Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Awas Rem Blong di Turunan Panjang, Ini Teknik Cari Aman Naik Motor Matic

Syahaamah Fikria • Kamis, 17 Maret 2022 | 22:56 WIB
Tetap perhatikan teknik pengereman pada motor matic, terutama pada situasi jalanan menurun panjang.
Tetap perhatikan teknik pengereman pada motor matic, terutama pada situasi jalanan menurun panjang.
SEMARANG – Seringkali terjadi ketika berada di turunan panjang, motor matic mengalami rem blong, sehingga menyebabkan kecelakaan parah. Kemudian timbul pertanyaan, apakah ada perbedaan konstruksi ataukah hal ini terjadi karena kesalahan pengoperasian pengereman.

Perlu diketahui bahwa secara konstruksi, sistem pengereman tipe matic dan motor tipe lain sebenarnya sama. Ada yang menggunakan tromol, dan ada yang menggunakan cakram dengan ukuran yang sudah disesuaikan dengan bobot dan kemampuan mesin motornya.

Sejatinya jika motor tipe lain dikondisikan sama dengan motor matic tapi menggunakan cara pengereman yang salah, maka tentu juga akan berakhir mengalami rem blong. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu disimak setiap bikers mengenai rem pada motor.

Pertama adalah engine brake. Motor tipe transmisi manual di motor sport dan semi otomatis seperti motor bebek, ketika gas ditutup penuh, secara otomatis engine brake akan muncul. Engine brake berasal dari putaran roda yang masih menyambung dengan putaran mesin, di mana putaran mesin lebih rendah dibanding putaran roda belakang, sehingga akan terasa efek ‘menahan’ motor.

Pada motor tipe ini, putaran mesin tidak akan terpengaruh dengan roda belakang jika tuas kopling ditekan atau persneling pada tipe bebek ditekan. Sehingga saat melalui turunan, kopling ditekan untuk motor sport atau tuas persneling ditekan pada tipe bebek, maka motor akan meluncur tanpa hambatan. Jika engine brake tidak dimanfaatkan untuk membantu dan menggunakan teknik mengerem yang salah, maka akan terjadi rem blong.

Kedua adalah batas suhu kerja dari komponen sistem pengereman yaitu kampas dan minyak rem. Pengereman terjadi karena dampak dari memperbesar gesekan antara kampas rem dan permukaan cakram maupun tromol. Cara memperbesar gesekan dengan menggunakan mekanis (kawat) atau hidrolik (oli rem). Karena itu, sangat mudah terjadi panas dari benda yang bergesekan.

Jika ini terus menerus terjadi, maka panas akan melampaui batas suhu kemampuan kerja dari rem. Karena suhu panas yang berlebihan menyebabkan kampas akan turun kinerjanya dan juga kemampuan oli rem untuk meneruskan tekanan juga akan turun drastis. Hal inilah dapat menyebabkan rem blong

Motor matic didesain untuk penggunaan perkotaan dengan jalan datar cenderung lebih banyak. Namun karena minat masyarakat terhadap matic dan kebutuhan penggunaan, maka banyak ditemukan pengguna motor matic di wilayah pengunungan.

Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng Oke Desiyanto menyampaikan, ada tiga teknik penting yang wajib bikers ketahui agar teknik pengereman saat menggunakan motor matic pada jalanan menurun panjang lebih efektif. Sehingga menghindari timbulnya kecelakaan yang tidak diinginkan akibat rem blong.

"Teknik pertama, bikers perlu mempertahankan adanya engine brake di motor matic dengan cara gas dipancing dibuka sedikit sehingga terasa putaran roda belakang ‘nyambung’ dengan putaran mesin, dan ulangi jika bikers terasa ‘terlepas’. Gas dibuka sedikit tidak akan menyebabkan pertambahan kecepatan pada motor matic sehingga tidak perlu khawatir. Efek engine brake ini membantu kerja rem untuk sedikit memberi efek ‘menahan’ agar tidak meluncur bebas. Teknik ini akan efektif jika di kecepatan rendah," tutur Oke.

Teknik kedua, bikers menjaga suhu rem agar tidak kepanasan dengan menggunakannya secara bergantian. Rem depan akan lebih mudah dingin karena letaknya di depan dan mudah mendapatkan sirkulasi angin untuk pendinginan sehingga rem depan boleh diberikan porsi agak lama durasinya sebelum bergantian dengan rem belakang. Selalu gunakan kecepatan rendah di awal turunan agar kerja rem tidak berlebihan.

Teknik ketiga, perlunya waktu tambahan istirahat untuk komponen rem kembali dingin ke suhu sekitar walaupun sudah bergantian, selain menghindari warna teromol berubah.

“Dengan mengetahui fungsi kerja rem dan teknik pengereman yang tepat di jalanan menurun yang panjang, bikers telah mengimplementasikan langkah #cari_aman yang tepat demi menjaga keselamatan diri saat berkendara,” tutup Oke. (*/ria) Editor : Syahaamah Fikria
##cari_aman #rem motor matic #Astra Motor Jateng #honda #teknik pengereman motor