Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Pancasila sebagai Fondasi Ideologis Menuju Indonesia Emas 2045

fery ardi susanto • Minggu, 30 November 2025 | 14:30 WIB
Photo
Photo

OLEH: Arya Perdana

RADARSOLO.COM - Visi Indonesia Emas 2045 menjadi kompas bersama untuk menyongsong satu abad kemerdekaan, yakni negara yang maju, berdaulat, dan berkeadilan sosial. Di sinilah nilai-nilai Pancasila berperan penting sebagai fondasi ideologis dan panduan praktis.

Pancasila diharapkan mampu menyatukan masyarakat dalam keragaman menjelang seabad Indonesia berkemajuan. Dengan kata lain, Pancasila mesti menjadi “ideologi yang bekerja” bagi seluruh rakyat Indonesia dalam setiap langkah pembangunan.

Nilai-nilai Pancasila –Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan– menjadi kerangka moral untuk mencapai cita-cita Indonesia Emas. Sebagaimana ditegaskan Kepala BPIP, Pancasila bukan sekadar dokumen historis, melainkan jiwa bangsa dan pedoman hidup bersama. Ia adalah kekuatan pemersatu dalam keberagaman, serta fondasi penting mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat.

Misalnya, sila “Persatuan Indonesia” menuntut sikap gotong-royong dan toleransi antardaerah, suku, dan agama. Hal ini krusial, mengingat tantangan besar 2045 –mulai dari persaingan global hingga perubahan iklim– hanya bisa diatasi jika bangsa bersatu padu.

Dalam konteks pembangunan, cita-cita Indonesia Emas dibangun atas empat pilar yang secara resmi diambil dari Pancasila dan UUD 1945. Pilar-pilar ini mencakup pembangunan SDM, ekonomi berkelanjutan, pemerataan, dan ketahanan nasional. Masing-masing pilar selaras dengan nilai Pancasila.

Sebagai contoh semangat sila “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”, mendorong pembangunan inklusif yang tidak meninggalkan kelompok mana pun, sejalan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan secara merata.

Sila “Keadilan Sosial”, mengarahkan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya menguntungkan segelintir elit, tapi sejalan dengan pengarusutamaan kesejahteraan rakyat. Dengan fondasi Pancasila, setiap kebijakan diharapkan memiliki arah moral, sehingga kemajuan tidak melahirkan ketimpangan sosial.

Tidak hanya ideologis, Pancasila juga diajarkan sebagai nilai praktis. Pemerintah dan lembaga pendidikan menggalakkan internalisasi Pancasila melalui kurikulum Pancasila dan Kewarganegaraan, serta pelatihan nilai di masyarakat. Pendidikan ini bertujuan membentuk generasi emas 2045 yang berkarakter, berintegritas, dan cinta tanah air.

Kepala Sekretariat Negara bahkan menekankan Pancasila sebagai filter, agar bangsa tidak terjerumus disorientasi di era informasi ini. Misalnya, pemanfaatan teknologi digital diarahkan untuk menyebarkan konten positif yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

Dari perspektif geopolitik, Pancasila juga memperkuat posisi Indonesia. Indonesia dengan ideologi Pancasila, harmoni keberagaman, dan prinsip demokrasi mampu menghadirkan ruang dialog dan titik temu di tengah perbedaan global.

Reputasi ini membangun kepercayaan internasional (international trust) atas Indonesia, membuka peluang diplomasi dan kerja sama yang lebih luas. Dengan demikian, Pancasila menjadi pegangan bersama agar kemajuan Indonesia berbasis nilai dan bukan sekadar retorika.

Secara ringkas, Pancasila adalah pondasi ideologis yang menghubungkan visi besar Indonesia Emas 2045 dengan praktik nyata pembangunan. Melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila (persatuan, keadilan, demokrasi, dan lain-lain), Indonesia bisa mengukuhkan ikatan sosial dalam menghadapi bonus demografi dan era globalisasi.

Tantangan 2045 membutuhkan kebersamaan dan karakter bangsa yang kuat, yakni Pancasila yang menyediakan arah moral dan semangat kolektif itu. Oleh sebab itu, membumikan Pancasila di semua lini kehidupan adalah langkah strategis untuk mewujudkan Indonesia yang maju, berkeadilan, dan bermartabat di usia seratus tahun. (*)

Editor : fery ardi susanto
#opini indonesia emas 2045 #opini pancasila #opini