RADARSOLO.COM-Bulan Ramadhan membawa tantangan tersendiri bagi pengendara motor.
Selain harus menahan lapar dan haus, mereka juga menghadapi perubahan pola tidur dan kepadatan lalu lintas yang meningkat di jam-jam tertentu.
Oleh karena itu, penting untuk memahami risiko dan menerapkan strategi berkendara yang aman agar ibadah tetap lancar tanpa mengorbankan keselamatan di jalan.
Faktor Risiko Berkendara Selama Ramadan
- Kondisi Fisik Pengendara
Menahan lapar dan haus dapat menurunkan konsentrasi serta memperlambat refleks.
Pola tidur berubah karena sahur dan tarawih, menyebabkan kantuk saat berkendara di jam produktif.
- Faktor Psikologis
Rasa lelah dan lapar meningkatkan stres, emosi, serta kecenderungan terburu-buru saat pulang kerja atau menjelang berbuka.
Euforia buka puasa membuat pengendara sering melaju kencang dan kurang memperhatikan aturan lalu lintas.
- Faktor Lingkungan
Kepadatan lalu lintas meningkat di pagi hari karena perubahan jam masuk sekolah dan kerja.
Sore hari menjelang berbuka, arus kendaraan memadat dengan banyaknya pemburu takjil serta pejalan kaki.
Pengendara dan pengemudi lain cenderung lebih ceroboh, misalnya berhenti mendadak di pinggir jalan untuk membeli takjil atau membawa penumpang melebihi kapasitas.
Tips Aman Berkendara Selama Ramadan
1. Persiapkan Kondisi Fisik
- Minum air putih yang cukup saat sahur dan berbuka untuk mencegah dehidrasi.
- Konsumsi makanan tinggi serat dan protein agar energi bertahan lebih lama.
- Hindari makanan berkarbohidrat tinggi yang dapat menyebabkan kantuk.
- Tidur cukup minimal 4–5 jam pada malam hari dan manfaatkan waktu istirahat siang untuk tidur sebentar.
2. Atur Waktu dengan Bijak
- Hindari terburu-buru, berangkat lebih awal untuk menghindari kemacetan di jam sibuk.
- Jika terlambat, prioritaskan keselamatan daripada kecepatan.
- Kurangi aktivitas malam setelah tarawih untuk menghindari risiko kelelahan saat berkendara.
Baca Juga: Santri Sadar Keselamatan Berlalu Lintas dan #Cari-aman
3. Tingkatkan Kewaspadaan di Jalan
- Perhatikan area permukiman dan sekitar tempat ibadah karena banyak pejalan kaki dan anak-anak bermain.
- Jaga jarak aman dengan kendaraan lain untuk mengantisipasi pengereman mendadak.
- Kurangi kecepatan, terutama saat melintasi jalur yang ramai oleh pemburu takjil.
4. Hindari Gangguan Mental dan Emosi
- Kendalikan emosi saat menghadapi pengendara lain yang sembrono.
- Jika tubuh terasa lelah atau mengantuk, lebih baik menepi dan beristirahat sejenak.
- Jika terjebak macet saat waktu berbuka, siapkan air mineral untuk berbuka di perjalanan.
5. Pastikan Kendaraan dalam Kondisi Prima
- Cek kondisi motor sebelum berkendara, termasuk rem, lampu, dan ban.
- Gunakan perlengkapan keselamatan seperti jaket dan helm untuk perlindungan ekstra.
- Pastikan bahan bakar cukup agar tidak kehabisan di tengah perjalanan.
Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah Oke Desiyanto mengingatkan, menjaga keselamatan di jalan adalah bagian dari menghargai sesama.
“Menjaga diri dan orang lain di jalan berarti kita telah menjalankan perintah agama untuk menghargai sesama," terang Oke.
"Ingatlah bahwa kecelakaan dapat mengganggu ibadah puasa dan merugikan banyak pihak. Selamat menjalankan Ramadan penuh berkah, dan selalu utamakan keselamatan di jalan,” pungkas dia. (*)
Editor : Tri wahyu Cahyono