Meski di tengah pandemi dan PPKM yang masih berlanjut, para pelajar ini tetap bergerak dan menjalankan tugas mereka sebagai agen keselamatan sekolah. Penyesuaian metode pembelajaran pun kerap dilakukan oleh para pelajar. Karena di beberapa sekolah, edukasi tatap muka masih dibatasi.
Pembatasan ini membuat para pelajar mencari inovasi pembelajaran yang cocok mereka lakukan, tanpa harus berkumpul atau masuk sekolah. Yaitu dengan membuat video edukasi safety riding yang berisi pesan keselamatan serta mengenalkan aturan-aturan aman dalam berkendara.
Video ini nantinya akan dibagikan di platform media sosial (medsos) melalui Facebook, Youtube, Instagram, bahkan dipromosikan langsung pada status Whatsapp. “Mereka berlomba memperbanyak media pembelajaran online safety riding untuk mencapai target jumlah edukasi yang sudah mereka tentukan di awal pembuatan video. Yakni melalui konsep Plan DO Check Action (PDCA) dalam mencari masalah, memberikan solusi yang cerdas, menarik, dan menantang bagi para pelajar untuk berinovasi,” tulis keterangan resmi Astra Motor Jateng kepada Jawa Pos Radar Solo.
Kabar baiknya, saat ini anggota komunitas keselamatan sekolah telah terbiasa membuat video. Selain itu, secara inovatif, para pelajar juga belajar dalam pengeditan video dan mencari cara agar video tersebut menarik.
Kerja keras mereka pun tidak sia – sia. Setelah video mereka disebar, langsung mendapat respons baik oleh masyarakat luas, hingga mampu mencapai target penonton yang diharapkan. Tentu, hal ini tidak lepas dari bimbingan instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng yang terus memantau dan mengawasi kegiatan belajar dan mengajar materi keselamatan berkendara melalui publikasi online ini.
Proses inilah yang dinamakan siklus PDCA. Sampai akhirnya nanti akan didapat sebuat konsep baku atau standar yang paling efektif menjalankan edukasi safety riding di masa pandemi.
“Kesempatan yang diberikan oleh Astra Motor Jateng ini saya ambil sebagai media pembelajaran. Bagaimana bisa berempati kepada korban kecelakaan dengan membuat video yang bertujuan mencegah terjadinya kecelakaan terulang lagi karena memakai HP saat berkendara. Saya senang karena video saya memberikan dampak positif dalam hal safety riding bagi banyak orang,” ungkap salah satu pelajar SMK Veteran 1 Sukoharjo.
Melalui konsep PDCA ini, para pelajar Komunitas Keselamatan Sekolah (KKS) mampu memberikan solusi dan uji coba, apakah ini mejadi solusi yang terbaik atau masih perlu dicarikan solusi lainnya.
“Saat ini, kami belum bisa mengedukasi siswa-siswa baru di sekolah kami terkait materi safety riding secara langsung. Namun dengan adanya inovasi para pelajar KKS, informasi pembelajaran tetap dapat disampaikan dengan baik, menggunakan media sosial dan sistem pembelajaran online,” jelas Romdhoni, pembina SMK Veteran Sukoharjo.
Astra Motor Jateng selalu mencari terobosan dalam usaha menyebarluaskan tagline keselamatan #Cari_Aman ke generasi muda. Tujuannya, mereka bisa lebih peduli keselamatan diri sendiri maupun keselamatan orang - orang di sekitarnya. Melalui program PDCA safety riding, telah tercipta banyak video-video keselamatan yang dibagikan di media sosial. Sehingga makin banyak masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Tengah terdidik dan terbantu melalui edukasi dari para pelajar KKS. (*/ria) Editor : Syahaamah Fikria