Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Dampak Solo Raya Great Sale di Bidang Perhotelan

Andi Aris Widiyanto • Selasa, 6 Mei 2025 | 17:07 WIB

Dr. Purwanto Yudhonagoro, S.E., M.Par. CHA.
Dr. Purwanto Yudhonagoro, S.E., M.Par. CHA.

RADARSOLO.COM - Solo Raya Great Sale merupakan agenda tahunan Pemerintah Kota Solo yang dinantikan banyak kalangan.

Event ini tidak hanya menarik perhatian warga Solo, tetapi juga menginspirasi daerah lain untuk menyelenggarakan program serupa.

Melalui kegiatan ini, pelaku usaha diajak berpartisipasi memberikan diskon atau harga khusus selama sebulan penuh. Dampaknya sangat terasa, termasuk di sektor perhotelan.

Kegiatan ini secara nyata meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Solo dan sekitarnya. Para pengunjung dari luar kota biasanya menginap 1–2 malam, mendorong peningkatan tingkat hunian hotel.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Maut yang Merengut Nyawa Anggota DPR Alamudin Dimyati Rois yang Akrab Disapa Gus Alam di Tol Pemalang

Oleh karena itu, program ini patut dipertahankan dan menjadi agenda tetap tahunan.

Selain menggairahkan ekonomi lokal, kegiatan ini mendorong sinergi antarpelaku usaha, baik dari sektor kuliner, tekstil, hingga perhotelan.

Kolaborasi ini sangat penting untuk menarik minat wisatawan agar tidak hanya berbelanja, tetapi juga menginap dan menikmati pengalaman wisata di Solo Raya.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat serta tren digitalisasi rapat yang mengurangi penggunaan hotel sebagai tempat pertemuan, sektor perhotelan menghadapi tantangan berat.

Baca Juga: Profil Alamudin Dimyati Rois yang akrab disapa Gus Alam, Anggota DPR RI yang Meninggal Usai Kecelakaan di Tol Pemalang

Tidak sedikit hotel yang mengalami penurunan okupansi signifikan. Kekhawatiran akan kondisi serupa seperti saat pandemi COVID-19 tentu menghantui, namun harapan untuk bertahan dan bangkit harus tetap menyala.

Solo Raya Great Sale 2025 melibatkan enam kabupaten di kawasan Solo Raya: Sukoharjo, Boyolali, Klaten, Sragen, Wonogiri, dan Karanganyar. Ini menjadi peluang besar yang tidak boleh disia-siakan.

Pelaku usaha perhotelan dituntut jeli melihat peluang, misalnya dengan menawarkan paket menginap khusus, diskon menarik, atau hadiah bagi pelanggan.

Baca Juga: Heboh World App Beri Imbalan Uang Pasca Scan Retina Mata, Cak Imin Pernah Kunjungi Worldcoin?

Kerja sama dengan pusat perbelanjaan, toko batik dan fashion, hingga destinasi wisata bisa menjadi strategi tambahan. Hotel dapat menyediakan voucher atau program bundling dengan tempat-tempat tersebut. Tim pemasaran hotel juga perlu aktif di lapangan memaksimalkan momentum ini.

Sebagai pelaku lama di industri perhotelan, saya percaya bahwa ketekunan, semangat, dan kerja sama adalah kunci untuk melewati masa-masa sulit. Tidak ada jalan instan, namun dengan tekad dan doa, hasil tidak akan mengkhianati usaha.

Baca Juga: Dari Ketum Suporter Jadi Manajer Klub Liga 2, Inilah Tugas Berat Bakirok

Solo Raya Great Sale bukan sekadar event promosi, melainkan momen refleksi dan inovasi bagi pelaku perhotelan. Di tengah tantangan, selalu ada peluang. Percayalah, nothing is impossible. Semoga bermanfaat. (*)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#agenda tahunan #jumlah wisatawan #efisiensi anggaran #solo raya great sale