RADARSOLO.COM - Mau mengisi radiator mobil menggunakan air keran atau air kemasan itu boleh enggak sih?
Eiits.. Tunggu dulu, mobil yang kamu pakai apa? Pasalnya mobil modern saat ini kebanyakan sudah menggunakan mekanisme pendinginan terkini.
Sistem pendinginan pada mobil saat ini sangat berbeda dengan mobil era 1990-an sampai 2000-an awal.
Karenanya, air biasa atau basic water tidak disarankan untuk mengisi sistem radiator mobil-mobil terbaru.
Sebagai gantinya, sudah ada yang namanya coolant. Ini adalah cairan khusus yang mengandung konsentrat guna mendinginkan mesin kendaraan terkini.
Nah, coolant ini kabarnya sangat tidak disarankan untuk diganti dengan air biasa atau air mineral.
Dilansir dari Suzuki Arista, semua pabrikan otomotif sudah merekomendasikan coolant sebagai fluida pendingin mesin atau air radiator mobil yang tepat.
Namun, air mineral yang lebih murah dan mudah didapatkan kerap kali menjadi pilihan sebagian besar pemilik mobil, padahal ini bisa memberikan dampak negatif pada mesin.
Meskipun sama-sama cair, air biasa tidak memiliki sifat yang sama seperti coolant. Titik didihnya lebih rendah sehingga lebih mudah menguap.
Karena itu, ada beberapa dampak negatif yang dapat terjadi saat menggunakan air mineral sebagai air radiator. Berikut ulasannya:
Berpotensi Membuat Mesin Overheat
Seperti yang telah kita ketahui bahwa air memiliki titik didih pada angka 100 derajat celcius. Sementara itu, saat bekerja mesin mobil bisa mencapai lebih dari 100 derajat celcius.
Akibatnya, ketika Anda menggunakan air mineral sebagai cairan untuk mengisi radiator mobil, maka komponen pendingin mesin tidak akan bisa meredam suhu panas dari kendaraan saat melaju.
Jika digunakan dalam waktu yang lama, cairan tersebut akan lebih mudah habis karena terjadi penguapan berlebih dan menyebabkan mesin overheat. Hal ini bisa berpotensi merusak beberapa komponen mesin lainnya.
Meskipun menggunakan air mineral tampak lebih hemat, tapi jika hal ini sampai terjadi Anda justru bisa kebobolan biaya untuk perbaikan mobil.
Mengganggu Sistem Pendingin
Kebiasaan mengisi radiator menggunakan air mineral memang tampak sangat sederhana. Namun, hal ini ternyata dapat mengganggu kinerja sistem pendingin mobil dan berakibat fatal.
Pasalnya, pada saat mesin sedang bekerja dan sudah mencapai suhu sekitar 80-90 derajat celcius dengan tekanan yang cukup tinggi, maka kandungan yang ada di dalam air mineral bisa menyebabkan endapan pada mesin pendingin.
Selain itu, zat lainnya akan ikut beredar dan mengganggu sistem lainnya seperti pompa air, thermostat, hingga berkemungkinan akan menyumbat radiator.
Menghambat Tarikan Mesin
Penggunaan air mineral pada radiator juga dapat menghambat tarikan mesin. Ini merupakan efek lanjutan dari radiator yang berkarat.
Biasanya, efek ini tidak dirasakan secara langsung dan membutuhkan waktu yang cukup panjang.
Ketika karat sudah muncul, maka internal dari sistem pendingin bisa mengalami kerusakan yang tidak dapat dihindari.
Pastinya, dana perbaikannya pun akan jauh lebih mahal dibanding dengan biaya mengganti cairan radiator mobil menggunakan coolant.
Penyebab Korosi pada Radiator
Tidak hanya berpotensi overheat, air mineral juga dapat menyebabkan korosi pada pelat logam radiator.
Berbeda dengan coolant yang sudah dilengkapi dengan zat anti karat, air mineral justru mengandung beberapa zat penyebab karat.
Karat ini bisa terjadi karena adanya proses oksidasi yang terjadi pada saat air menguap.
Apabila sudah muncul karat, bisa menyebabkan residu kotoran bisa menimbulkan keropos pada komponen radiator hingga jebol. (*)
Editor : Damianus Bram