Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ini Efek dan Bahaya yang Mengancam Jika Berboncengan Motor Lebih dari Satu

Syahaamah Fikria • Rabu, 28 Desember 2022 | 18:55 WIB
Sepeda motor secara rancang bangun hanya untuk berboncengan satu orang.
Sepeda motor secara rancang bangun hanya untuk berboncengan satu orang.
RADARSOLO.ID – Beberapa waktu ini media sosial diperlihatkan peristiwa siswi berboncengan lebih dari satu mengalami kecelakaan masuk ke parit atau persawahan. Tampak dari foto-foto yang dibagikan netizen, pelajar tersebut tidak mengalami cedera serius atau parah.

Hanya seluruh pakaian menjadi hitam terkena air kotor parit dan warna coklat tanah persawaha. Bahkan ketiga orang yang menaiki motor tersebut sulit untuk dikenali. Kendaraan yang digunakan mengalami kerusakan akibat benturan jatuh ke dasar parit maupun tanah basah sawah yang ketinggiannya jauh lebih rendah dari aspal.

Perlu diketahui, motor secara rancang bangun hanya untuk berboncengan satu orang. Dari dasar desain itu, perancangan berdampak terhadap ukuran jok, ruang kaki, titik berat, jarak sumbu roda dan sebagainya.

Sehingga jika ada total tiga orang di atas motor yang dikendarai, maka dipastikan terjadi kelebihan beban sehingga suspensi akan kandas berkurang jarak main dan keras. Telapak ban akan melebar karena beban berlebih. Sehingga daya yang dibutuhkan untuk memutar ban oleh mesin dan daya yang diperlukan untuk menggeser arah ban depan akan berlebih. Hal ini berpengaruh terhadap akselerasi yang menjadi lamban (terutama matic) dan setang akan menjadi lebih berat.

Dampak pada rem adalah membutuhkan jarak lebih jauh untuk berhenti karena beban yang berlebihan.

Pengendara akan mengalami banyak kesulitan dalam menjaga kesimbangan dan mengontrol kendaraan, apalagi ditambah medan permukaan jalan yang tidak rata. Waktu mencari keseimbangan motor akan jauh lebih lama dan koreksi stang untuk menjaga keseimbangan agar stabil akan jauh lebih sulit.

Kemampuan mesin yang tidak seimbang dengan beban, akan menjadi hambatan berikutnya. Karena reaksi motor jadi lebih lamban sehingga memperparah kesulitan mencari kesimbangan, yang dalam kondisi normal dibantu gas atau tenaga mesin.

Saat melakukan pengereman akan kesulitan menemukan pengereman yang akurat akibat beban berlebih. Serta saat mengerem, beban tubuh pembonceng yang kakinya tidak berada di footstep akan menyebabkan tubuh pembonceng mengayun ke depan untuk ditahan punggung pengendara. Ruang gerak lengan pengendara akan berkurang jauh karena terkoreksi panjang jok yang terbagi untuk tiga orang remaja.

Photo
Photo
Tangkapan layar siswi yang berboncengan motor tiga orang, akhirnya masuk parit.

Ketidakmampuan kendaraan yang melebihi batasan desainnya akan menyebabkan komponen terkait dari motor tersebut lebih cepat rusak. Kendaraan dengan beban dan dimensi yang berlebih menyebabkan kendaraan sulit dikontrol, sulit menjaga kesimbangan dan manuver.

Risiko kecelakaan akan semakin tinggi jika kondisi lingkungan melalui jalan rusak, dan bahkan berpotensi menyebabkan orang lain terlibat kecelakaan. Kerugian yang timbul tidak hanya sakit atau cedera yang dialami, tapi kerugian materi karena kerusakan motor, fasilitas parit dan tanaman padi pemilik sawah. Serta waktu yang terbuang untuk menyelesaikan urusan akibat kecelakaan, waktu penyembuhan dan waktu perbaikan kendaraan yang tidak tergantikan.

“Risiko pembonceng saat mengalami kecelakaan sama, bahkan lebih tinggi dibanding pengendara. Pembonceng harus menggunakan perlengkapan keselamatan, begitu pula pengendara, tetap utamakan keselamatan, #Cari Aman," tutur Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah Oke Desiyanto. (*/ria)

  Editor : Syahaamah Fikria
##cari_aman #tips berboncengan #Astra Motor Jateng #honda #boncengan #viral boncengan tiga masuk parit