Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Menjemput Sehat dari Gang Kampung

Silvester Kurniawan • Senin, 2 Maret 2026 | 16:25 WIB

Photo
Photo

Oleh

ASTRID WIDAYANI

Wali Kota Solo

"Mens Sana In Corpore Sano"—di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Adagium klasik ini bukan sekadar slogan, melainkan kompas bagi Pemkot Solo dalam menata wajah layanan kesehatan di Kota Bengawan. Komitmen ini lahir dari kesadaran bahwa kualitas hidup sebuah bangsa sangat bergantung pada seberapa tangguh kesehatan warganya sejak dari akar rumput.

Namun, realitas hari ini menyuguhkan tantangan yang berbeda. Kita sedang mengalami pergeseran pola penyakit. Jika dulu ancaman utama berasal dari virus dan bakteri, kini "penyakit gaya hidup" seperti hipertensi, diabetes, hingga gagal ginjal justru menjadi momok yang kian akrab, bahkan di kalangan anak-anak.

Hal ini diperburuk oleh rendahnya kesadaran preventif. Catatan Dinas Kesehatan Kota Solo menunjukkan kepesertaan cek kesehatan gratis baru menyentuh angka 47 persen—belum genap separuh dari total warga Solo.

Di sinilah peran pemerintah menjadi krusial untuk hadir sebagai jembatan, bukan sekadar pemadam kebakaran saat sakit datang. Upaya menyehatkan masyarakat harus dilakukan dari hulu ke hilir. Strategi ini dimanifestasikan melalui Posyandu Plus, sebuah napas baru bagi layanan kesehatan berbasis komunitas.

Posyandu kini tak lagi sekadar tempat menimbang berat badan balita. Lewat Posyandu Plus, layanan ini bertransformasi menjadi pusat kesehatan komprehensif yang menyasar seluruh siklus hidup manusia. Rencananya, sebanyak 629 titik Posyandu Plus akan dihadirkan di setiap RW di Kota Solo.

 Baca Juga: UMKM Denyut Nadi Ekonomi Kota Solo

Hadirnya layanan ini di setiap sudut RW memastikan edukasi kesehatan masuk langsung ke ruang-ruang tamu warga. Dengan jangkauan yang lebih luas, intervensi medis dapat diberikan lebih dini dan efisien. Jika kesadaran kolektif ini terbangun, persoalan pelik seperti stunting hingga pernikahan dini tidak akan lagi menjadi momok sosial yang menghantui masa depan kita.

Lebih dari sekadar fisik, Posyandu Plus mengusung semangat integrasi, termasuk perhatian khusus pada kesehatan mental. Inilah yang membuatnya menjadi layanan "Plus"—ia memahami bahwa kesejahteraan warga tidak hanya diukur dari tensi darah, tapi juga ketenangan psikis. Integrasi ini akan diperkuat dengan sinergi antara fasilitas pendidikan formal, edukasi rumah tangga, serta peningkatan kompetensi layanan di Puskesmas dan Rumah Sakit.

 Baca Juga: Solo Perangi Vandalisme: Wawali Astrid Pimpin Aksi Bersih Manahan, Pelaku Terancam Denda Rp5 Juta

Menjemput sehat dari gang-gang sempit di sudut kampung adalah investasi kemanusiaan yang paling berharga. Posyandu Plus bukan sekadar program administratif, melainkan ikhtiar untuk memastikan bahwa setiap warga Solo memiliki hak yang sama untuk tumbuh dengan raga yang bugar dan jiwa yang tenang.

Sebab pada akhirnya, kota yang hebat bukanlah kota yang hanya megah dengan infrastruktur fisiknya, melainkan kota yang mampu memuliakan setiap napas warganya dengan jaminan kesehatan yang tuntas dan tulus. Di setiap sudut RW itulah, masa depan Solo yang lebih sehat sedang kita rajut bersama. (*)

 

Editor : Kabun Triyatno
#Edukasi Kesehatan #Layanan Kesehatan #rumah sakit #Posyandu plus