Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Urgensi Solo Investment Forum 2025

Tri wahyu Cahyono • Rabu, 10 Desember 2025 | 13:00 WIB
Dr. Edy Purwo Saputro, SE, MSi, dosen FEB Universitas Muhammadiyah Surakarta
Dr. Edy Purwo Saputro, SE, MSi, dosen FEB Universitas Muhammadiyah Surakarta

Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, SE, MSi *)

RADARSOLO.COM - Solo akan punya hajatan penting berkaitan dengan komitmen pelaksanaan pembangunan.

Yaitu Solo Investment Forum 2025 yang diselenggarakan Jumat, 12 Desember 2025 di Swiss-Belinn Saripetojo Solo.

Urgensi investasi tentu tidak saja terkait dengan berapa realisasinya tapi juga daya tarik investasinya.

Oleh karena itu, realisasi investasi dalam bentuk padat karya dan padat modal menjadi peluang dan tantangan yang tidak mudah.

Hal ini tidak saja berkaitan dengan seberapa menarik suatu daerah untuk bisa menerima realisasi investasi tapi juga bagaimana jaminan iklim sospol di daerah tersebut.

Argumen yang mendasari karena investasi sejatinya tidak hanya dipengaruhi oleh faktor daya tarik semata tapi juga banyak variabel, termasuk misalnya besaran upah buruh, jaminan iklim sospol dan juga bagaimana komitmen pemerintah, baik pusat dan daerah dalam memacu daya tarik investasi dan realisasinya.

Daya Tarik

Belajar bijak dari urgensi investasi maka semua daerah di era otda berkepentingan untuk bisa memacu semaksimal mungkin daya tarik yang ada sehingga investor berkenan bisa datang dan masuk juga merealisasikannya dengan harapan semua tujuan pembangunan di daerah bisa terealisasi dengan baik.

Padahal orientasi pembangunan tidak bisa terlepas dari kepentingan meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran.

Oleh karena itu, semua daerah harus berlomba-lomba memacu daya tarik investasi.

Dan berkaitan dengan hal ini maka hajatan melalui Solo Investment Forum - SIF 2025 diharapkan benar-benar dapat memberikan yang terbaik bagi Pemkot Solo, pada khususnya dan Jawa Tengah, juga bagi Indonesia pada umumnya.

Baca Juga: Menjadi Sukarno Muda: Tanggung Jawab Anak Muda dalam Mengawal Pancasila dan NKRI

Betapa tidak, pascapandemi diakui bahwa kebutuhan terkait investasi cenderung semakin berkembang pesat dengan nominalnya sangat besar di semua sektor.

Oleh karena itu, keterlibatan mitra – investor menjadi penting dan melalui hajatan SIF 2025 semua mitra-investor, baik dari dalam maupun luar negeri diharapkan turut andil dan berpartisipasi aktif dalam mendukung realisasi investasi di Solo Raya.

Data menunjukan bahwa realisasi investasi di Solo pada tahun 2024 mencapai Rp.1,142 triliun. Artinya, realisasi ini sukses melampaui target atau mampu tembus Rp.1,1 triliun (103,83%).

Konfirmasi realisasi investasi di Solo pada 2024 didominasi sektor hotel & restoran, perdagangan, perumahan/industri, dan transportasi.

Besaran realisasi investasi ini meningkat dibanding tahun 2023 (Rp.917 miliar) sehingga bisa disebut hal ini secara tidak langsung menunjukkan kepercayaan investor di iklim investasi Solo.

Artinya, ini secara tidak langsung menjadi peluang dan tantangan untuk lebih mendukung realisasi hajatan SIF 2025.

Yang juga menarik dicermati realisasi investasi di Solo 2024 ternyata justru lebih didominasi oleh PMDN (90,13%) dan sisanya PMA (9,87%).

Rincian sektor yang menarik realisasi investasi di Solo yaitu:

(1) Hotel dan restoran

(2) Perdagangan dan reparasi

(3) Perumahan, kawasan industri dan perkantoran

(4) Transportasi, gudang, dan komunikasi

(5) konstruksi.

Baca Juga: Pancasila sebagai Kompas Strategis dalam Transformasi SDM Menuju Indonesia Emas

Data tersebut menegaskan bahwa daya tarik realisasi investasi memang harus dikondisikan dengan iklim sospol di daerah pada khususnya dan juga secara nasional pada umumnya.

Realisasi

Era otda memang harus memacu daerah untuk kreatif sehingga tidak hanya bagaimana bisa mencari dana dan investasi sebanyak mungkin untuk mendukung pembangunan tapi juga bagaimana realisasi investasi itu bisa memacu taraf kesejahteraan dan kemakmuran di daerah.

Selain itu, era otda yang selama ini identik dengan ‘tangkap tangan’ KPK atau OTT terhadap sejumlah kepala daerah memang sudah harus di evaluasi.

Bukan saatnya lagi di era otda semakin banyak OTT kepala daerah tapi justru sebaliknya banyak kepala daerah yang sukses berjuang memakmurkan daerahnya, termasuk melalui investasi.

Jadi apa yang dilakukan Solo melalui hajatan SIF 2025 diharapkan bisa menarik investor dan mendukung pembangunan di Solo secara sistematis dan berkelanjutan. (*)

*) Dosen Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Solo

 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#edy purwo saputro #Solo Investment Forum 2025 #investasi #universitas muhammadiyah surakarta #UMS #dosen pascasarjana