Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Aki Kering vs Aki Basah, Mana yang Lebih Bagus? Ini Ulasannya

Damianus Bram • Jumat, 29 Maret 2024 | 00:51 WIB
Aki, komponen vital pada kendaraan.
Aki, komponen vital pada kendaraan.

RADARSOLO.COM - Aki merupakan komponen vital dalam kendaraan. Keberadaan komponen kendaraan ini sangat dibutuhkan baik untuk sepeda motor atau mobil. 

Aki memiliki peranan sentral untuk menjaga kinerja kendaraan. Faktanya, keberadaannya dibutuhkan saat pertama kali menghidupkan mesin kendaraan. 

Seiring perkembangan teknologi, ada dua jenis aki yang digunakan untuk mobil. Yaitu aki kering dan aki basah.

Meski demikian, ada perbedaan signifikan antara aki basah dan aki kering yang perlu dipahami.

Aki Basah

Aki basah. Aki tipe ini umumnya menggunakan wadah transparan yang memberikan kemudahan bagi pengguna dalam melihat sisa kadar air aki.

Aki jenis memiliki kandungan air elektrolit didalamnya yang dikenal dengan sebutan air zuur.

Air zuur memiliki fungsi penting sebagai perendam bagi sel-sel dalam aki. Celah-celah sel diisi dengan air zuur.

Inilah alasan utama mengapa aki basah menggunakan wadah transparan. Lantaran pengguna harus cara rutin memeriksa tingkat air aki, terutama memastikan sel-sel terbenam penuh dalam air aki.

Kegagalan melakukannya bisa mereduksi aliran listrik dan mengakibatkan oksidasi serta korosi pada sel-sel, mengurangi kinerja aki dan sistem elektrikal kendaraan.

Aki Kering

Aki kering adalah jenis aki yang menggunakan bahan elektrolit berbentuk gel atau padat, berbeda dari aki basah yang menggunakan elektrolit cair.

Aki kering memiliki desain yang lebih tertutup dan kompak, serta tidak memerlukan pemeliharaan khusus terkait penambahan air elektrolit.

Aki kering umumnya lebih ringan, memiliki keunggulan dalam hal kinerja dan tahan goncangan, serta memiliki opsi pemasangan yang lebih fleksibel karena dapat ditempatkan dalam berbagai posisi.

Meskipun disebut sebagai aki kering, sebenarnya tipe aki ini masih mengandung cairan, meskipun dalam jumlah sedikit seperti aki basah.

Namun, perbedaan yang paling mencolok terletak pada kemasan. Warna-warni cerah seperti biru, hitam, putih, dan kuning umumnya digunakan pada kemasan aki kering.

Ini jelas sangat berbeda dengan aki basah yang memiliki kemasan yang transparan.

Selain itu, aki kering tidak memiliki lubang pengisian di bagian atas kemasan, berbeda dengan aki basah yang memiliki lubang-lubang tersebut.

Aki Kering VS Aki Basah

Dikutip dari laman Daihatsu, setelah mengetahui definisi aki kering dan aki basah, ternyata, masih ada beberapa perbedaan lain antara aki kering dan aki basah, jenis aki cukup signifikan.

Misalnya aki yang basah dijual dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan aki yang kering.

Aki basah ini perkiraan harganya hanya sekitar Rp 700.000 sampai Rp 1 juta. Sedangkan aki kering memiliki harga Rp 1,5 juta sampai Rp 3 juta.

Selain itu, jenis aki basah memiliki masa pakai yang relatif tahan lama, terutama jika Anda secara teratur melakukan penggantian air dan melakukan perawatan secara tepat.

Namun, meskipun memiliki kelebihan-kelebihan tersebut, aki basah juga memiliki beberapa kekurangan.

Salah satunya adalah cairan elektrolit pada aki basah mudah menguap, yang menyebabkan penurunan tingkat air aki dengan cepat.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, perawatan aki basah sangat pe

nting. Hal ini dikarenakan proses penguapan yang terjadi perlu diawasi dengan cermat. Ketidakawasan dalam perawatan dapat menyebabkan korosi pada komponen kendaraan yang Anda gunakan.

Selanjutnya dari sisi perawatan kedua jenis aki. Jika mengalami kerusakan, perbaikan aki basah lebih simpel.

Pasalnya, jenis aki ini tersedia luas di pasar, memudahkan akses terhadap layanan perbaikan yang disediakan oleh berbagai pihak. (dam)

Editor : Damianus Bram
#sepeda motor #aki basah #komponen kendaraan #aki kering #mobil