Talkshow yang dipandu oleh pelajar teknik bisnis sepeda motor ini memaparkan unsur keselamatan berkendara yang masih awam atau belum terlalu dipahami oleh Gen Z. Pasalnya berkendara bukan hanya menitikberatkan pada skill berkendara, tapi juga pengetahuan tentang tata aturan lalu lintas dan bagaimana emosi dapat dikendalikan di tengah kemacetan lalu lintas yang padat.
Bila biasanya para pelajar hanya menerima pelatihan basic skill berkendara dan pengalaman berkendara saat pergi pulang ke sekolah, pada kenyataannya setiap bikers juga harus dapat mengantisipasi lingkungan yang dilewatinya. Seperti kemungkinan jalan rusak, cuaca panas, gerah atau sebaliknya hujan yang membuat tubuh basah kuyub, kemacetan, emosi diri, rasa bosan, dan kantuk. Risiko kecelakaan berkendara dapat terjadi saat bikers tidak dapat mengendalikan diri menghadapi setiap situasi yang menghadang.
“Dalam perjalanan panjang, para bikers harus mempersiapkan segalanya dengan baik agar perjalanan dapat terasa menyenangkan, seperti melakukan pengecekan motor dan memastikan kondisi fisik sehat. Tipsnya, lakukan istirahat sebentar setelah menempuh perjalanan 2 jam dan nikmati perjalanan tanpa terburu-buru,” kata Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng Suko Edi, yang menjadi narasumber kegiatan ini.
Salah satu pertanyaan menarik yang diajukan oleh pelajar menjadi perbincangan hangat pada talkshow ini. Di mana para pelajar kerap melihat bikers berkendara membawa bayi/balita atau lansia sehingga terkesan berbahaya bila melakukan perjalanan panjang menggunakan motor.
Suko Edi mengatakan, sebenarnya perjalanan panjang atau menempuh waktu yang lama tidak disarankan membawa balita atau bahkan bayi karena kondisi fisik dan daya tahan tubuhnya masih belum sekuat usia anak-anak. Begitu juga membawa lansia yang kondisi fisik dan imun mungkin sudah mengalami penurunan.
"Seperti yang kita tahu, cuaca ekstrem, asap knalpot, dan banyak hal lain dapat terjadi selama berkendara panjang. Sehingga akan jauh lebih aman bila membawa bayi, balita, ataupun lansia menggunakan transportasi umum seperti naik bus, kereta api, dan lainnya," terang dia.
Dibutuhkan kesadaran diri dari Gen Z ini untuk mengubah mindset “ingin cepat sampai” menjadi “menikmati berkendara” saat melakukan perjalanan panjang.
"Keaktifan Gen Z dalam memviralkan peduli keselamatan berlalu lintas dengan menggunakan sepeda motor standar yang aman dan memakai perlengkapan berkendara yang lengkap, tentu dapat menciptakan generasi #Cari_Aman yang jadi panutan bagi bikers lain," tandas Suko Edi. (*/ria) Editor : Syahaamah Fikria