Padahal, telat ganti oli bisa menimbulkan kerusakan serius hingga motor mogok di tengah jalan!
Menurut Technical Training Instructor Astra Motor Jateng, Awaludin Ahmad, penggantian oli mesin sebaiknya dilakukan setiap 2 bulan atau setiap menempuh 2.000 KM, tergantung mana yang lebih dulu tercapai.
Tujuannya jelas, yaitu menjaga performa mesin tetap optimal dan menghindari kerusakan dini.
Apa Saja Risiko Telat Ganti Oli Motor? Ini Kata Ahlinya
Awaludin mengungkapkan sejumlah dampak buruk yang bisa terjadi jika kamu menyepelekan jadwal ganti oli. Ini dia risikonya:
1. Suara Mesin Jadi Kasar
Oli mesin yang sudah lama tidak diganti cenderung viskositasnya menurun/encer bahkan berkurang akibat penguapan saat mesin bekerja, hal ini tentu bisa menyebabkan mesin menjadi kasar.
2. Bahan Bakar Jadi Boros
Tidak mengganti oli secara berkala juga bisa menyebabkan konsumsi bahan bakar menjadi boros karena pelumasan pada setiap komponen yang bergerak di dalam mesin tidak optimal, sehingga kerja mesin akan menjadi berat.
3. Komponen Mesin Cepat Aus
Jika oli mesin jarang dilakukan pergantian dalam jangka panjang akan dapat merusak komponen yang berkerak di dalam mesin, akibatnya lama kelamaan komponen mesin akan cepat aus dan rusak.
4. Motor Bisa Mogok Mendadak
Semakin jarang melakukan penggantian oli, risiko oli berkurang semakin besar. Saat oli berkurang, selain komponen di dalam mesin cepat aus, juga akan mengakibatkan motor tiba-tiba mogok, karena kurangnya pelumasan pada dinding piston dan ring piston sehingga menyebabkan piston macet.
Tak hanya tepat waktu, pemilihan oli juga tak bisa asal-asalan.
Awaludin menyarankan untuk menggunakan oli mesin standar dari AHM Oil khususnya bagi pemilik motor Honda.
“Lebih baik bila bikers mengganti oli tepat waktu daripada beresiko sepeda motor mogok di jalan. Untuk penggunaan oli pun, sangat disarankan menggunakan oli mesin yang standar dari AHM Oil untuk performa motor Honda yang lebih baik,” saran Awal dalam siaran pers resminya.
Menunda ganti oli motor memang terlihat sepele, tapi dampaknya bisa merembet kemana-mana.
Biaya perbaikan mesin rusak akibat kelalaian ganti oli tentu jauh lebih besar dibandingkan biaya ganti oli rutin.
Jadi, daripada mogok mendadak dan merogoh kocek dalam-dalam, lebih baik ganti oli secara berkala dan gunakan produk yang sesuai standar! (lz/ad)
Editor : Laila Zakiya