Hal ini terjadi disebabkan oleh siklus gerak semu matahari yang biasa terjadi tiap tahunnya. Perlu diingat bahwa ini bukan dikarenakan gelombang panas. Siklus ini akan berulang setiap tahun antara bulan September, Oktober, serta Februari hingga Maret.
Perlu diperhatikan bahwa tubuh bereaksi terhadap cuaca panas, terutama saat berkendara sepeda motor di tengah terik matahari. Tanda-tanda tersebut diawali dengan tubuh yang mengeluarkan keringat berlebih sebagai cara alami untuk mendinginkan suhu tubuh. Selain itu, ada peluang kulit terbakar sinar matahari, denyut jantung meningkat, dan tekanan darah menurun yang disebabkan kehilangan banyak cairan dan elektrolit.
Dampaknya, pengendara motor akan mudah kelelahan, menurunnya konsentrasi, emosi tidak stabil, sakit kepala, mual, dan beberapa orang bisa mengalami pingsan. Maka, penting untuk mengetahui penanganan yang tepat untuk meminimalkan dampak negatif cuaca panas saat berkendara. Terutama dengan persiapan berkendara yang aman.
Langkah pertama, persiapkan terlebih dahulu rute yang akan dilewati. Cari rute yang paling efisien. Ini bisa memangkas jarak dan waktu saat berkendara dengan memilih jalur alternatif yang aman.
Langkah kedua, siapkan air minum untuk mengganti cairan yang keluar melalui keringat. Upayakan minum air putih, mineral, atau minuman isotonic
Langkah terakhir, gunakan riding gear yang longgar, seperti jaket yang berbahan ringan. Hindari warna hitam supaya panas sinar matahari bisa diminimalkan. Selain itu, gunakan helm yang ada ventilasi agar sirkulasi udara d ikepala lancar, sarung tangan yang tidak kaku, serta sepatu riding yang lebih fleksibel saat berkendara di terik matahari.
“Jika perjalanan harus menempuh jarak jauh, maksimal setelah 2 jam berkendara, kita harus berhenti dulu untuk beristirahat. Bisa lebih pendek tergantung keadaan dan kondisi menurunnya tubuh. Sebelumnya, persiapkan tubuh dengan istirahat yang cukup dan fit,” tutur Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng Alfian Dian Pradana.
Perlu disadari ancaman bahaya jika berkendara dalam kondisi konsentrasi rendah dan rasa kantuk yang menyebabkan tidur sesaat (microsleep). Sebab, ini bisa mengakibatkan rawan kecelakaan saat berkendara.
“Sangat penting bagi kita untuk mengetahui dampak dan solusi menghadapi cuaca panas terik matahari ketika riding, sehingga meminimalkan risiko mengalami ataupun terlibat kecelakaan. Selain tubuh, tetap waspada, penting menjaga emosi, menjaga etika saat pengendara, dan utamakan selamat,” ujar Alfian. (*/ria)
Editor : Syahaamah Fikria