Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Berkenalan dengan 'Profesor Virtual': Refleksi dari Workshop AI di Korea

Tri wahyu Cahyono • Rabu, 14 Mei 2025 | 13:00 WIB
Aris Rakhmadi, S.T., M.Eng., dosen Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta, Mahasiswa Program Doktor Informatika UAD.
Aris Rakhmadi, S.T., M.Eng., dosen Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta, Mahasiswa Program Doktor Informatika UAD.

Oleh: Aris Rakhmadi, S.T., M.Eng*)

RADARSOLO.COM-Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan mengikuti serangkaian kegiatan workshop bertema Artificial Intelligence (AI) dan transformasi digital dalam pendidikan vokasi yang diselenggarakan di Cheju Halla University (CHU), Pulau Jeju, Korea Selatan.

Workshop ini merupakan hasil kolaborasi antara CHU dan Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Technical Education Development (SEAMEO TED).

Sebuah organisasi regional yang bergerak di bidang pengembangan pendidikan teknis dan vokasional (TVET) di Asia Tenggara.

Kegiatan ini mempertemukan para pendidik dan praktisi dari berbagai negara ASEAN dalam sebuah forum internasional yang hangat dan inspiratif.

Acara ini dihadiri oleh 37 peserta yang terdiri atas guru dan dosen dari berbagai negara di Asia, seperti Indonesia, Korea Selatan, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Myanmar, Filipina, China, dan Vietnam.

Para peserta berasal dari latar belakang pendidikan vokasi yang beragam. Mencerminkan semangat kolaborasi lintas budaya dan keilmuan dalam membangun masa depan pendidikan berbasis teknologi.

Diskusi dan interaksi yang terjalin selama workshop tidak hanya memperkaya wawasan.

Tetapi juga membuka jalan bagi kemungkinan kerja sama di masa depan, baik dalam bentuk riset maupun pengembangan program pendidikan bersama.

Salah satu pengalaman paling berkesan bagi saya adalah sesi yang dibawakan oleh Prof. Young-Joon Lee mengenai konsep "AI Meta-Professor".

Konsep ini memperkenalkan sosok 'profesor virtual' yang mampu menyampaikan materi, memandu diskusi, bahkan menyesuaikan metode pembelajaran berdasarkan kebutuhan masing-masing siswa.

Teknologi ini membuka wawasan baru tentang masa depan pendidikan, di mana kecerdasan buatan tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi bagian integral dari proses belajar mengajar.

Dalam konteks pendidikan vokasi, penerapan AI Meta-Professor sangat menjanjikan, terutama dalam mendukung pembelajaran praktis berbasis simulasi dan data.

Lebih dari sekadar instrumen bantu, AI dalam pendidikan kini telah mencapai tahap di mana algoritma dapat mengenali pola belajar siswa, mendapatkan umpan balik secara real-time, hingga menyusun konten pembelajaran yang adaptif dan dipersonalisasi.

Ini adalah lompatan besar dari metode tradisional yang bersifat seragam dan satu arah.

Teknologi seperti Natural Language Processing (NLP) dan Machine Learning memungkinkan sistem pembelajaran menjadi lebih interaktif dan responsif.

Dalam beberapa simulasi yang ditunjukkan, AI mampu menyesuaikan tingkat kesulitan soal, memberikan penjelasan lanjutan jika siswa belum memahami suatu konsep, dan merekomendasikan materi tambahan sesuai kebutuhan individual.

Lebih jauh lagi, peserta juga diperkenalkan pada berbagai implementasi AI dalam bidang TVET, seperti penggunaan chatbot sebagai asisten pengajaran, analitik pembelajaran untuk memantau perkembangan keterampilan siswa.

Serta penggunaan virtual reality (VR) dan augmented reality (AR) dalam mengembangkan lingkungan pelatihan yang imersif.

Semua ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi bukan hanya alat bantu pengajaran.

Tetapi menjadi komponen utama dalam menciptakan sistem pendidikan yang fleksibel, efisien, dan berbasis data.

Kegiatan workshop ini tidak hanya berisi sesi akademik. Kami juga diajak mengunjungi berbagai fasilitas kampus, termasuk Digital Media Art Museum dan Educational Ranch milik Department of Horse Industry.

Departemen ini terbilang unik dan jarang ditemukan di universitas lain, karena secara khusus fokus pada manajemen industri kuda.

Mulai dari peternakan, terapi berkuda, hingga pariwisata berbasis ekowisata berkuda.

Pengalaman ini menjadi pembuka wawasan tentang bagaimana pendidikan vokasi bisa menjangkau berbagai bidang yang tak terpikirkan sebelumnya, dan bagaimana integrasi teknologi bisa diterapkan bahkan di sektor-sektor tradisional.

Workshop ini memberikan gambaran nyata di masa depan bahwa pendidikan tidak bisa dilepaskan dari perkembangan teknologi.

Baca Juga: Kuliah S2 Tiga Semester: Realitas, Bukan Mimpi

AI bukanlah ancaman bagi guru, melainkan mitra yang dapat memperkuat peran mereka dalam mendampingi siswa.

Dengan memanfaatkan potensi AI secara bijak, para pendidik dapat menciptakan ruang belajar yang lebih inklusif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan abad ke-21.

Teknologi bukan menggantikan guru, tetapi memperluas jangkauan dan kemampuan mereka dalam menghadirkan pendidikan yang bermakna dan relevan. (*)

*) Dosen Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta, Mahasiswa Program Doktor Informatika UAD

Editor : Tri wahyu Cahyono
#profesor #workshop #ai #korea #Aris Rakhmadi #virtual