RADARSOLO.COM-Liburan panjang atau perjalanan jauh sering menjadi momen yang dinantikan banyak orang.
Namun, kelelahan dan kantuk saat mengemudi dapat mengubah perjalanan menyenangkan menjadi tragedi.
Mengantuk adalah salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas yang sering berujung fatal.
Dampaknya mulai dari cedera parah hingga kematian. Ditambah kerugian finansial. Seperti kerusakan kendaraan, fasilitas umum, biaya medis, hingga beban lainnya.
Risiko Mengemudi Saat Mengantuk
Mengantuk menurunkan kemampuan otak memproses informasi dan merespons stimulus, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Beberapa bahaya yang muncul saat mengantuk antara lain:
Waktu Reaksi Melambat
Pengemudi menjadi lebih lambat mengenali dan merespons kondisi di jalan.
Konsentrasi Terpecah
Pikiran mudah melayang, sulit fokus pada jalan dan situasi sekitar.
Koordinasi Tubuh Terganggu
Baca Juga: Mengelola Stres-Tips #Cari_aman saat Terjebak Kemacetan
Kendali tubuh menjadi tidak stabil sehingga sulit mengontrol kendaraan.
Microsleep
Kondisi di mana pengemudi tertidur beberapa detik tanpa disadari, yang sangat berbahaya.
Tanda-Tanda Tubuh Mulai Lelah
Beberapa tanda tubuh mulai mengirimkan sinyal untuk istirahat antara lain:
Menguap Berulang Kali: Tubuh berusaha mendapatkan lebih banyak oksigen untuk melawan kantuk.
Pandangan Kabur dan Kelopak Mata Berat: Mata sulit fokus dan terasa berat.
Respons Melambat: Otak mengurangi aktivitas untuk mempersiapkan tubuh masuk ke mode istirahat.
Selain perubahan fisiologis seperti detak jantung melambat dan relaksasi otot, pancaindera juga mengalami penurunan fungsi, seperti penglihatan dan pendengaran yang melemah.
Tips Menjaga Kesadaran Saat Berkendara
- Istirahat Cukup
- Pastikan tubuh memiliki energi memadai dengan tidur berkualitas.
- Atur Jadwal Tidur
- Tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari untuk menjaga ritme tubuh.
- Hindari Kafein dan Alkohol Sebelum Tidur
- Batasi konsumsi yang dapat mengganggu kualitas tidur.
- Kurangi Penggunaan Gadget Sebelum Tidur
- Cahaya biru dari gadget dapat menghambat produksi melatonin, hormon pengatur tidur.
- Olahraga Teratur
Aktivitas fisik membantu meningkatkan kualitas tidur dan kebugaran tubuh.
Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah Oke Desiyanto mengingatkan pentingnya kesadaran akan bahaya mengantuk saat berkendara.
“Mengantuk saat berkendara adalah masalah serius yang dapat mengancam keselamatan diri sendiri dan orang lain," ucapnya.
"Jangan paksakan diri. Jika merasa lelah, segera cari tempat aman untuk beristirahat. Keselamatan adalah prioritas utama,” tegas Oke. (*)
Editor : Tri Wahyu Cahyono