Inovasi yang ditelurkan SMK Muhammadiyah Kartasura ini, memanfaatkan minibus varian Toyota Avanza. Minibus yang awalnya berbahan bakar minyak, dikonversi jadi mobil listrik. Hasil kolaborasi dari guru dan para siswa.
“Idenya dari pembahasan kepala Program Studi Otomotif. Kemudian ditindaklanjuti oleh guru dan para siswa kelas XI. Saat ini mobil listrik progresnya hampir 99 persen,” kata Ketua Tim Inovasi SMK Muhammadiyah Kartasura Heri Yanto, kemarin (4/11).
Guru pendamping Bambang Sumantri menambahkan, minibus yang dikonversi menjadi mobil listrik itu, berkapasitas 1.300cc. Awalnya menggunakan transmisinya manual. Setelah dikonversi, jadi mobil listrik, transmisinya diubah menjadi matic.
“Konversi dilakukan pada bagian mesin mobil. Seluruhnya diubah menjadi mobil listrik. Mobil listrik ini juga sudah dilengkapi alarm,” jelas Sumantri.
Sumantri menambahkan, rencananya sistem kemudi yang masih menggunakan electric power steering (EPS), ke depan akan di-upgrade menyerupai mobil listrik yang berkembang di pasaran. Termasuk dilengkapi aplikasi smart BMS.
“Fungsi aplikasi ini sebagai indikator daya baterai. Kami pakai baterai 200ah 96v. Sudah diuji coba dan mampu menempuh jarak hingga 240 km. Kecepatannya mencapai 110 km per jam,” imbuhnya.
Kelebihan mobil ini, tenaganya lebih responsif. Bahkan diklaim mampu menaklukkan tanjakan ektrem sekalipun.
“Tidak ada masalah saat melewati tanjakan. Selama roda masih dapat transisi, tidak ada kendala. Saat menurun juga tidak ada kendala,” ungkapnya.
Sementara itu, mobil listrik ini akan dipamerkan dalam expo menyambut Muktamar Ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah di De Tjolomadoe. Tak hanya itu, nantinya juga akan dikembangkan untuk masuk dalam kurikulum pembelajaran. terutama bagi siswa jurusan otomotif.
“Saat expo di Muktamar nanti, kami sedikit mengubah setting-an mobilKami batasi kecepatan maksimal 40 km per jam saat test drive. Ya kan tidak semua pengunjung expo menguasai teknik mengemudi mobil listrik,” ujar Sumantri. (mg19/ian/fer) Editor : Damianus Bram