Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Teologi Al-Ma’un dan Pemberdayaan Umat

Damianus Bram • Selasa, 14 Januari 2025 | 23:14 WIB
Dartim Ibnu Rushd, dosen Prodi Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta
Dartim Ibnu Rushd, dosen Prodi Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta

Oleh: Dartim Ibnu Rushd, selaku Ketua Tim Pengabdian UMS

SECARA Historis, konsep Teologi Al-Ma'un merupakan salah satu konsep teologis dalam pemikiran Muhammadiyah. Muhammadiyah merupakan organisasi Islam di Indonesia yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada 18 November tahun 1912.

Konsep ini diambil dari Surah Al-Ma'un, yakni surat yang ke-107 di dalam Al-Qur'an. Di usianya yang sudah 112 tahun ini, semangat Al-Maun harus senantiasa dijaga dan ditumbuhkan.

Surat ini mengajarkan tentang pentingnya memberikan bantuan berupa “barang berguna” atau “Kemanfaatan” kepada sesama.

Konsep teologi Al-Ma'un dalam Muhammadiyah memiliki implikasi besar bagi pembangunan kesejahteraan, sosial dan kemanusiaan universal.

Dengan menekankan pada pentingnya pemberian bantuan kepada sesama, Muhammadiyah mendorong anggotanya untuk terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Selain itu, turut serta mempromosikan nilai-nilai toleransi, solidaritas dan keadilan di masyarakat sebagai entitas keilmuan yang seharusnya memiliki nilai kemanfaatan.

Konsep Al-Ma'un juga memberikan landasan teologis bagi program-program pembangunan sosial yang dilakukan oleh Muhammadiyah, seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dengan memahami dan menerapkan konsep ini, Muhammadiyah berusaha untuk menjadi agen perubahan yang positif dalam menciptakan masyarakat yang adil, sejahtera, dan bermartabat. Kondisi ini mencerminkan realitas dari masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Wonogiri adalah salah satu kabupaten dari provinsi Jawa Tengah yang memiliki karakteristik geografis dan demografis unik.

Terletak di wilayah yang didominasi pegunungan dengan akses terbatas terhadap sumber daya dan layanan sosial.

Wilayah perdesaan di Kabupaten Wonogiri seringkali dihadapkan pada tantangan dalam pengembangan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Pembinaan dari ketiga area tersebut menjadi penting. Apalagi jika ditambah dengan kondisi realitas tantangan di perdesaan wonogiri dengan adanya benturan pemahaman antar beragam pemeluk agama.

Penguatan pendidikan sekaligus ketercukupan hidup harus dapat dihadirkan di sana agar tercipta kerukunan dan toleransi dalam kehidupan.

Desa Pucung Kecamatan Eromoko, Wonogiri contohnya. Sekolah dan madrasah di daerah tersebut sering kali mengalami kekurangan infrastruktur dasar, seperti ruang kelas, perpustakaan, dan sarana olahraga, kurangnya buku dan materi pembelajaran yang memadai. Selain berdampak pada pendidikan juga pada sosial dan masyarakat lain.

Hal ini mengakibatkan kurangnya daya tarik bagi siswa. Sehingga siswa dan guru terkadang menjadi kurang bersemangat.

Dalam konteks ini, maka Penulis dan Tim Pengabdian dari UMS tertarik melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya dengan menghadirkan sekolah non-formal dengan mengusung tema “Sekolah Pos Ronda”.

Kegiatan ini berfokus pada peningkatan akses dan kualitas pendidikan dan layanan sosial di desa tersebut sebagai bagian dari implementasi teologi Al-Maun.

Selain sekolah Pos Ronda, dalam pengabdian ini ada juga kegiatan lain Smart Tahsin, Islamic Fun Sport dan Edukasi Kesehatan.

Agar selain dalam ruang pendidikan, pengabdian masyarakat ini juga berfokus pada pembinaan kesehatan dan sosial.

Program-program dirancang dan dilaksanakan dengan berkolaborasi antara PCM dan PRM setempat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat setempat. Kegiatan dalam rangka meningkatkan akses dan kualitas kehidupan di daerah.

Dalam jangka panjang, melalui implementasi semangat teologi Al-Maun ini diharapkan program-program yang telah berjalan dapat berkelanjutan dan berdampak positif bagi perkembangan kualitas hidup masyarakat di sana yang semakin berkembang dari waktu ke waktu.

Implementasi Teologi

Pertama, kegiatan pembinaan agama, dilakukan dengan kegiatan Smart Tahsin. Kelas ini sangat penting bagi masyarakat muslim yang masih awam terhadap Al-Quran, guna mengenalkan, memperbaiki, dan meningkatkan kualitas bacaan Al-Quran secara baik dan benar sesuai dengan kaidah.

Alasan lain kelas ini perlu ada adalah karena dengan mempelajari bacaan Al-Quran secara masif akan berdampak pada internalisasi nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran dalam hidup di masyarakat. Kristalisasinya dalam moralitas dan etika bermasyarakat.  

Berikutnya, Islamic Fun Sport, merupakan sebuah program pembinaan kesehatan berupa jalan santai bersama atau rekreasi yang menggabungkan antara olahraga ringan dengan aktivitas Islami.

Acara ini dirancang untuk kalangan keluarga dan komunitas muslim dan masyarakat umum agar dapat menikmati waktu bersama sambil berolahraga. Sembari memperkuat kesehatan masyarakat sekaligus menguatkan ikatan sosial di perdesaan.

Kombinasi unsur-unsur materi keislaman, kesehatan dan sosial dalam program Islamic Fun Sport ini tidak hanya menjadi kegiatan fisik yang menyenangkan. Tetapi juga sebagai edukasi kesehatan dan pemberdayaan sosial bagi masyarakat.

Program ini bertujuan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat secara holistik, menguatkan tubuh, sekaligus pikiran dan jiwa.

Ketiga, Sekolah Pos Muhammadiyah, yakni sekolah nonformal di pos ronda (PosMu) sebagai bentuk inisiatif gerakan pendidikan lokal yang memberikan berbagai manfaat pendidikan, sosial, ekonomi, dan psikologis bagi anak-anak dan remaja.

Dengan memanfaatkan waktu sore hari, inisiatif kegiatan ini dapat menjadi sarana penting untuk mengembangkan potensi dan memperkuat komunitas muslim yang berkarakter.

Gerakan PosMu ini sebagai internalisasi gerakan dakwah Muhammadiyah berbasis komunitas.

Harapan lainnya, dapat memberikan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan mendukung perkembangan holistik bagi generasi muda. Terutama bagi remaja genial.

Apalagi dalam konteks di desa Pucung adanya keanekaragaman agama perlu saling menguatkan dalam inklusifitas.

Terakhir adalah, Edukasi Kesehatan. Kegiatan ini merupakan upaya yang dilakukan untuk menyampaikan informasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang topik-topik kesehatan masyarakat.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan serta ikut terlibat dalam mempromosikan perilaku sehat di antara masyarakat.

Melalui kegiatan edukasi kesehatan yang efektif, diharapkan masyarakat dapat memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan yang cukup untuk mengambil keputusan hidup yang sehat demi meningkatkan kualitas hidup sejahtera secara keseluruhan.

Dari beberapa kegiatan di atas dapat disimpulkan menjadi sarana implementasi teologi Al-Maun sebagai sarana pembinaan kesejahteraan umat.

Selain itu, aspek yang dikuatkan secara holistik dan menyeluruh, tidak hanya dalam sisi spiritual (Smart Tahsin), tetapi juga sisi fiskal (Islamic Fun Sport) dan pola interaksi di masyarakat (Sekolah PosMu dan Edukasi Kesehatan).

Tim Pengabdian terdiri dari Anggota Dosen dan Mahasiswa. Adapun Tim Dosen terdiri dari Dartim Ibnu Rushd, sebagai ketua Tim Pengabdian.

Adapun anggota Tim Dosen terdiri dari Muh. Wildan Shohib, Muh. Nur Rochim Maksum, Nurul Latifatul Inayati dan Mohamad Ali. Semua dari Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Editor : Damianus Bram
#islam #muhammadiyah #Teologi Al Maun #ahmad dahlan #ums bicara