Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Menjadi Sukarno Muda: Tanggung Jawab Anak Muda dalam Mengawal Pancasila dan NKRI

Nur Pramudito • Senin, 1 Desember 2025 | 15:58 WIB
Menjadi Sukarno Muda: Tanggung Jawab Anak Muda dalam Mengawal Pancasila dan NKRI
Menjadi Sukarno Muda: Tanggung Jawab Anak Muda dalam Mengawal Pancasila dan NKRI

Oleh : Ahmad Septian *)

RADARSOLO.COM - Indonesia sebagai negara dengan beragam suku, agama, dan budaya, memerlukan fondasi yang kuat untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.

Pancasila sebagai dasar negara menjadi pedoman yang harus terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda.

Dalam konteks ini, anak muda Indonesia harus siap menjadi "Sukarno Muda" yang mengawal Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari tantangan dan ancaman yang semakin kompleks di masa depan.

Pancasila merupakan hasil pemikiran cerdas dari para pendiri bangsa, terutama Ir. Sukarno.

Mencakup nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial.

Pancasila bukan hanya ideologi negara, tetapi juga merupakan panduan hidup bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sukarno sebagai proklamator kemerdekaan, berperan penting dalam merumuskan dan meletakkan dasar negara ini, yang didasari oleh semangat kebersamaan dan persatuan dalam keragaman.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2024, disebutkan bahwa lebih dari 60 persen penduduk Indonesia adalah usia produktif (antara 15 hingga 64 tahun), yang artinya anak muda memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif di masa depan.

Namun, untuk mewujudkan itu, anak muda harus mampu memahami dan mengamalkan Pancasila dengan cara yang relevan dengan tantangan zaman.

Teori sosialisasi politik yang dikemukakan oleh David Easton menjelaskan bahwa politik adalah bagian dari kehidupan sehari-hari yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk budaya, pendidikan, dan interaksi sosial.

Anak muda, sebagai agen perubahan, memiliki peran strategis dalam mentransformasikan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat luas.

Generasi muda harus aktif terlibat dalam kehidupan politik, sosial, dan ekonomi, serta menjadikan Pancasila sebagai panduan dalam berinteraksi dan bertindak.

Menjaga NKRI: Tanggung Jawab Anak Muda

Salah satu elemen yang tak terpisahkan dari Pancasila adalah NKRI.

Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah bentuk negara yang dibentuk untuk menjaga keutuhan wilayah dan keberagaman budaya Indonesia.

Ancaman terhadap NKRI bukan hanya datang dari luar negeri, tetapi juga dapat berasal dari dalam negeri, seperti intoleransi, radikalisasi, dan separatisme yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

Data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah menghadapi tantangan besar terkait radikalisasi dan terorisme.

Kelompok-kelompok yang mencoba memecah belah persatuan bangsa, dengan mengatasnamakan agama atau ideologi tertentu, menjadi ancaman nyata yang harus dihadapi bersama.

Dalam menghadapi masalah ini, anak muda harus menjadi garda terdepan untuk menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia, dengan menegakkan nilai-nilai Pancasila sebagai benteng dari segala bentuk ideologi yang mengancam.

Dalam hal ini, Teori Solidaritas Sosial yang dikemukakan oleh Emile Durkheim sangat relevan.

Durkheim menekankan pentingnya solidaritas dalam masyarakat untuk mempertahankan integritas sosial.

Generasi muda Indonesia harus mampu menciptakan solidaritas antar sesama, meskipun memiliki perbedaan latar belakang, agama, dan suku. Solidaritas ini akan memperkuat ikatan sosial dan mencegah terjadinya disintegrasi yang dapat merusak negara.

Semangat Kepemimpinan Inspiratif Soekarno Muda

Ir. Sukarno adalah contoh pemimpin besar yang mampu mempersatukan bangsa Indonesia melalui visi yang jelas dan keberanian dalam menghadapi tantangan.

Untuk itu, generasi muda harus meneladani semangat Sukarno yang penuh dengan tekad dan nasionalisme.

Menjadi "Sukarno Muda" bukan berarti meniru setiap langkah Sukarno, tetapi mengadopsi semangat juang dan visi besarnya untuk kemajuan bangsa.

Teori Kepemimpinan Transformasional yang dikembangkan oleh James MacGregor Burns dapat menjadi acuan dalam melihat bagaimana anak muda bisa menjadi pemimpin yang membawa perubahan.

Kepemimpinan transformasional menekankan pada kemampuan seorang pemimpin untuk menginspirasi dan memotivasi pengikutnya untuk mencapai tujuan bersama.

Anak muda harus mampu menggerakkan masyarakat dengan ide-ide yang inovatif, namun tetap berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila dan NKRI.

Pancasila sebagai Katalisator Perubahan Sosial untuk Indonesia Emas

Generasi muda Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong perubahan sosial yang positif.

Dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, kemajuan teknologi, dan globalisasi ekonomi, nilai-nilai Pancasila dapat menjadi katalisator dalam menciptakan perubahan yang inklusif dan berkelanjutan.

Menurut Teori Perubahan Sosial dari Auguste Comte, masyarakat selalu berada dalam proses perubahan yang tidak pernah berhenti.

Anak muda harus memiliki peran aktif dalam memimpin perubahan ini dengan mengedepankan nilai-nilai Pancasila.

Pancasila dapat menjadi pedoman dalam mengembangkan kebijakan sosial yang adil, menjaga keberagaman, serta mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera.

Anak muda Indonesia harus menjadi "Sukarno Muda" yang tidak hanya mengerti pentingnya Pancasila dan NKRI, tetapi juga siap mengawal dan menegakkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam menghadapi tantangan global dan domestik yang semakin kompleks, semangat nasionalisme, persatuan, dan gotong-royong yang terkandung dalam Pancasila harus menjadi panduan utama.

Anak muda adalah generasi penerus yang harus mampu menggerakkan perubahan sosial yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila, untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju, sejahtera, dan harmonis demi mencapai Indonesia Emas pada 2045.(*)

*) GMNI Solo Raya

Editor : Nur Pramudito
#anak muda #GMNI Solo Raya #Ahmad Septian #sukarno #pancasila #nkri