RADARSOLO.COM–Lebaran atau Hari Raya Idulfitri adalah momen yang dinanti-nantikan umat Muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Selain menjadi hari kemenangan setelah satu bulan berpuasa, Lebaran juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi melalui tradisi sungkem dan kunjungan ke rumah sanak saudara.
Namun di balik kehangatan perayaan, ada potensi risiko keselamatan, terutama bagi para pemudik dan pengendara motor yang menjadi tulang punggung mobilitas saat Lebaran.
“Lebaran memang jadi momen kebersamaan yang membahagiakan, tapi jangan abaikan faktor keselamatan, khususnya bagi pengguna sepeda motor yang akan bersilaturahmi keliling kampung,” ujar Oke Desiyanto, Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah, Minggu (23/3).
Motor masih menjadi pilihan utama masyarakat karena kepraktisan, biaya yang lebih hemat, dan kemampuannya menjangkau pelosok.
Namun, beberapa faktor risiko berikut wajib diwaspadai:
Kepadatan Lalu Lintas
- Jalanan di desa maupun kota cenderung padat selama Lebaran. Keinginan cepat sampai seringkali membuat pengendara abai terhadap keselamatan.
Kelelahan Fisik
- Setelah menempuh mudik jauh, aktivitas kunjungan dari rumah ke rumah bisa memicu kelelahan, mengurangi fokus saat berkendara.
Muatan Berlebihan
- Membawa oleh-oleh seperti ketupat, kue kering, atau parcel secara berlebihan dapat membahayakan stabilitas kendaraan.
Membawa Anak Tanpa Pengaman
- Banyak pengendara membawa anak-anak tanpa helm yang sesuai. Ini sangat berisiko saat terjadi insiden.
Cuaca Tak Menentu
- Hujan yang datang tiba-tiba membuat jalanan licin dan memperbesar potensi kecelakaan.
Tips Aman Silaturahmi Lebaran dengan Sepeda Motor
Baca Juga: Tips Aman Berkendara di Musim Pancaroba: Hindari Genangan dan Jalan Licin
Agar silaturahmi tetap khidmat tanpa mengorbankan keselamatan, berikut sejumlah tips yang disarankan:
Rencanakan Kunjungan Secara Bijak
- Batasi jumlah kunjungan per hari, atau undang keluarga berkumpul di satu tempat untuk mengurangi mobilitas berlebih.
Hindari Sungkem di Jalan Raya
- Tradisi sungkem sebaiknya dilakukan di tempat aman, bukan di pinggir jalan. Pastikan kendaraan diparkir di tempat yang tidak mengganggu arus lalu lintas.
Manfaatkan Teknologi
- Gunakan video call untuk bersilaturahmi dengan kerabat jauh. Ini lebih aman dan tetap bermakna.
Utamakan Istirahat
- Jangan memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah. Pastikan tubuh fit sebelum melanjutkan perjalanan.
Baca Juga: Tips Cari Aman Berkendara saat Bulan Ramadhan
Gunakan Helm dan Perlengkapan Keselamatan
Helm SNI untuk dewasa dan anak-anak, jaket, serta sepatu tertutup wajib dikenakan selama berkendara.
“Dengan persiapan matang, kepatuhan terhadap aturan, dan manajemen waktu yang baik, kita bisa wujudkan Lebaran yang penuh makna tanpa insiden. #Cari_aman, kembali dengan cerita bahagia, bukan duka,” tegas Oke Desiyanto.
Keselamatan Adalah Kemenangan Sebenarnya
Tradisi sungkem dan silaturahmi memang penting, tapi keselamatan di jalan adalah bentuk tanggung jawab pada diri sendiri dan orang tersayang.
Jadikan Lebaran bukan hanya sebagai perayaan keagamaan, tapi juga sebagai momentum menjaga hidup yang lebih baik. (*)
Editor : Tri wahyu Cahyono