Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kreativitas Siswa SMK Warga Solo, Konversi Motor BBM Jadi Motor Listrik

Fauziah Akmal • Sabtu, 2 Maret 2024 | 02:50 WIB
Siswa SMK Warga tengah merakit sepeda motor listrik hasil konversi.
Siswa SMK Warga tengah merakit sepeda motor listrik hasil konversi.

RADARSOLO.COM - Guru dan siswa program keahlian Teknik Otomotif SMK Warga Solo, berinovasi dengan mengonversi sepeda motor bahan bakar minyak (BBM) menjadi sepeda motor listrik. Motor listrik terebut diberi nama Inovasi dan Riset Sistem (Iris).

Sebelumnya, Iris merupakan sepeda motor berbahan bakar minyak. Sepeda motor jenis matic yang merupakan inventaris SMK Warga Solo.

“Motor pertama yang dikonversi ini membutuhkan komponen seperti baterai dan mesin. Langsung diimpor dari Taiwan,” kata Kepala Program Keahlian Teknik Otomotif SMK Warga Solo Muhammad Khoiruddin, Jumat (1/3/2024).

Khoiruddin menambahkan, biaya konversi motor listrik tersebut sekira Rp 25 juta. Nominal tersebut di luar harga sepeda motor BBM.

Jika menggunakan spare part lokal, biayanya bisa ditekan hanya Rp 10 juta. Meski hasil konversi, motor ini tetap memerhatikan unsur keselamatan berkendara.

“Kecepatannya dibatasi hanya 90 km/jam. Pengisian daya baterai memakan waktu sekira 6 jam, dengan jarak tempuh 140 km. Tidak isi daya di stasiun pengisian khusus. Motor sudah di-test ride sampai ke Tawangmangu, Karanganyar. Aman, bahkan boncengan,” imbuhnya.

Terkait proses perakitan, terbilang cukup cepat. Hanya membutuhkan waktu sehari.

“Itu di luar bodi motor. Kalau sampai mengubah bodi, membutuhkan waktu sekira satu minggu,” bebernya.

Proses konversi diawali dengan melepas komponen mesin motor BBM. Termasuk membongkar kaki-kaki bagian belakang. Setelah itu siapkan motor listrik yang akan dikonversikan.

Diawali dengan memasang swing arm, suspensi, dan motor penggerak atau roda belakang. Dilanjutkan dengan memasang kontroler dan baterai, wiring kabel, hingga pemasangan cover bodi motor.

Setelah semuanya lengkap, berlanjut ke proses pengecekan awal dan pemasangan cover bodi depan. Termasuk pengecekan kelistrikan dan pengecekan secara keseluruhan.

“Tangki bensin kami lepas, diganti dengan baterai. Karena ukuran baterai lebih besar, jadi sedikit mengubah dudukannya. Komponen yang berkaitan dengan mesin BBM diganti semua. Kecuali kelistrikan seperti lampu dan sein, itu masih ada,” jelas Khoiruddin.

Konversi ini juga termasuk dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SMK Warga Solo. Bahkan motor listrik menjadi salah satu mata pelajaran (mapel) muatan lokal (mulok).

“Kedepan kami akan membuat dua motor listrik dengan komponen produk lokal,” bebernya.

Sementara itu, konversi ini juga bagian dari mendukung program pemerintah. Di mana pemerintah mendorong industri otomotif untuk pembaharuan energi ramah lingkungan, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM).

Rencananya, program konversi energi akan menunjuk beberapa SMK se tanah air. Namun saat ini, SMK Warga Solo masih proses pengajuan untuk mendapatkan perizinan produksi massal.

“Ada yang meminta kepada kami untuk dibantu mengonversi. Tetapi kami tidak bisa. Karena kami belum punya lisensi bengkel konversi,” paparnya. (zia/fer)

Editor : Damianus Bram
#SMK Warga Solo #konversi motor listrik #Iris #Motor Listrik #Konversi Sepeda Motor