radiologis, pemeriksaan kuman atau jaringan biopsi untuk diagnosis pasti. Pemeriksaan radiologis antara lain radiografi toraks, abdomen polos, ultrasonografi (USG), computed tomography scan (CT Scan) abdomen dan magnetic resonance imaging (MRI). Radiografi toraks, dapat digunakan sebagai bukti ada tidaknya TBC paru. Radiografi toraks abnormal (sugestif TBC) memiliki nilai sensitivitas diagnostik TBC peritoneum sebesar 38 persen.

Pada foto polos abdomen dapat terlihat  nodul TBC yang menyebar ke  peritoneum dan jaringan di sekitarnya menyebabkan radang, perlengketan, sumbatan sistim pencernaan dan ascites. Pada wanita, TBC peritoneum kadangkala disertai TBC pada  indung telur (ovarium) dan saluran nya,  sehingga kadang sukar dibedakan dengan  kista ovarium. Beberapa gambaran radiologisnya sebagai berikut:

Radiografi toraks TBC paru aktif, tampak opasitas atau kekeruhan disertai beberapa kavitas atau kantong 2 abnormal yang terbentuk oleh karena infeksi, contohnya TBC di lapang atas paru kanan (gambar A). Foto polos  abdomen  TBC peritoneum disertai komplikasi sumbatan pada saluran cerna (gambar B dan C). USG abdomen tampak penebalan  dan benjolan di peritoneum, ascites dan perlengketan usus. (gambar D).  CT scan menunjukkan penebalan  penggantung usus disertai pembesaran beberapa  kelenjar getah beningnya (gambar E).

Photo
Photo


Sebagai penutup maka  anjuran kami lakukan cek kesehatan secara berkala dan jangan abaikan apabila ada keluhan sakit perut disertai gejala tersebut diatas. Penggunaan modalitas radiologi yang tepat dapat membantu menegakkan diagnosis TBC peritoneum. (*) Editor : Damianus Bram
#tuberkulosis #Dr dr Widiastuti #Tuberkulosis Peritoneum #dr Widiastuti Sp Rad #Radiologis Tuberkulosis Peritoneum