RADARSOLO.COM – Ruas sejumlah tol trans Jawa di momen arus balik mudik Lebaran kali ini dipastikan mengalami peningkatan jumlah kendaraan yang melintas.
Guna mengantisipasi hal itu, pemerintah melalui Korlantas Polri menyiapkan sejumlah antisipasi penumpukan kendaraan saat arus balik. Antisipasi mulai dari menerapkan sistem one way, hingga contraflow.
Bagi para pengendara hendak kembali atau dalam arus balik, satu hal yang harus diwaspadai adalah antisipasi pemberlakukan contraflow.
Mengapa demikian? Contraflow ini adalah pemberlakuan satu bidang jalan menjadi dua arah tanpa pembatas permanen.
Bila pengemudi didak konsentrasi atau mengantuk sangat disarankan untuk beristirahat di rest area terdekat.
Ini untuk menghindari kecelakaan seperti yang terjadi kemarin di ruas tol Jakarta Cikampek yang menelan 13 orang tewas.
Selama musim mudik lebaran, kemarin penerapan contraflow juga didasarkan pada pantauan CCTV, pantauan traffic counting per jam pada ruas tertentu di sejumlah Tol.
Tips Melintasi Contraflow
Dikutip dari JawaPos.com, Jusri Pulubuhu selaku founder Jakarta Defensive Driving Consulting (IDDC) mengungkapkan beberapa waktu lau bahwa contraflow paling sulit diatur karena ruang dan lajur yang terbatas.
Bahkan menurutnya risikonya relatif tinggi dibanding rekayasa lain, seperti ganjil-genap atau one way.
Terkait hal tersebut beliau memberikan beberapa saran agar pemudik agar aman saat melakukan perjalan mudik.
Dari sisi kenyamanan dan keamanan, pemudik sebaiknya tetap di jalur yang dituju. Risikonya lebih tinggi di rekayasa contraflow karena jalur terbatas.
Namun bila Anda tidak tahu situasinya macet atau tidak (di jalur tersebut) sebaiknya perlu dipertimbangankan saat hendak memilih lajur contraflow.
Pasalnya jika berada di jalur contraflow akan sangat sulit mengakses rest area. Karena posisi rest area berada di jalur kanan arah berlawanan.
Pemudik harus menyiapkan agar tidak berhenti, istirahat, kencing selama di jalur contraflow. Selain itu cek BBM karena posisi SPBU ada di lawan arah.
Di jalur contraflow pemudik harus hati-hati karena membelakangi rambu lalu lintas. Semuanya (rambu lalu lintas) berada di arah berlawanan jadi kita tidak tahu.
Yang dikhawatirkan hanya kesalahan yang dilakukan pengguna jalan lain, karena berhadapan dengan lajur lawan yang tidak ada pembatasnya. (dam)
Editor : Damianus Bram